Halaman

Minggu, 02 Februari 2014

Nabi Muhammad Orang Jawa atau Keturunan Jawa Yang Hidup di Arab (OPINI)

136694459539708138
Salah satu lini masa dari akun @SufiKota milik seorang penulis Chandra Malik memaparkan pandangan Cak Nun tentang garis keturunan Nabi Muhammad. Untuk lengkapnya saya sadur tulisan itu:
Muhammad SAW layak diduga sebagai seorang Arab-Jawa. Bukan Arab tulen. Muhammad SAW menolak digambar wajahnya demi menghindari kontroversi pada masa setelah ia wafat. Kontroversi itu terutama mengenai ciri fisik Muhammad SAW yg layak diduga tidak persis Arab tulen.
Cara berjalan Muhammad SAW tidak menunjukkan ciri gesture Arab tulen yg mendongak kepala dan jumawa. Cara berjalan Muhammad SAW ialah melangkah santun dan “seperti menuruni ketinggian bukit”. Tawadlu. Cara berjalan Muhammad SAW adalah berat badan atas condong ke depan/membungkuk, dan kaki kuat berkuda2.
Tuturkata Muhammad SAW lemah-lembut. Mana ada orang Arab [tulen] yg begitu, terutama pada masa itu? Tuturkata lemah-lembut ini khas Jawa, berbeda jauh dari style Arab yg suka bicara kasar dan meledak2. Gesture dan tuturkata Muhammad SAW ini menjadi magnet shg kehadirannya menyedot perhatian Arab2 tulen.
Muhammad SAW suka bertapa [khalwat]. Bangsa Arab tulen tak punya tradisi ini. Bertapa itu khas Jawa. Ibunda Muhammad SAW bernama Siti Aminah. Belum ada studi dan penelitian memadai mengenai Sang Ibu.
Mn Kamba mengkonfirmasi bahwa tidak ada nama Siti di masyarakat Arab tulen. Siti bukan Bahasa Arab. Muhammad SAW berasal dari garis silsilah Ibrahim AS dari Siti Hajar. Hajar juga bukan Bahasa Arab. Siti Hajar layak diduga bukan araab tulen, melainkan imigran. “Kalau bukan dari Klaten, ya dari Solo.” Siti Hajar didatangkan untuk diperistri dan penghibur atas hati Ibrahim yg gundah. Bukan Arab tulen. Siti dan Hajar adalah Bahasa Jawa. Siti = tanah = bumi. Hajar = ajar = mengajar. Tulen Jawa.
Muhammad SAW tidak dididik dg Al-Qur’an dan Hadits. Dia hanif hingga 40 th. Tidak shalat hingga 53th. Tidak ada satu pun Nabi dan Rasul di muka bumi ini yg dididik dg Al Qur’an dan Hadits.
Al Qur’an adl konfirmasi terakhir setelah membaca ayat qauniyah: alam semesta dan dirimu sendiri. Muhammad pernah berkata,”Ana ‘Arab bila ‘Ain. Aku Arab tanpa ‘Ain.” Bukan Arab tulen, tapi Gusti dari Jawa :)

Banyak pendapat yang menyatakan tentang genealogi Nabi Besar muhammad SAW dan salah satunya menyatakan bahwa Nabi muhammad merupakan seorang Muarobin seperti pendapat dari Mifthachul Luthfi Muhammad yaitu orang keturunan Indonesia yang hidup di daerah timur Tengah. Jika benar pendapat ini maka suatu anugerah yang besar buat Bangsa Indonesia. Bangsa yang saat ini sedang terpuruk dengan perilakunya yang sangat jauh akan hikmah dan kesopanan. Bangsa yang saat ini sedang tidak memiliki tokoh panutan dan teladan yang Menomor satukan Tuhan sesuai dengan sila pertama pancasila “ Ketuhanan Yang Maha Esa”, Ikhlas dan Jujur. Dengan adanya pendapat seperti ini maka di harapkan adanya perubahan perilaku dan semangat kembali mempelajari suri tauladan manusia agung tersebut berupa Hadist dan Sejarahnya yang selama ini banyak di tinggalkan masyarakat Indonesia.

Seperti kata Budayawan Emha Ainun Najib yang menyoroti dan menyimak tentang Nabi Muhammad. Nabi Muhammad SAW layak diduga sebagai seorang Arab-Jawa. Bukan Arab tulen. Nabi Muhammad SAW menolak digambar wajahnya demi menghindari kontroversi pada masa setelah ia wafat. Kontroversi itu terutama mengenai ciri fisik Muhammad SAW yang layak diduga tidak persis Arab tulen. Cara berjalan Muhammad SAW tidak menunjukkan ciri gesture Arab tulen yg mendongak kepala dan jumawa. Cara berjalan Muhammad SAW ialah melangkah santun dan “seperti menuruni ketinggian bukit”. Tawadlu. Cara berjalan Muhammad SAW adalah berat badan atas condong ke depan/membungkuk, dan kaki kuat berkuda-kuda.Tuturkata Muhammad SAW lemah-lembut. Mana ada orang Arab [tulen] yang begitu, terutama pada masa itu? Tuturkata lemah-lembut ini khas Jawa, berbeda jauh dari style Arab yg suka bicara kasar dan meledak-ledak. Gesture dan tuturkata Muhammad SAW ini menjadi magnet sehingga kehadirannya menyedot perhatian Arab-arab tulen. Muhammad SAW suka bertapa [khalwat]. Bangsa Arab tulen tak punya tradisi ini. Bertapa itu khas Jawa.
Jika membicarakan tentang garis keturunan Nabi Muhammad SAW maka tidak akan jauh pembicaraannya dengan Ibunda Siti Hajar dan Nabi ismail AS. Dan perlu diketahui pula bahwa nama “Ismail” merupakan bahasa Ibrani ( Yahudi ) bukan asli Bahasa Arab yang artinya Hamba Tuhan. Ibunda Siti Hajar sebelum dinikahi oleh Nabi Ibrahim AS adalah budak yang utama dari Fir’aun Khufu Raja Mesir kuno yang mengangkat dirinya sebagai Tuhan dan mengaku sebagai keturunan Ra dan Osiris Dewa Matahari dan Bulan Bangsa Mesir Kuno. Fir’au Khufu mengganggap dirinya pantas menjadi tuhan karena selama hidupnya tidak pernah sakit secara kasat mata semacam pilek dan batuk dan sebagainya, berumur panjang konon sampai 600 tahun, mempunyai kekuasaan yang absolut dan mutlak.
Pada waktu pemerintahannya guna mendukung jalannya pemerintahan serta pembangunan bangunan monumental maka Fir’aun Khufu memerlukan para penambang emas yang saat itu hanya manusia-manusia dari Swarnadwipa ( Pulau Emas ) atau yang lebih dikenal dengan Pulau Sumatera saat ini yang memiliki kemampuan dalam menggali dan menambang emas. Fir’aun Khufu sudah mengetahui sepak terjang para penambang tersebut ketika mereka menggali dan menambang emas di bagian tengah dan selatan Benua Afrika. Guna menunjang keinginan tersebut maka Fir’aun Khufu mengundang para penambang-penambang emas tersebut di bawah pimpinan yaitu kakek dari ayahanda Ibunda Siti Hajar. Beliau merupakan kepala ekspatriat dari Swarnadwipa yang di datangkan oleh Fir’aun Khufu. Seiring dengan banyaknya tambang emas baru yang diketemukan maka banyak pula bertambah para imigran dari daratan Swarnadwipa yang menjadi penambang emas di Negeri Mesir dan sudah diakui menjadi kelompok masyarakat tertentu di Negeri Mesir.
Semakin absolutnya kekuasaan Fir’aun Khufu maka semakin pula dia berbuat semena-mena termasuk salah satunya adalah dia banyak meniduri para perawan dari rakyatnya.Tidak terkecuali dia tertarik oleh kecantikan Siti Hajar meskipun beliau merupakan putri ekspatriat penambang emas yang terkemuka. Munculnya penyakit “raja singa” ini pertama kali yang mengidapnya adalah Fir’aun Khufu tersebut karena hobinya yang menyimpang. Disamping itu pula ketika si Fir’aun Khufu setelah meniduri perawan rakyatnya maka dia akan menyunat perempuan tersebut.Selain itu penyakit darah tinggi dan diabetes juga mengidap si raja tersebut di karenakan memakan makanan yang lezat-lezat.
Hal tersebut banyak merisaukan ayahanda Siti hajar, oleh karena itu suatu ketika ayahanda Siti Hajar menawarkan kepada Fir’aun agar Siti Hajar dianggap sebagai keluarganya agar Ibunda Hajar tidak di tiduri oleh Fir’aun Khufu dengan catatan ayahanda Siti hajar menyetorkan Emas lebih banyak dan banyak menemukan tambang emas lagi. Pada saat itu para permaisuri Fir’aun banyak yang menolak status Ibunda Siti Hajar yang merupakan keturunan luar Bangsa Mesir dan pada akhirnya agar membedakan status Ibunda Siti Hajar dengan para permaisuri maka telinga ibunda Siti Hajar di tindik atau diberikan anting-anting. Maka anting-anting ini merupakan bentuk aksesoris Ibunda Hajar yang pertama di dunia disamping beliau pula yang mengenalkan sabuk untukmengikat pinggang.
Waktupun berlalu hingga kedatangan Khalifah Dagang yang di pimpin oleh Nabi Ibrahim hingga si Fir’aun Khufu tertarik akan kecantikan Ibunda Sarah dan diboyonglah Ibunda Sarah ke Istana Fir’aun dan ketika akan di tiduri Fir’aun Khufu tidak sanggup menggerakkan badannya. Karena takut akan ketinggian ilmu Ibunda Sarah maka si Fir’aun pun melepaskan Ibunda Sarah dan memberikan salah satu anggota keluarganya sebagai pembantu Ibunda Sarah yaitu Ibunda Hajar. Dan Ibunda Hajar pun ikut rombongan dari Nabi Ibrahim yang kelak di nikahinya dan kemudian di tempatkan di Makkah serta mempunyai anak yang bernama Ismail dan mempunyai keturunan sebagai Nabi penutup yaitu Nabi Muhammad SAW. Kalau misalkan memang diperlukan penelitian lebih lanjut maka Nabi Muhammad SAW pun meninggalkan fisiknya yaitu berupa rambut yang di simpan di Museum di Turki. Dari rambut maka akan banyak diketahui tentang gen, DNA dan golongan darah yang nantinya dapat mengerucut pada genealogi Nabi Muhammad SAW

11 komentar:

  1. Subhanallah.. Naudzubillahimindzalik... Apabila uraian yg tlah dijabarkn di atas ini adlah ssuatu yg sngat tidak shahih dan bnar2 tdk dpt dipertanggungjawabkn atau mrpkn fitnah keji, maka dosa besar pasti trtanggung pd si pembuat cerita ini. InshaaAllah...

    BalasHapus
  2. Aneh banget... Ane orang jawa tapi gakk main klaim seperti ini. Heh, di arab ntuh gakk ada yang namanya "siti", cuma, kita di jawa aja yang nambah-nambahi gelar itu untuk menghormati mereka. Seperti nama ibunda nabi, nama aslinya adalah "Aminah", bukan "siti aminah". Istri nabi "Khadijah", tapi di jawa aja jadi "Siti Khadijah". Penambahan kata "Siti", diberikan oleh orang jawa untuk menghormati sosok yang bersangkutan. Secara bahasa, "siti" merupakan turunan dari kata "Sayyidati", yang artinya "junjungan, yang terhormat, bendoro, dst", ini hampir sama dengan kata "Sunan" yang penurunan dari kata "susuhunan". Jadi intinya, nama siti adalah penambahan dari orang jawa dari nama asli mereka (Ibunda ismail bernama Hajar, istri Ibrahim adalah Sarah, ibunda nabi Muhammad adalah Aminah). Dan juga, apa cuma orang jawa saja yang jalannya menunduk? Penuh sopan santun? Tidak berbicara keras? Ingat, nabi Muhammad adalah suri tauladan yang baik bagi ummat manusia, kalo seperti orang arab kebanyakan, nanti tidak ada bedanya kan? Dan juga, nabi Muhammad tidak digambar karena takut nantinya diantara ummat beliau akan terjadi ritus pengkultusan terhadap beliau yang berlebihan, bahkan ditakutkan nantinya akan ada yang menuhankan beliau seperti yang terjadi pada jesus... Makasih..

    BalasHapus
  3. Bener-bener hebat (ngarangnya)..wong jowo makin gendeng wae,,klo masalah sopan santun trus nabi muhammad saw di kaitkan dgn orang jawa karna menurut ente ga ada bangsa lain yang lebih sopan di banding jawa (betapa anda telah menyombongkan diri dan allah ga suka sama hambanya yg menyombongkan diri..naudzubillahiminzalik),ente pernah liat kebudayaan asli jepang yang terkenal dgn kesopanan masyarakatnya bahkan yang ane tau tutur kata untuk laki-laki dan perempuan itu di bedakan,tutur kata untuk perempuan jauh lebih lembut dan sopan bila di banding dgn laki-laki..cara memberi salam orang jepang dgn cara membungkukan badan yg jauh lebih sopan di banding org jawa..dan satu lgi analisa yg ngawur menurut ane,firaun yg mengku tuhan itu hidup sejaman dgn nabi musa,sedangkan nabi musa adalah keturunan nabi ibrahim dari ishak,yakub,dll..dan kebiasaan raja yg ente maksud suka meniduri perawan dari rakyatnya itu salah brother,yg bener suka mengambil istri orang makanya pada saat nabi ibrahim dan siti sarah sampai kepada raja tersebut,nabi ibrahim di tanya prihal wanita di sampingnya,dan nabi ibrahim terpaksa berbohong untuk menyelamatkan siti sarah dari raja durjana itu,nabi ibrahim mengakui siti sarah adalah saudara perempuannya sebab jika nabi ibramih berkata siti sarah adalah istrinya pasti raja tsb akan merebut siti sarah dari nabi ibrahim dan itulah yg menjadi dasar bahwa di bolehkan berbohong untuk kebaikan dan dalam keadaan terdesak,namun nabi ibrahim segera memohon ampun kepada allah atas dosa yg ia lakukan itu dan allah mengampuni beliau,,nabi allah ibrahim berbohong sebanyak dua kali selama hidupnya,yaitu ketika beliau di tanya oleh raja namrut siapa yg menghancurkan berhala berhalanya,dan nabi ibrahim tidak mengakuinya dan menunjuk berhala paling besar sebagai pelakunya dgn tujuan agar raja namrut mau berfikir bahwa apa yg di sembahnya salah dan ya kedua nabi ibrahim berbohong pada saat bertemu raja yg suka merebut istri orang untuk menyelamatkan siti sarah istrinya...
    Bgitu bro cerita tntng siti sarah dan nabi ibrohim..saran ane jgn buat2 cerita versi sendiri karna hukumnya berat bro,bayangin klo ada orang yg jadi sesat krna cerita ente,ente yg bakal bertanggung jawab di akhirat nanti,,jgn karna pengen dpet rating tinggi smp ngorbanin akherat,,mending ente buka al qur'an,bsca dulu baru buat artikel refrensi dari al qur'an itu baru mantap,,bermanfaat dan dapat pahala pula..

    BalasHapus
  4. Bener-bener hebat (ngarangnya)..wong jowo makin gendeng wae,,klo masalah sopan santun trus nabi muhammad saw di kaitkan dgn orang jawa karna menurut ente ga ada bangsa lain yang lebih sopan di banding jawa (betapa anda telah menyombongkan diri dan allah ga suka sama hambanya yg menyombongkan diri..naudzubillahiminzalik),ente pernah liat kebudayaan asli jepang yang terkenal dgn kesopanan masyarakatnya bahkan yang ane tau tutur kata untuk laki-laki dan perempuan itu di bedakan,tutur kata untuk perempuan jauh lebih lembut dan sopan bila di banding dgn laki-laki..cara memberi salam orang jepang dgn cara membungkukan badan yg jauh lebih sopan di banding org jawa..dan satu lgi analisa yg ngawur menurut ane,firaun yg mengku tuhan itu hidup sejaman dgn nabi musa,sedangkan nabi musa adalah keturunan nabi ibrahim dari ishak,yakub,dll..dan kebiasaan raja yg ente maksud suka meniduri perawan dari rakyatnya itu salah brother,yg bener suka mengambil istri orang makanya pada saat nabi ibrahim dan siti sarah sampai kepada raja tersebut,nabi ibrahim di tanya prihal wanita di sampingnya,dan nabi ibrahim terpaksa berbohong untuk menyelamatkan siti sarah dari raja durjana itu,nabi ibrahim mengakui siti sarah adalah saudara perempuannya sebab jika nabi ibramih berkata siti sarah adalah istrinya pasti raja tsb akan merebut siti sarah dari nabi ibrahim dan itulah yg menjadi dasar bahwa di bolehkan berbohong untuk kebaikan dan dalam keadaan terdesak,namun nabi ibrahim segera memohon ampun kepada allah atas dosa yg ia lakukan itu dan allah mengampuni beliau,,nabi allah ibrahim berbohong sebanyak dua kali selama hidupnya,yaitu ketika beliau di tanya oleh raja namrut siapa yg menghancurkan berhala berhalanya,dan nabi ibrahim tidak mengakuinya dan menunjuk berhala paling besar sebagai pelakunya dgn tujuan agar raja namrut mau berfikir bahwa apa yg di sembahnya salah dan ya kedua nabi ibrahim berbohong pada saat bertemu raja yg suka merebut istri orang untuk menyelamatkan siti sarah istrinya...
    Bgitu bro cerita tntng siti sarah dan nabi ibrohim..saran ane jgn buat2 cerita versi sendiri karna hukumnya berat bro,bayangin klo ada orang yg jadi sesat krna cerita ente,ente yg bakal bertanggung jawab di akhirat nanti,,jgn karna pengen dpet rating tinggi smp ngorbanin akherat,,mending ente buka al qur'an,bsca dulu baru buat artikel refrensi dari al qur'an itu baru mantap,,bermanfaat dan dapat pahala pula..

    BalasHapus
  5. ngono ae kok sewot, nek ga percoyo yo wis. kok sampe myumpah nyumpahi. cukup tuliskan menurut pendapatmu. biar org lain yg menentukan percaya atau tidak.

    BalasHapus
  6. Yang komentar itu sebenarnya juga ga tahu dan ga paham alquran, memangya di alquran ada silsilah nabi, jangan hanya membenarkan diri sendiri, ga ada yg bisa menceritakan dengan benar kecuali Allah, jadi jangan menyalahkan pendapat orang lain...siapa tahu benar...kita orang muslim di tuntut untuk belajar mendalami al quran, termasuk mengetahui silsilah nabi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawa ada planet sendiri...atmosfera biru...sy sudah sampai di sana guna pintu dimensi...selain itu guna UFO pun dapat...ceritanya begini ya dari pengalaman sy: Tempat yg sy lawat ialah seperti kawasan lapangan terbang 4 tingkat...sekitarnya padi...tingkat 4 ialah tmpt Hidrialisis..tngkt 1 pula ialah tmpt iblis yg d tangkap seperti banduan tetapi ianya lutsinar berwarna biru..ada tempat duduk d atas utk melihat iblis itu berjalan di iringi seolah robot..iblis itu d hantar di buang ke planet lain guna UFO...planet ini bertaraf bintang bukan bumi

      Hapus
    2. Jawa ada planet sendiri...atmosfera biru...sy sudah sampai di sana guna pintu dimensi...selain itu guna UFO pun dapat...ceritanya begini ya dari pengalaman sy: Tempat yg sy lawat ialah seperti kawasan lapangan terbang 4 tingkat...sekitarnya padi...tingkat 4 ialah tmpt Hidrialisis..tngkt 1 pula ialah tmpt iblis yg d tangkap seperti banduan tetapi ianya lutsinar berwarna biru..ada tempat duduk d atas utk melihat iblis itu berjalan di iringi seolah robot..iblis itu d hantar di buang ke planet lain guna UFO...planet ini bertaraf bintang bukan bumi

      Hapus