Halaman

Kamis, 26 September 2013

MELIHAT AMERIKA SERIKAT DARI SISI YANG LAIN

 

Theodore Herzl (1860-1904) adalah Godfather dari gerakan ini. Tetapi siapa yang tidak paham klan Rothchilds dinasti Yahudi terkaya penyumbang zionisme tanpa reserve; adakah keturunannya telah putus dan punah di jagad ini? Retorika ini tidak untuk dijawab agar tulisan ini dilanjutkan.

Yang jelas, di era kontemporer abad 20, derivasi atau rincian dari jaringan siluman ini bisa ditelusur kembali melalui asal muasal dari Skull and Bones, para mahasiswa Universitas Yale yang direkrut untuk bergabung menjadi anggota komunitas rahasia yang jejak kesejarahannya akan berujung di Iluminati dan Freemason.


Untuk menjelaskan kaitan jaringan Skull and Bones dengan para pemain kunci di balik politik luar negeri Amerika Serikat, kita bisa menelusur dengan memperhatikan sumbu dari mata-rantai ini, yakni Prescott Bush, yang juga merupakan alumni yang tergabung dalam Skull and Bones.

Ketika di Yale, Prescott Bush menjalin persahabatan akrab dengan beberapa tokoh kunci seperti Samuel Pryor, pemilik Remington Arms Company serta Avril Harriman, putra dari EH Harriman, pemilik dan bos kereta api. Melalui ayahnya, Avril kemudian memperoleh firma investasi bernama Harriman and Company.

EH Harriman inilah yang kemudian mengangkat George Herbert Walker, yang belakangan menjadi ayah tiri Prescot, setelah ayahnya, George Bush Sr, meninggal untuk menjalankan firmanya.

Inilah mata rantai yang tidak pernah putus hingga dekade-1990-an. Setidaknya, Avril Harriman selalu menjadi tokoh sentral dalam setiap proses pembuatan kebijakan luar negeri AS.


Pada perkembangannya kemudian, jaringan siluman yang dirintis oleh Prescot Bush dan Herbert Walker Bush, merupakan derivasi atau rincian di level Manpower yang berada di bawah kendali Dinasti Rockefeller, Rotchild dan JP Morgan.

Skema kerjasama strategis yang dirancang dua konglomerat Amerika-Inggris Rockefeller dan Rothschild itu bermula sejak berabad lalu dalam kerangka persekutuan strategis di bawah skema White Anglo Saxon Protestant (WASP) yang pada dasarnya merajut persekutuan tradisional antara Amerika Serikat dan Inggris.

Melalui konglomerasi mereka berdua, praktis mereka mengusai beberapa perusahaan besar bidang Migas seperti Exxon Mobil, Texaco, BP Amoco dan Royal Dutch/Shell. 
Tak heran jika mereka berdua sangat mempengaruhi dan menyetir haluan politik luar negeri Amerika Serikat untuk menguasai dan mengamankan negara-negara kawasan Teluk, Timur Tengah, Afrika dan Asia, yang memiliki kandungan sumberdaya alam bidang minyak dan gas.

Salah satu contoh ekstrim betapa besar pengaruh kedua konglomerat ini, terbukti ketika berhasil mendesak Inggris menghadiahkan Yahudi sebuah negara bangsa bernama Israel.

Quote:
Melalui campur tangan pengusaha Inggris Rothschild inilah yang kemudian mendorong pemerintah Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour yang mendukung berdirinya tanah air bagi Yahudi di tanah Palestina.

Bagi Rothschild, tujuan utamanya bukan mendukung Yahudi, melainkan penguasaannya atas kawasan minyak di Timur Tengah.
Menyusul kekalahan Imperium Ottoman Turki, beberapa negara arab kemudian jatuh ke tangan Inggris seperti Irak, Jordan dan Arab Saudi lewat dinasti Ibnu Saud.

Skema Kapitalisme Global Superior

Tak bisa dipungkiri. Produk unggulan yang dijajakan ialah kapitalisme dengan berbagai format dan model. Melalui reformasi, demokratisasi, HAM, transparansi, sekulerisasi dan berapa “sasi-sasi” lagi bakal lahir dari perut sang kapitalis. Ia menyemai nilai-nlai “keamerikaan” (Barat) via budaya, seni, gaya hidup, iklim politik dan sebagainya melalui media-media serta berbagai cara.

Kekayaannya hasil jarahan. Terutama rampasan Perang Dunia ll (kedua). Maka AS seringkali dijuluki “negara perampok”. Sedangkan kekayaan lainnya bersumber dari berbagai bisnis properti (hotel, hyper/super market dsb), usaha jenis makanan dan minuman khas Amerika, tambang emas, minyak dan gas bumi di negeri boneka dan jajahan baik di Asia termasuk di Timur Tengah dan di Afrika.

Tak kalah penting ialah money laundry yaitu penggandaan seri-seri dollar yang ditebarkan pada berbagai belahan bumi dengan kualitas “bodong”. Asli tetapi palsu. Ia memiliki aset materi dan non materi. Aset non materi seperti pola pemikiran yang mendewakan logika. Westernisasi merasuk pada life style komunitas negara lain di berbagai dimensi berlabel “American Minded”.

Adapun aset materi berupa antek-antek atau agennya yang direkrut dari beragam warna kulit, etnis dan golongan. Penetrasinya lewat jalur seni budaya, sejarah, sosial politik, pendidikan, ekonomi bahkan agama, termasuk fungsi-fungsi pemerintahan di suatu negara. Sejatinya antek itu “anjing”-nya Amerika. Budak kapitalis. Pelacur politik level transnasional.


Pabrik senjata dan teknologi perang adalah mesin andalan penambah pundi-pundinya. Maka berbagai cara ditempuh guna membuat konflik terjadi dimana-mana. Agar teknologi dan mesin perang dagangannya laris terjual habis.

Mesin pundi-pundi berikutnya adalah jaringan berbagai media cetak, elektronik, atau industri layar lebar dikuasai. Disamping sebagai alat promosi teknologi perang, juga sarana membuat stigma “keheroikan Amerika”. Makanya film-film sekelas Rocky, Rambo dst dibuat berseri guna membakar jiwa warganya yang merasa sebagai bangsa champions di muka bumi, tetapi sekaligus menutupi kegagalan invasi militernya di beberapa negara.




 
Join Date: Dec 2012
Location: 20
Posts: 541
Thanks: 0
Thanked 54 Times in 38 Posts
kecoeboeng super top memberkecoeboeng super top memberkecoeboeng super top memberkecoeboeng super top memberkecoeboeng super top memberkecoeboeng super top memberkecoeboeng super top memberkecoeboeng super top memberkecoeboeng super top memberkecoeboeng super top memberkecoeboeng super top member



(1) Stigma dan Penyesatan Opini

Awal “masuk” ke wilayah target yang dianggapnya potensial melalui propaganda. Membentuk stigma buruk di daerah yang akan diinvasi. Propaganda terbaru adalah terorisme, melawan pimpinan otoriter, senjata pemusnah massal, program nuklir, penjahat perang karena melakukan genosida dst.

Sedangkan propaganda sebelumnya soal demokratisasi, supremasi hukum, keterbukaan, liberalisasi atau kebebasan, HAM dsb dimana hingga kini isue tersebut masih efektif menggoyang tatanan sosial dan etika negara-negara. Ia menyediakan space pengkhianatan putra-putri suatu bangsa terhadap toempah darahnya sendiri.

(2) Taktik Belah Bambu dan Adu Domba

Pola ini diterapkan AS guna mengobrak-abrik negara target dimanapun. Catatan untuk Asia lewat federasi dan konflik horizontal (etnis, agama dst). Meskipun secara konsep dikatakan berhasil tetapi untuk Indonesia dinyatakan kurang maksimal, entah sebab apa.

(3) Cuci otak

Mendidik anak (baca: anteknya) bangsa untuk meraih jenjang S-1, S-2 dan S-3 Obyek penelitian diarahkan agar bagaimana “melemahkan” negaranya sendiri dari sisi internal.

Ia merajut jaringan bidang apa saja. Baik jalur politik, agama, sejarah, pendidikan, fungsi polisi maupun tentara dimasukinya. Tidak sedikit para anteknya diorbit menjadi pakar nasional atau tokoh internasional, diberikan award berkelas dunia. Betapa lucu. Ada sosok penghianat digelari pendekar HAM di negara yang dikhianatinya, padahal matinya dibunuh aparat karena hendak menjual rahasia negara kepada pihak asing. Memilukan.

Ada juga anteknya yang menjadi pejabat negara, atau tokoh agama, bapak bangsa dst. Hal itu mudah baginya, sebab ia menguasai media serta kaya raya.


(4) Membentuk Koloni dan Federasi

Contoh di Indonesia via otonomi daerah sebagai penghalusan Negara Federal yang doeloe ditolak banyak kalangan. Negara dilemahkan dari sisi dalam. Para politikus diberi mainan dalam negeri berupa demokrasi dan multi partai. Seolah-olah ada gegap dinamika namun sebenarnya hampa makna. Rakyat sibuk berhura-hura di jalan raya, sementara eksekutif dan legestatif asyik bersama “mengutil” uang negara.

(5) Politik Proteksi

Setiap kegiatan bisnis, terutama untuk skala global dengan komoditi unggulan selalu di-back up militer guna keberhasilan tujuan. Makanya Freeport di Papua seakan-akan ada “negara dalam negara”. Dijaga ketat oleh pasukan entah dari mana. Masyarakat di sekitar cuma penyaksi. Ketika warga mengais sisa-sisa rezeki di pinggiran sungai, justru ditangkapi polisi.

(6) Perang di Luar Kawasan (Proxy War)

Ia memperbanyak pangkalan militer di lain negara dan juga kapal induk. Harus diakui AS adalah raja kapal induk dunia. Mempunyai 13 buah (info terbaru 20 buah). Amphibius Ship/kapal induk kecil 7 buah. Sedangkan Jet Carrier diantaranya 11 bertenaga nuklir dan 2 konvensional. Bandingkan dengan Inggris yang cuma mempunyai 3 buah, Perancis 2 buah, sedangkan Rusia 1 buah. Bila diibaratkan orang, maka kedua kaki AS ialah puluhan kapal induk serta ratusan kapal selam canggih siap laga.

(7) Doktrin Pre-emtive Strike

Artinya serangan dini. Suatu negara boleh diserang/diinvasi militer cukup dengan sebuah asumsi. Doktrin ini lahir karena phobia (rasa takut berlebihan tanpa dasar) terhadap Islam. Bahkan doktrin ini pernah disosialisasi kepada dunia dengan menumpang ratifikasi doktrin PBB setiap dua tahun sekali. Tapi syukurlah konsep itu ditolak banyak negara.

(8) Invasi Militer (Hard Power)

Inilah methode unggulan. Sejalan karakter hawkish para man power (tenaga ahli)-nya yang menempatkan kekerasan sebagai sikap utama dalam mencapai tujuan. Misalnya, pada suatu daerah target yang kaya sumber daya alam (emas, minyak dan gas bumi), maka langkah awal ditimbulkan stigma. Entah dicap membiayai teroris, sarang teroris, memproduksi senjata pemusnah massal dst. Kemudian dikeroyok beramai-ramai dengan sekutunya (NATO dan ISAF). Setelah dikuasai dibuat pemerintahan boneka, dirampok segala sumber daya alam di daerah melalui bargaining dengan sekutu dan kaum entrepreneur. Kemudian dipeta-peta dibuat “kapling-kapling”. Jika invasi militer berjalan sukses maka seperti lebaran, mereka bagi-bagi jajanan.

(9) Perang Candu

Strategi ini merupakan alternatif. Artinya antara invasi militer dan perang candu bisa berjalan serentak. Boleh duluan atau belakangan. Tergantung analisa intelijen. Yakni membuat marak candu, minuman keras dan narkoba di daerah sasaran sebagai alat termurah merusak bangsa. Tujuanmya membuat lumpuh generasi muda di negara target agar tidak timbul gejolak politik. Contoh perang boxer di China doeloe, para pemuda diracuni candu oleh imperalis sehingga tidak punya daya lawan terhadap penjajahan negerinya.

Hal yang wajar ketika AS amat antusias menguasai ladang-ladang opium dan mafia jaringannya di Afghanistan, oleh karena selain itu bagian strategi dan metodenya, juga disebabkan invasi militernya ke Iraq belum menghasilkan apa-apa. Belum sebarel pun minyak terangkut dari bumi 1001 malam, justru kebangkrutan kini di depan mata.

(10) Provincial Recontruction Team (PRT)

Sebenarnya ini metode tua era 1970-an. Istilahnya barang baru stock lama. Dahulu kala pola ini ditinggalkan karena dianggap lambat dalam penguasaan wilayah. AS yang dikuasai unsur berkarakter hawkish lebih menyukai invasi militer daripada metode ini. Invasi dinilai lebih cepat meraih hasil daripada PRT, meskipun resiko yang ditimbulkan adalah budget besar dan dukungan (legitimasi) internasional. Metode lama ini dibangkitkan kembali, oleh karena invasi militer tidak menjamin keberhasilan misi dan “modal usaha” belum tentu kembali.

Catatan penting dari Iraq: kendati invasi militernya dianggap illegal oleh PBB namun ia tak perduli. Jalan terus. Dan PBB pun cuma bisa termangu-mangu.

PRT bergerak lewat provinsi-provinsi dalam berbagai bidang. Tujuan utamanya adalah menjerat masyarakat agar tergantung kepada suatu kaum, golongan atau sekelompok orang. Masyarakat dibentuk menjadi “parasit”. Hidup menumpang tidak punya pijakan. Tidak ada jiwa juang apalagi daya lawan. Menjadi mainan segelintir orang.

STRATEGI PERANG RASULULLAH

Ilustrasi Perang

VISI PERANG RASULULLAH: RASULULLAH MENGUTAMAKAN PERDAMAIAN DARIPADA PEPERANGAN
Rasulullah صلى الله عليه وسلم, tidak pernah memulai peperangan sama sekali. Sebab, beliau berusaha semaksimal mungkin supaya tidak ada pertumpahan darah manusia. Karena beliau adalah seorang nabi yang penuh kasih sayang.
SISTEM MILITER RASULULLAH
  1. KAVALERI, yaitu pasukan berkuda Rasulullah berperan sebagai satuan yang mampu bergerak cepat dan berfungsi sebagai penyerang pendadakan atau pendobrak yang akan membuka jalan bagi pasukan infanteri. Selain itu pasukan kavaleri pada dulunya (di zaman Rasulullah) juga dianggap sebagai pasukan elit yang mampu mendobrak baris pertahanan musuh dengan cepat dan mematikan. sebab lain pada masa itu hanya kaum bangsawan, tuan tanah, dan para ksatria yang boleh dan mampu membeli kuda.
  2. INVANTRI, yaitu pasukan tempur darat utama yaitu pasukan berjalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan, dilatih dan disiapkan untuk melaksanakan pertempuran jarak dekat. Infanteri berasal dari kata infant yang berarti kaki, biasanya untuk menggambarkan para tentara muda yang berjalan kaki di sekeliling para kesatria yang menunggang kuda atau kereta. Oleh karena itu seorang infanteri harus memiliki kemampuan berkelahi, menembak, dan bertempur dalam segala medan dan cuaca. (Sumber Data: Sistem Militer Rasulullah, karya Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh, Penerbit Madawis, 1999, Pernah di sampaikan dalam Ceramah di Mabes TNI AD, tahun 1999)
DUA MACAM PERANG RASULULLAH
Ada 2 Macam model peperangan Rasulullah, yaitu:
  1. Ghazwah, adalah Rasulullah turun langsung dalam pertempuran
  2. Sirya, adalah Pertempuran terjadi atas perintah Rasulullah
GHAZWAH RASULULLAH (Turun langsung dalam pertempuran)
  1. Ghazwah Waddan (Perang Waddan), terjadi pada Shafar 2 H, tidak terjadi pertempuran sebab tidak bertemu dengan pasukan Quraish. Ikatan perjanjian damai dilakukan dengan Bani Dhamrah. (Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  2. Ghazwah Buwat (Perang Buwath), terjadi Rabiul Awal 2 H, tidak dapat menyusul kafilah Quraish.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  3. Ghazwah Dul Ashir (Perang Dzul ‘Usyairah), terjadi Jumadil Akhir 2 H, tidak terjadi kontak senjata, Rasulullah SAW mengadakan ikatan perjanjian damai di jalur kafilah dagang itu dengan kabilah Bani Mudlij dan sekutu-sekutu Bani Dhamrah.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  4. Ghazwah Badar Awwal (Perang Badar Pertama), terjadi Jumadil Akhir 2 H, tidak terjadi kontak senjata sebab pasukan Muslimin tidak dapat mengejar pasukan Quraish yang telah menyerang dan merampok/menjarah tempat-tempat penggembalaan di daerah pinggiran Madinah. (Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  5. Ghazwah Badar Kubra (Perang Badar Al-Kubra), terjadi Ramadhan 2 H,  terjadi karena Quraisy menginginkan terjadinya kontak senjata (perang) dengan pasukan Muslimin, walaupunkafilah dagang mereka telah memasuki jalur yang aman. Akhirpertempuran pasukan Muslimin memenangkan peperangan Badar Al-Kubra ini. Terdapat sekitar 68 orang tawanan perang (Suku Quraish) yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk diperlakukan dengan baik, sabdanya SAW: “Perlakukanlah tawanan itu dengan baik.” Sebahagian tawanan menebus kebebasan mereka dengan membayar antara 1000 Dirham sampai 4000 Dirham karena mereka orang kaya. Sementara ada sebahagian tawanan yang dibebaskan tanpa membayar tebusan karena mereka tergolong miskin. Dan ada sebahagian lagi yang dibebani mengajar anak-anak kaum Muslimin sebelum dibebaskan karena mereka adalah di antara orang-orang yang terpelajar.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  6. Ghazwah Bani Qaynuqa (Perang Bani Qainuqa), terjadi pada Syawal 2H, di Madinah adalah dikarenakan Kabilah Bani Qainuqa telah melanggar perjanjian dengan pihak Rasulullah dan membantu Quraisy untuk memusuhi Islam. Tidak terjadi pertempuran karena Bani Qainuqa telah keluar dari Madinah. Bani Qainuqa kalah dalam peperangan tanpa pertumpahan darah setelah dikepung oleh pasukan Muslimin selama 15 hari. Keputusan Rasulullah SAW terhadap Bani Qainuqa yang kalah adalah diusir keluar dari Madinah dengan meninggalkan senjata-senjata dan peralatan tukang pengrajin (kraft) emas, tetapi boleh membawa anak-anak, isteri dan harta benda mereka bersama. (Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  7. Ghazwah Bani Sulaim (Perang Bani Sulaim), terjadi pada Syawal 2H, terjadi karena Rasulullah SAW mengetahui persiapan yang mereka lakukan untuk menyerang Muslimin di Madinah tetapi tidak terjadi pertempuran sebab Kabilah Bani Sulaim dan Bani Ghatafan melarikan diri dan meninggalkan harta benda mereka. (Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  8. Ghazwah Sawiq (Perang Sawiq), terjadi pada Dzul Hijjah 2 H, terjadi karena Rasulullah SAW mengetahui persiapan yang mereka lakukan untuk menyerang Muslimin di Madinah tetapi tidak terjadi pertempuran sebab lepasnya pasukan musuh yaitu kaum Quraisy Makkah dari kejaran pasukan kaum Muslimin. (Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  9. Ghazwah Dzi Amr (Perang Dzu Amar), terjadi pada Rabiul Awwal 3 H, terjadi karena Rasulullah SAW mengetahui persiapan yang mereka lakukan untuk menyerang Muslimin di Madinah tetapi tidak terjadi pertempuran sebab Kabilah Bani Tsalabah dan Bani Muharib telah melarikan diri, dan pasukan kaum Muslimin menempati (menguasai) perkampungan mereka sekitar sebulan.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  10. Ghazwah Bahran (Perang Bahran), terjadi Jumadil Awal 3 H, terjadi karena Rasulullah SAW mengetahui persiapan yang mereka lakukan untuk menyerang Muslimin di Madinah tetapi tidak terjadi pertempuran sebab Kabilah Bani Sulaim melarikan diri dan pasukan kaum Muslimin menempati (menguasai) perkampungan mereka sekitar dua bulan.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  11. Ghazwah Uhud (Perang Uhud), Pertempuran Uhud adalah pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 22 Maret 625 M (7 Syawal 3 H). Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Pertempuran Badr. Tentara Islam berjumlah 700 orang sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan. Disebut Pertempuran Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil. (Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  12. Ghazwah Hamra’ul Asad (Perang Hamra’ul Asad), terjadi pada Syawwal 3 H, Melakukan perlawan terhadap Abu Sufyan yang hendak menggempur Madinah.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  13. Ghazwah Bani Nadhir (Perang Bani Nadhir), terjadi pada Rabiul Awal 4 H, terjadi karena Bani Nadhir telah melanggar perjanjian damai yang disepakati dengan pihak Muslimin dan Bani Nadhir diketahui berencana untuk membunuh Nabi Muhammad SAW. Perang ini tidak terjadi pertempuran karena Bani Nadhir lari ke perkampungan mereka yang sudah dipersiapkan benteng yang kuat untuk menghadapi pasukan Muslimin. Dengan kepungan yang dilakukan oleh pasukan Muslimin mengakibatkan mereka menyerah lalu keluar dari Madinah. Terjadi kekalahan yang tertimpa Bani Nadhir akibat dikepung oleh pasukan Muslimin selama sekitar 20 hari. Keputusan Rasulullah SAW setelah diadakan perundingan damai (gencatan senjata) adalah bahwa Bani Nadhir harus keluar dari Madinah, untuk setiap 3 orang hanya boleh membawa harta kekayaan yang dimuatkan pada seekor unta saja tanpa membawa senjata.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  14. Ghazwah Datur Riqa (Perang Dzatur Riqa), Rabiul Awal 4 H, terjadi karena Bani Tsa’labah dan BaniMuharib (dari Kabilah Najed) yang berkonsentrasi untuk memerangi Madinah dan juga membalas Kabilah Najed (Nejd) terhadap peristiwa Tragedi Bi’ir Ma’unah yang telah membunuh 70 utusan pendakwah Islam di Bi’ir Ma’unah Nejd. Tetapi Perang ini tidak terjadi pertempuran sebab kedua Kabilah itu melarikan diri sebelum bertemu dengan pasukan Muslimin.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  15. Ghazwah Badar Ukhra (Perang Badar terakhir), Sya’ban 4 H, terjadi dikarenakan keinginan pihak Quraisy bersama kaum Yahudi untuk membalas Perang Uhud, tetapi setelah pasukan Muslimin menunggu selama 8 hari pasukan Quraisy tidak muncul.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  16. Ghazwah Daumatul Jandal (Perang Daumatul Jandal), Rabiul Awal 5 H, terjadi karena ingin menumpaskan kabilah-kabilah di Daumatul Jandal yang hendak melakukan penyerangan ke Madinah. Tetapi kabilah-kabilah itu telah bersembunyi dan melarikan diri.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  17. Ghazwah Bani Musthaliq (Perang Bani Musthaliq/Perang Al-Muraisi’),Sya’ban 5 H, terjadi dikarenakan Bani Musthaliq sedang mengkonsentrasikan kekuatan untuk menyerang Madinah. Pasukan Muslimin mengepung Bani Musthaliq setelah terjadi pertempuran kecil yang berakibatkan 10 orang dari Bani Musthaliq yang tewas. Kemudian mereka menyerah diri lalu menjadi tawanan pasukan Muslimin. Sementara kabilah-kabilah lain yang menjadi sekutu Bani Musthaliq melarikan diri.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  18. Ghazwah Khandak (Perang Khandak), Sya’ban 5 H, adalah pertahanan (defensive) dalam bentuk pembuatan parit di sekeliling Madinah. Pasukan Muslimin membuat pertahanan parit bagi menghambat kekuatan pasukan musuh yang terdiri dari Kabilah Quraisy, kaum Yahudi dan kabilah-kabilah Arab lainnya menjadi satu aliansi kekuatan. Pertempuran terjadi dalam waktu yang relatif sebentar setelah niereka merasa kaget dengan parit yang dibuat oleh pasukan Muslimin Madinah. Kemenangan di tangan pasukan Muslimin setelah Rasulullah SAW berhasil memberikan isu kebencian dan memicu kekacauan di tubuh aliansi, yang akhirnya mereka saling memusuhi dan kemudian meninggalkan Madinah.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  19. Ghazwah Bani Quraizhah (Perang Bani Quraizah), Dzulqa’dah 5 H, terjadi karena pelanggaran perjanjian damai yang dilakukan oleh Bani Quraizah (Kaum Yahudi) dengan ikut sertanya mereka di pihak aliansi pada Perang Khandak. Pasukan Muslimin mengadakan pengepungan terhadap benteng pertahanan di pemukiman Bani Quraizah sekitar 25 hari tanpa terjadinya pertempuran. Hanya terdapat seorang Muslim yang menjadi korban tewas karena dibunuh oleh seorang wanita dari Bani Quraizah. Bani Quraizah menyerah diri ke pasukan Muslimin lalu mereka meminta Saad Bin Mu’adz r.a untuk membuat keputusan perundingan damai (permintaan ini dipersetujui oleh Rasulullah SAW), maka diputuskan oleh Saad Bin Mu’adz r.a. Pejuang-pejuang dari Bani Quraizah yang ikut berperang pada pasukan Ahzab (pasukan musuh di Perang Khandak), akan dihukum mati. Bani Quraizah keluar dari Madinah, selain yang dihukum mati. Harta benda milik Bani Quraizah diambil dan dibagi-bagikan kepada kaum Muslimin yang ikut berperang. Anak-anak dan wanita Bani Quraizah tidak dibunuh, kecuali seorang saja yaitu wanita yang membunuh seorang Muslim ketika terjadinya pengepungan.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  20. Ghazwah Bani Lihyan (Perang Bani Lihyan), Rabiul Awal 6 H,  terjadi karena membalas Kabilah Bani Lihyan (Tragedi Ar-Raji’) yang telah melakukan pengkhianatan dengan pembunuhan terhadap 4 orang juru dakwah Islam dan menjual 2 orang juru dakwah Islam kepada Quraisy yang kemudiannya dibunuh juga. Tidak terjadi pertempuran sebab Bani Libyan telah melarikan diri.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  21. Ghazwah Dzi Qarad (Perang Dzi Qarad/Perang Al-Ghabah), Rabiul Awal 6 H, dilakukan oleh Rasulullah SAW karena sekelompok penjarah dari Bani Ghatafan telah membunuh seorang Muslim dan membawa lari seorang wanita Muslimah bersama onta-onta ternakan. Tidak terjadi pertempuran, hanya pengejaran yang berhasil menyelamatkan wanita Muslimah itu dan kawanan onta ternakan. Sementara sekelompok penjarah dapat melarikan diri.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  22. Ghazwah Hudaibiyah (Perang Hudaibiyah), Dzulqa’dah 6 H, direncanakan oleh Rasulullah SAW karena mengambil kesempatan musim Haji ke Baitul Haram Makkah, di mana bangsa Arab berkumpul untuk berhaji (budaya Arab). Rasulullah SAW meyakini bahwa tidak akan terjadi pertempuran sebab budaya Arab melarang (tidak boleh) berperang pada bulan haji. Misi Hudaybiyah adalah misi dakwah dengan menampakkan eksistansinya umat Islam yaitu pengikut Rasulullah SAW kepada bangsa Arab, dengan harapan mereka menerima Islam. Dengan kesempatan ini Rasulullah SAW mengadakan perjanjian damai dengan kabilah Quraisy, perjanjian ini dinamakan Hudnah Hudaybiyah yang berarti gencatan senjata Hudaybiyah.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  23. Ghazwah Khaibar (Perang Khaibar), Muharram 7 H,  adalah pertempuran antara pasukan Muslimin dengan kaum Yahudi Khaibar yang ada di Madinah. Penyebab terjadinya pertempuran ini adalah karena Kaum Yahudi Khaibar menghasut kabilah-kabilah Arab untuk memusuhi kaum Muslimin. Pertempuran sengit terjadi di kawasan perbentengan Yahudi Khaibar selama 3 hari yang akhirnya Yahudi Khaibar tertekan dan menyerahkan diri dengan syarat kaum Muslimin melindungi keselamatan jiwa mereka (tidak membunuh). Permintaan tersebut dipersetujui oleh Rasulullah SAW dan menyerahkan perkebunan wilayah Khaibar kepada Yahudi Khaibar dengan kesepakatan setengah hasil panen diperuntukkan untuk kaum Muslimin. Terdapat pertempuran-pertempuran lain dengan kaum Yahudi yang memusuhi kaum Muslimin yaitu; Yahudi Fadak, terjadi pertempuran dengan pasukan Muslimin, yang kemudian Yahudi Fadak menyerah diri dan berdamai dengan persyaratan yang sama seperti Yahudi Khaibar. Yahudi Wadil Qura, terjadi pertempuran beberapa jam dengan pasukan Muslimin yang kemudian terjadi perundingan damai, hasil perundingan sama seperti kepada Yahudi Khaibar.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  24. Ghazwah ‘Umratul Qadha (Perang ‘Umratul Qadha), Rajab 8 H,  tidak terjadi pertempuran, tetapi Rasulullah SAW memimpin pasukan kaum Muslimin ke Makkah (sebelum fathu Makkah) untuk menampakkan kekuatan kaum Muslimin dan persiapan mereka kepada kaum Quraish Makkah jika kaum Muslimin ditantang untuk berperang. Perang ini lebih bersifat perang urat saraf. (Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  25. Ghazwah Fathul Makkah (Perang Fathu Makkah), Ramadhan 8 H,  dipicu oleh pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pihak Quraisy. Dengan demikian Rasulullah SAW mempunyai alasan untuk mengerahkan pasukan Muslimin untuk menguasai Makkah, tanah air Rasulullah dan para muhajirin, dan yang lebih utama adalah Baitul Haram yang disucikan oleh Islam. Hanya terjadi pertempuran kecil yang tak berarti pada satu sisi Makkah(itu disebabkan Kaum radikal Quraisy yang memulai), sementara pasukan Muslimin memasuki Makkah dengan aman tanpa terjadi pertumpahan darah. Sebelum masuk ke Makkah, Rasulullah SAW memerintah pasukan Muslimin untuk tidak memulai kontak senjata ketika bergerak masuk ke Makkah sebelum Quraish memulai, dan beliau membuat pernyataan untuk disampaikan kepada penduduk Makkah. Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang masuk ke rumah Abu Sofyan ia selamat, barangsiapa yang menutup pintu rumahnya ia selamat dan barangsiapa yang masuk ke dalam Masjidil Haram ia selamat.” Setelah Makkah telah dapat dikuasai oleh Rasulullah SAW dan kaum Muslimin, maka kaum Quraisy seluruhnya dikumpulkan, lalu beliau SAW membebaskan mereka yang kemudiannya mereka semua memeluk agama Islam tanpa dipaksa. Begitu juga pengampunan diberikan kepada orang-orang yang telah diperintahkan Rasulullah SAW untuk dibunuh sebelum memasuki Makkah, ada 10 orang tetapi hanya 3 lelaki dan seorang wanita saja yang terbunuh. Di antara yang masih hidup di saat pemberian pengampunan adalah, Abdullah bin Saad, Ikrimah bin Abi Jahal, Al-Haris bin Hisham, Zuhair bin Abu Umayyah, seorang hamba sahaya Ibnu Khattal, Sarah maula Bani Abdul Muthalib dan Hindun bin ‘Utbah. Pernah seorang dari pasukan Muslimin dari kabilah Khuza’ah membunuh seorang lelaki karena membalas kematian saudaranya, tetapi malah Rasulullah SAW marah dan mengatakan seandainya terjadi lagi maka akan dilaksanakan hukum Qishash ke atas pelaku (dari pasukan Kaum Muslimin). Pada waktu penaklukan Makkah, diketika Rasulullah SAW sedang melakukan Thawaf di Baitullah, ada seorang musyrik yang mendekati beliau dan bermaksud membunuh Rasulullah SAW. Sebagai seorang Nabi, Rasulullah SAW mengetahui niat orang musyrik itu namun beliau tidak memperlakukan kasar atau membunuhnya tetapi beliau ajak berbicara dan sambil tersenyum beliau meletakkan tangannya di dada orang musyrik tersebut. Kemudian pergilah orang musyrik tersebut yang kemudian mendapat hidayah menerima Islam.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  26. Ghazwah Hunain (Perang Hunain), Syawwal 8 H, diakibatkan oleh Kabilah Bani Hawazun, Kabilah Tsaqif dan kabilah yang lain yang hendak melakukan penyerangan terhadap kaum Muslimin di Makkah. Pertempuran terjadi dengan hasil kabilah Bani Hawazun dapat dikalahkan dan dapat mengusir Kabilah Tsaqif mundur ke pemukiman mereka. Bani Hawazun kalah sehingga kebanyakan mereka menjadi tawanan perang. Namun kemudian seluruh tawanan yang terdiri dari lelaki, anak-anak dan wanita Bani Hawazun dibebaskan oleh Rasulullah SAW kembali ke kaum mereka Bani Hawazun (masih dengan agama asal). Tetapi mereka semua kemudian menerima Islam tanpa dipaksa.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  27. Ghazwah Hishoru Thoif (Perang Hisoru Thaif), Syawal 8 H, adalah pengepungan yang dilakukan oleh pasukan Muslimin terhadap kabilah Tsaqif setelah melarikan diri kalah di pertempuran Perang Hunain. Sempat terjadi pertempuran ketika pengepungan tetapi karena benteng pertahanan di pemukiman Kabilah Tsaqif sangat kuat maka pasukan Muslimin hanya dapat melakukan pengepungan saja. Terhadap Bani Tsaqif yang berlindung di balik benteng pertahanan mereka, ditinggalkan oleh pasukan Muslimin setelah terjadi pertempuran dan pengepungan selama sekitar sebulan. Pertimbangan ditinggalkan pengepungan tersebut antara lain karena kuatnya pertahanan benteng dan karena diketahui sudah mulai semakin banyak dari kalangan Bani Tsaqif yang menerima Islam maka diperkirakan lambat-laun seluruh Bani Tsaqif akan menerima Islam.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  28. Ghazwah Tabuk (Perang Tabuk/Al-Usrah), Rajab 9 H, terjadi karena pasukan Romawi telah bersiap sedia di bagian utara perbatasan Arab untuk melakukan penyerangan terhadap pihak Muslimin. Tetapi tidak terjadi pertempuran karena setelah pasukan Muslimin tiba di Tabuk ternyata pasukan Romawi tidak ada, sebab mereka telah mundur ke arah utara. Selama menunggu kehadiran pasukan Romawi selama 20 hari, kegiatan Rasulullah SAW adalah mengadakan ikatan perjanjian damai dengan kabilah-kabilah dan penduduk yang berada di sekitar perbatasan Hijaz dan Syam.(Sumber: Sirah Ibnu Hisyam)
  29. Ghazwah Asyirah
  30. Ghazwah Kafilah (Penyergapan kafilah)
  31. Ghazwah Safwan
  32. Ghazwah Al-Kidr
  33. Ghazwah Eid
  34. Ghazwah Zakat
  35. Ghazwah Ghatfan
  36. Ghazwah Al-Asad
  37. Ghazwah Awtas
  38. Ghazwah Hawazan
SIRYA RASULULLAH (Pertempuran atas perintahnya)
  1. Sirya Qirdah (Perang Qirdah)
  2. Sirya Mu’tah (Perang Mu’tah), Jumadil Awal 8 H, Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak ikut langsung perang ini, tapi beliau mengarahkan seakan beliau ikut bersama pasukan.
  3. Sirya Dzatu as-Salasil (Perang Dzatu As-Salasil)
  4. Sirya Yarmuk (Perang Yarmuk)
  5. Sirya Nakhla (Pengepungan Nakhla)
  6. Sirya Najd (Penyergapan Najd)
  7. Sirya Al-Is (Penyergapan Al-Is)
  8. Sirya Al-Khabt (Invasi al-Khabt)
  9. Sirya Batn Edam (Ekspedisi Batn Edam)
  10. Sirya Qatan (Ekspedisi Qatan)

SUMBER TULISAN
Ibnu Hisyam, Sirah Ibnu Hisyam
Ilustrasi Perang
Ilustrasi Perang

Selasa, 17 September 2013

Indonesia Harus Menggugat Kudeta AS 1965

Prakarsa Parlemen Iran Gugat Kudeta AS 1953, Inspirasi bagi Indonesia

Keputusan Iran Menggugat Amerika terkait keterlibatannya dalam penggulingan Perdana Menteri Mohammed Mossadeq 60 tahun yang lalu, Inspirasi bagi Indonesia. Untuk menggugat keterlibatan AS di balik penggulingan Bung Karno yang prolognya dimulai sejak meletusnya G-30 September 1965.
    

 

Luar biasa Iran. Pada 2 September lalu, Parlemen Iran meloloskan sebuah Rancangan Undang-Undang untuk memerintahkan Pemerintah Iran menggugat keterlibatan Amerika Serikat menggulingkan Perdana Menteri Mohammed Mossadeq pada 1953. RUU tersebut dibuat menyusul dirilisnya dokumen-dokumen rahasia CIA yang sudah dinyatakan bisa diakses oleh publik (Declassified Document) terkait rincian bagaimana CIA dan Gedung Putih telah merekayasa proses operasi pengggulingan Mossadeq.

Dalam declassified document yang dirilis CIA tersebut, bertajuk The Battle for Iran, operasi intelijen menggulingkan Mossadeq dan mengembalikan Shah Mohammad Reza Pahlevi ke tahta kerajaan, kemudian dinamakan Operasi TPAJAX. Kejadian ini memang berlangsung 60 tahun yang lalu, namun keputusan Parlemen Iran untuk menggugat pemerintah Amerika melalui payung Undang-Undang, harus diakui punya  nilai strategis dan seharusnya memberi inspirasi bagi para anggota DPR kita untuk mempertimbangkan hal yang sama.

Betapa tidak. Pada akhirnya dari 196 anggota parlemen Iran, 167 menyatakan dukungannya untuk menggolkan UU sebagai payung hukum bagi pemerintah Iran dalam menggugat keterlibatan pemerintah Amerika dalam kudeta terhadap Perdana Menteri Mossadeq, dan membawa pemerintah AS ke Mahkamah Internasional.

Karena menurut declassified document CIA yang sudah dirilis tersebut, penggulingan terhadap Mossadeq memang dilancarkan dengan arahan dari CIA dalam kerangka kebijakan luar negeri Amerika yang didukung dan disetujui oleh pejabat-pejabat tingkat tinggi  Gedung Putih di Washington.

Skenario Penggulingan Mossadeq

Mengapa Mossadeq dianggap sebagai ancaman berbahaya bagi AS dan Inggris sehingga diputuskan harus digulingkan dari tampuk kekuasaan pada 1953?  Penelusuran tim riset Global Future Institute dan buku Tangan-Tangan Amerika, karya Hendrajit DKK, secara jelas membuktikan adanya arahan dari kepentingan perusahaan minyak Inggris yang beroperasi di Iran kala itu.

Sewaktu masih menjadi anggota parlemen Iran, Mossadeq dikenal luas sebagai arsitek utama gagasan nasionalisasi Anglo-Iranian Oil Company (AIOC), sebuah korporasi minyak asing yang kala itu didominasi oleh Korporasi asal Inggris. Perusahaan minya Inggris ini beroperasi di Iran sejak 1913 dan hingga saat itu merupakan satu-satunya investasi tambang minyak Inggris terbesar di luar negeri. Bisa kita bayangkan, betapa pentingnya AIOC bagi Inggris.

Pada 28 April 1951, parlemen Iran mengangkat Mossadeq sebagai perdana menteri. Dalam sejarah politik modern Iran tampilnya Mossadeq di atas pentas kekuasaan memberikan warna tersendiri. Karena dia punya agenda strategis yaitu menyusun rencana, beberapa pembaharuan dalam sistem ekonomi Iran yang antara lain dilakukan melalui sejumlah kebijakan dan program nasionalisasi perusahaan minyak asing. Yang berarti bakal menyudahi kehadiran kepentingan asing di Iran, khususnya di bidang eksploitasi minyak bumi.

Nah di sinilah AIOC merasa terancam dengan skema baru Mossadeq. Karena pada perkembangannya kemudian, tema sentral yang jadi sasaran pemerintahan Mossade adalah NASIONALISASI AIOC.
Bagi Inggris, langkah Mossadeq harus dihentikan. Sehingga agen-agen intelijen Inggris MI-6 segera diterjunkan secara aktif di Iran untuk  memulai operasi rahasia sebagai tahapan awal proses penggulingan Mossadeq. Pada tahap ini, Inggris kemudian mengajak AS untuk ikut serta dalam plot ini.

AS sendiri yang saat itu berada di bawah pemerintahan Presiden Dwight Eisenhower, menyatakan setuju mendukung, dengan pertimbangan bahwa negaranya tidak dapat menerima pemerintahan di kawasan timur tengah yang berniat menutup akses bagi jalur distribusi minyak internasional.
Kesepakatan strategis AS-Inggris akhirnya bermuara pada satu kesimpulan: Bahwa Mossadeq harus diturunkan dalam kerangka politik dalam negeri Iran sendiri. Hal ini mengandaikan bahwa operasi yang mereka lakukan ditujukan untuk menciptakan suasana politik yang dapat memaksa Mossadeq meletakkan jabatannya, atau setidaknya menghentikan rencana nasionalisasinya.

Namun operasi terselubung CIA dan MI-6 melalui cara ini tidak berhasil, karena gagal menurunkan popularitas Mossadeq di mata rakyat Iran. Dengan demikian, AS dan Inggris memutuskan untuk memakai cara-cara yang lebih keras dan kotor.

Maka, skenario kudeta atau menurunkan Mossadeq secara paksa, kemudian jadi opsi mereka berikutnya. Maka, merangkul “sekutu lokal” dalam plot penggulingan Mossaseq pun dilakukan. Dan itu berarti harus dari kalangan militer. Maka, Jenderal Fazlollah Zahedi dari Angkatan Darat Iran dipilih oleh AS dan Inggris untuk melaksanakan plot tersebut.

Pandangan politik Zahedi yang cenderung fasis dan anti komunis membuat ia dapat menerima kepentingan dan kehadiran Inggris dan AS di bumi Iran.

Singkat cerita, Pada 19 Agustus 1953, bersama kelompok-kelompok pro Shah Iran yang meneriakkan yel-yel anti pemerintah di sekitar kediaman Mossadeq, Jenderal Zahedi mengerahkan beberapa satuan militernya. Saat itu juga pihak militer menahan Mossadeq, dan Zahedi segera mengeluarkan pengumuman bahwa telah terjadi pergantian kekuasaan di Iran. Bersamaan dengan itu, Shah Reza yang saat itu tengah mengasingkan diri menunggu perkembangan situasi, diminta segera kembali ke Iran.

Sekembalinya Shah Pahlevi ke Iran, skenario AS dan Inggris semakin mulus, dengan diangkatnya Jendral Zahedi sebagai perdana menteri baru menggantikan Mossadeq yang sudah dikenakan status tahanan rumah.

Sejak itu, Shah Iran menerapkan sistem monarki absolute selama 26 tahun dan menguasa seluruh kendali atas kekuasaan negara, dan baru terguling dari kekuasaan pada 1979, ketika terjadi Revolusi Islam Iran yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini.

Membaca Ulang Kesaksian Kermit Roosevelt Ihwal Kudeta 1953

Untuk menangkap detil-detil operasi intelijen CIA-MI-6 yang mungkin tanpa sengaja terungkap dari kesaksian para perancang dan pelaku operasi, penulis membaca buku karya Kermit (Kim) Roosevelt, Counter Coupthe Struggle for the Control of Iran. Kim Roosevelt, pada 1953 atas kesepakatan bersama Amerika dan Inggris, ditunjuk sebagai Field Commander/Komandan lapangan dari operasi intelijen bersandikan Operasi AJAX, untuk menggusur Mossadeq secepatnya.

Satu aspek kisah yang entah dia sadari atau tidak, dalam modus operandi gerakan mereka ini, ternyata mengandalkan agen-agen lokal di Iran yang di buku ini, Kim menyebut dua bersaudara Nossey dan Chafron. Kakak tertua seorang pengacara handal, dan adiknya seorang wartawan lokal Iran. Mulanya saya tidak terlalu anggap penting data in, namun setiap kali membaca buku ini berulang-ulang, Nossey dan Chafron ini menjadi mata-rantai yang menarik dari kisah kesaksian Kim Roosevelt.

Selain koneksinya yang luas di Iran dan punya daya tembus ke ring satu istana Shah Iran, dua bersaudara ini ternyata jadi andalan Kim beserta tim intelijen strategis gabungan AS-Inggris, untuk menggalang beragai elemen strategis di Teheran, termasuk sayap sayap militer agar mendukung skema penggulingan Mossadeq. Yang diikuti dengan aliansi baru Shah Iran dan Perdana Menteri baru Jenderal Fazlolah Zahedi.

Anehnya, baik Kim Roosevelt sebagai sutradara penggulingan Mossadeq maupun para petinggi intelijen Inggris, meski telah dilobi oleh Nossey dan Chafron, namun sama sekali gelap tentang dua orang ini. Kenyataan bahwa dua bersaudara inilah yang meyakinkan Roosevelt maupun pihak Inggris bahwa Mossadeq bisa digulingkan melalui kudeta dengan dukungan Shah Iran dan militer, membuktikan bahwa kedua bersaudara ini bekerja juga dengan kalangan-kalangan strategis di dalam dan luar negeri Iran.

Apakah ini cuma trik Roosevelt untuk menyamarkan identitas dua bersaudara ini? Atau jangan jangan Operasi Kim Roosevelt ini sejatinya memang berada dalam pantauan kekuatan-kekuatan yang lebih besar. Yang berada di luar jangkauan Kim dan kawan kawan.

Tata Kelola Migas Iran Pasca Kudeta

Setelah Iran pasca kudeta, terjadilah tata ulang dalam pengelolaan Migas di Iran. AIOC akhirnya dirubah menjadi sebuah konsorsium yang didalamnyua ada 5 perusahaan minyak asal AS yang memegang sebagian sahamnya.

Meski kesepakatan profit sharing 50%-50%, yang berarti 50 persen keuntungan yang dihasilkan oleh konsorsium itu dibayarkan ke pemerintahan Iran, tapi pembukuan dan laporan keuangan konsorsium ini tertutup rapat bagi auditor Iran. Bahkan, orang-orang Iran yang berkolaboasi dengan AS dan Inggris, tidak pernah diberi peluang untuk menduduki salah satu posisi dalam board of directors konsorsium tersebut.

Dengan demikian, sejak kejatuhan Mossadeq, AIOC praktis berada dalam genggaman perusahaan-perusahaan minyak AS, sehingga mereka lah yang mengendalikan eksploitasi minyak di Iran.

Tak heran ketika Revolusi Iran pada 1979 berhasil menumbangkan rejim Shah Reza Pahlevi, rakyat Iran beranggapan bahwa kebijakan ekonomi pemerintahan Shah Reza sama sekali tidak memberi manfaat bagi masyarakat Iran. Alhasil, karakteristik dan postur politik Iran pasca Revolusi Islam 1979 amat sarat diwarnai oleh sentimen anti AS, karena dipandang sebagai negara adidaya yang berada di balik kebijakan perekonomian Shah Reza yang tidak pro rakyat.

Selama lebih dari 40 tahun pasca penggulingan Mossadeq, AS sendiri tak pernah secara terbuka mengakui keterlibatannya dalam peristiwa itu. Meski beberapa bukti mengarah pada keterlibatan AS dalam penggulingan Mossadeq, termasuk dukungannya terhadap praktek-praktek tangan besi Shah Reza, para pejabat di Washington yang terkait dengan persoalan  ini sangat sulit diperoleh. Lebih daripada itu, terdapat indikasi yang cukup  bahwa dokumen-dokumen tersebut sengaja dimusnahkan untuk menghapus sidik jari AS dalam urusan Dalam Negeri Iran.

Namun pada 2000, AS mulai memperlihatkan tanda-tanda secara terbuka mengakui keterlibatannya dalam operasi rahasia penggulingan Mossadeq pada 1953. Pengakuan ini disampaikan oleh Madeleine Albright yang kala itu masih Menteri Luar Negeri AS. Ia menyatakan: “Intervensi yang dilakukan oleh AS terhadap urusan internal Iran merupakan langkah mundur bagi sebuah pemerintahan demokratis di negeri itu.”Meski masih remang-remang, pengakuan yang dilontarkan oleh seorang pejabat tinggi di Washington, meski tanpa permintaan maaf dan penyesalan, merupakan sikap resmi pertama yang diperlihatkan oleh AS terkait dengan operasi terselubung negeri itu di balik penggulingan Mossadeq.

Presiden Obama, dalam kunjungannya ke Mesir malah lebih jelas lagi karena secara eksplisit menyebut Iran. “Di tengah Perang Dingin, AS telah memainkan peran penting dalam penggulingan sebuah pemerintahan demokratis di Iran.”  Jelas ini merupakan pengakuan terbuka atas apa yang telah dilakukan oleh negaranya di Iran pada 1953.

Lantas mungkinkah Indonesia menyerap inspirasi dari prakarsa yang diambil oleh parlemen Iran dengan diloloskannya UU menggugat AS ke Mahkamah Internasional? Berbagai studi dan kajian terkait meletusnya G-30 S 1965 yang mengarah pada indikasi dan bukti-bukti keterlibatan CIA dan arahan dari korporasi minyak dan tambang yang berada dalam kendali Texaco Group dalam mengondisikan gejolak politik yang mengarah pada kejatuhan Bung Karno pada 1966, kiranya penting untuk diungkap.

Seruan yang disampaikan oleh parlemen Iran sendiri cukup signifikan dengan mendesak pemerintah segera membentuk semacam komisi untuk melakukan studi dan kajian terhadap berbagai isu terkait keterlibatan AS dalam penggulingan Mossadeq, dan melaporkan hasil temuannya 6 bulan sebelum pemerintah Iran secara resmi melakukan gugatan kepada Mahkamah Internasional. Dan meminta pertanggungjawaban dari pemerintah AS.

Sungguh inspiratif langkah yang dilakukan Iran tersebut, dan patut jadi bahan pertimbangan para elit strategis Indonesia dalam menata ulang arah kebijakan luar negerinya ke depan.  



 

Senin, 16 September 2013

MTQ Internasional di Rusia



13792949071910716884
Hujan yang mengguyur Moskow sejak malam hari hingga penyelenggaraan MTQ Internasional ke XIV tidak menghalangi pengunjung untuk datang. 
Hujan rintik-rintik membasahi Bumi Moskow kemarin,  hari Minggu tanggal 15 September 2013, hujan musim gugur yang turun sejak pagi hingga malam hari, tak henti-hentinya, biasa, hujan jenis ini memang biasanya lama, dibandingkan dengan hujan yang tiba-tiba jatuh dengan derasnya yang biasanya sebentar. Hujan yang sejak pagi ternyata tidak menghalangi panitia, peserta, dewan juri dan para penonton untuk menghadiri Musabaqoh Tilawatil Qur’an Internasional yang ke XIV di Moskow, Rusia, selanjutnya disingkat MTQI XIV.
Ya diam-diam, Rusia sudah mengadakan MTQI yang sudah ke empat belas kali, luar biasa! Bisa anda bayangkan negara yang dulunya komunis dan selalu dianggap buruk, terutama oleh media Barat, khususnya film-film Barat produk Hollywood, Rusia selalu menjadi obyek yang terus menerus dikonotasikan keburukan, sampai saat ini! Lihat saja filmnya Tom Cruise, “The Ghost Protocol”, atau filmnya Bruce Willis, “  A Good Day to Die Hard” sebagai contoh saja, disamping film-film James Bond!
13792950411503313392
Panggung MTQ Internasional ke XIV di Moskow yang megah dengan layar lebar di latar belakang. Pembawa acara sedang menyebutkan nama peserta yang akan diberikan piagam oleh panitia. 
Ya maklum ” perang dingin” yang katanya selesai, ternyata masih berlanjut sampai sekarang! Lihat saja kasus Syria, dibelakang perang saudara antara pemerintah Syria dengan pihak oposisi ternyata di “belakang” perang tersebut ada Rusia  dipihak pemerintah Syria dan AS dipihak oposisi dan dunia pun gonjang ganjing dibuatnya, hingga harga minyak meroket dan dollar kuat dihadapan mata uang di berbagai belahan dunia!
Syria, ya Syria ternyata unik, di tengah-tengah perang yang berkecamuk di negara mereka, Syria tetap mengutus Qorinya untuk ikut lomba hafid Al Qur’an pada MTQI ke XIV di Moskow ini, Syria berada dibarisan diantara negara-negara lain,  berikut ini: Belgia, Inggris, Brunui Darussalam, Belanda, Mesir, Yaman, Indonesia, Indonesia, Kuwait, Kirgistan, Libanon, Libya, Mauritania, Malaysia, Mali, Maroko, Nigeria, Aman, Uzbekistan, Rusia,Syria, Sudan, Tajikistan, Tanzania, Tunia, Turky, Finlnadia, dan Chad .
1379295274748033317
Panitia, peserta, pemenang, dewan juri dan Mufti Rusia, Imam Ravil Gaitnuddin, foto bersama pada akhir penutupan MTQ Internasional ke XIV. 
Nama negara tersebut tidak disusun secara alpabet, peserta dari negara-negara disebut oleh pembawa acara dengan bahasa Arab dan bahasa Rusia, satu persatu ketika mendapat piagam penghargaan atas keikut sertaan mereka pada MTQI ke XIV di Moskow ini. Oya, beda dengan tahun yang lalu, baik tempat maupun pesertanya. Dua tahun lalu secara berturut-turut bertempat di Hotel Cosmos dekat metro WDNH, di utara Moskow. Sebelumnya lagi di Hall dekat menara Otankino yang terkenal itu. Sekarang tempat MTQI ke XIV pindah ke arena olah raga internasional Luzniky, bagi pecinta bola pasti ingat dengan Final Piala Champion di Moskow, nah tempatnya bersebelahan dengan gedung tempat MTQI ini.
Lagi lagi keunikan sendiri, di arena gedung olah raga di buat acara MTQI, ini hampir sama dengan cara yang dikemas Ustadz Yusuf Mansur yang menyelenggarakan acara penghapal Al Qur’an di Gelora Senayan belum lama ini, mungkin alasan sama, keterbatansan tempat! Mengapa?Ya karena pengunjung MTQI ke XIV ini ternyta membludak, ribuan orang, padahal kalau dilihat tempatnya lebih praktis di tempat MTQI sebelumnya, di Hotel Cosmos yang lebih dekat ke Metro, nah lokasi yang sekarang ada di tengah-tengan antara Metro Sportifnaya dengan Metro Varobevigory.
1379295655344594216
Penonton full, penuh. Suatu hal yang luar biasa, mereka begitu antusias menyaksikan para penghapal Al Quran
Sampai-sampai pihak panitia menyediakan Bus Gratis dari Metro Varobevigory, karena mungkin tiket yang sudah relatif mahal dari  mulai 400-1000 rubel atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 150.000-Rp 375.000! Namun tiket yang relatif mahal itu tak mengurangi penonton untuk menyaksikan para penghapal Al Qur’an yang hadir dari berbagai negara di dunia. Yang absen Amerika Serikat, tahun lalu Amerika Serikat ikut, mungkin karena urusan politik yang lagi “panas dingin” dengan Rusia karena masalah Syria, AS tidak  mengirim utusannya.
Dan yang perlu diaungkan jempol adalah Syria, mengapa? Karena utusan Syria yaitu Yasin Samawi berhasil menggodol juara atau pemenang pertama pada MTQI ke XIV di Moskow ini, mantap! Bayangkan di tengah-tengah negaranya yang kecamuk dan nyaris perang saudara dan hampir tiap hari diberitakan di TV-TV secara internasional di BBC, CNN, Euronews, RT( TV Rusia berbahasa Inggris) dan lain sebagainya, namun para penghapal Al Qur’an di negara mereka terus berjalan, tentus saja yang dikirim oleh Syria sudah diseleksi secara nasional di negaranya, kalau tidak mana bisa menang dan menjadi juara pertama! Dan berturut pemenag yang lainnya adalah Khalifah dari Libya dan Usman dari Kuwait.
13792957772011757038
Ini dia pemenang pertama pada acara MTQ Internasional ke XIV di Moskow, Yasin Samawi dari Syria, walau negaranya sedang kacau, tapi semangat menghapal Al Quran tak reda, hebat. 
Lalu bagaimana dengan peserta dari Indonesia? Ada,  dan biasa, cukup menjadi penggembira saja, saya tak tulis namanya, yang penting sudah ikut dan menambah wawasan, ya maklum, mungkin karena memang tidak diseleksi pada MTQ nasional, saya kurang tahu, yang jelas hampir setiap tahun ikut, namun belum dapat-dapat juga dan pengirimnya pun beda-beda, jadi tidak terstruktur dengan baik, ya apa boleh buat, negara kita memang masih demikian adanya, jadi carut marutnya bukan hanya di masalah politik, tapi hampir ke semua sektor. Namun sebagai negara berkembang, ya cukup senang ada pesertanya, padahal kalau dari jumlah penduduknya yang mayoritas Islam dan terbanyak di dunia penduduknya yang beragama Islam, idialnya masalah peserta MTQ ini dapat diatas dengan baik.
Tapi sudahlah, kita kembali ke acara MTQ,  yang dibuka oleh Mufti besar Rusia, Imam Ravil Gaitnuddin, kurang lebih jam 15.00 WM, dimana gedung yang disewa ini baru di buka jam 14.00 WM, walau para pengunjung banyak yang sudah hadir sebelum jam tersebut dan di luar hujan, tetap saja gedung belum di buka! Ini Rusia Bung! Hujan,  ya tanggung sendiri dan pintu tetap belum dibuka sebelum waktunya, padahal petugasnya ada di dalam!
Begitu juga setelah acara selesai dan waktunya sudah habis, pengunjung “diusir” di suruh ke luar, walau di luar masih hujan, ini Rusia Bung! Tak ada pertimbangan, kasihan orang pada kehujanan,  yang tak bawa payung pakaian mereka basah! Waktu ke luar ya ke luar, waktunya masuk ya masuk, tak ada urusan dengan hujan! Dan pintu detektor tetap diberlakukan, pihak keamanan tak mau ambil resiko, walau jelas-jelas orang mau menonton para hafiz Qur’an, bukan hura-hura! Tapi sekali lagi, ini Rusia Bung.
1379296366184342276
Di arena MTQ Internasional ke XIV di koridornya selain ada kafe, penjualan souvenir, ada juga pameran jilbab. Jilbab di Rusia tak dilarang danJilbab bukan hantu yang perlu ditakutkan. Wanita muslimah Rusia sebagian besar berjilbab. 
Namun secara keseluruhan semua berjalan lancar dan tertib, apa lagi ketika Syek Abu Bakar sang hafiz Al Qur’an dari Saudi Arabia , tamu khusus yang diundang panitia untuk tampil di depan audian, ketika Syekh berjalan ke panggung, pengunjung takbir” Allahu Akbar!… Alahu Akbar!” Dan ketika sudah sampai di panggung, kemudian duduk,  lalu keluarlah lantunan ayat-ayat Al Quran dari suara Beliau yang merdu, pengunjung langsung sepi… hening…dan suara alunan surat Ar Rahman yang Beliau kuamandangkan, seakan menyihir semua pengunjung, semua terpaku diam! Dan ”fabiayyi alaa irobbikumaa tukajibaan, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Ayat ini berulang-ulang dikumandangkan oleh Beliau.
Oya ada tambahan yang menarik, ternyata ada hadiah kejutan dari pihak sponsor, dari berbagai negara, khususnya Saudi Arabia, Iran, Turky dan lain-lain. Apa itu? Hadiah Umroh bagi mereka yang nomor tiketnya diundi, lalu keluar! Yang mengambil undian tiga orang anak Rusia, yang secara bergantian mengambil kumpulan nomor kursi dalam tabung yang diputar sebelumnya, maka keluarlah tiga orang yang mendapat hadiah Umroh! Alhamdulillah, dengan demikian tambah lagi orang-orang akan berkunjung ke “rumahNya” yang berasal dari Rusia!

Jumat, 13 September 2013

Misteri Situs Gunung Padang

Situs Megalitikum Gunung Padang di Cianjur - Jawa Barat
Situs Megalitikum Gunung Padang di Cianjur – Jawa Barat
Inisiator Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Gunung Padang, Andi Arief menyatakan, tim mereka sedang menulis laporan lengkap hasil riset Gunung Padang, yang melibatkan sejumlah disiplin ilmu. Laporan riset ini, diharapkan menjadi masukan untuk Presiden SBY, dalam memberikan arahan selanjutnya.
Ada empat lapisan kebudayaan di Situs Gunung Padang, Cianjur – Jawa Barat, yakni lapisan 600 tahun sebelum Masehi, 4.900 tahun sebelum Masehi, 11.500 tahun sebelum Masehi serta 25.000 tahun sebelum Masehi.
Hasil temuan di lapisan 3 dan 4 sangat berbeda dengan lapisan 1 dan 2. Lapisan 1 dan 2 secara otomatis UU Cagar Budaya menyatakan itu wajib ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pemerintah daerah.
“Lapisan 3 dan 4 yang “sangat istimewa” dan “tiada duanya” di dunia. Temuan ini kelihatannya bukan wilayah Kemendikbud,” ujar Andi Arief.
“Kita akan meminta arahan Presiden, ke instansi manakah “teknologi dahsyat” dan “bermanfaat buat rakyat” ini diserahkan. Apakah kepada Kementerian Pertahanan, Kementerian ESDM, TNI-POLRI, semuanya sesuai arahan Bapak Presiden”, tambah Andi.
“Tugas keilmuan tim ini telah berhasil menemukan sesuatu yang indah pada waktunya. Living monument buah mahakarya leluhur kita ditemukan oleh kita sendiri. Jika kolonialisme mencari ini 350 tahun, Tuhan memberi kemudahan bagi kita semua untuk menemukannya hanya dalam tempo 2,5 tahun,” ujar Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial itu.
Riset terakhir yang dilakukan adalah pengambilan citra situs, mirip dengan teknik USG pada wanita hamil saat melihat kandungan. Kini tim sedang menunggu sejumlah hasil uji laboratorium atas beberapa sampel baru.
TTRM secepatnya akan menyelesaikan kewajiban kepada warga, tenaga lokal, rental alat dan lain-lain. Selama ini TTRM bekerja mandiri, tidak dengan uang negara. TTRM berharap bisa menutup galian ekskavasi bersama masyarakat.
Konstruksi Arsitektur  Situs Megalitik Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat (photo:http://nrmnews.com)
Konstruksi Arsitektur Situs Megalitik Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat (photo:http://nrmnews.com)
Danny H. Natawidjaja, Koordinator TTRM Gunung Padang, mengungkapkan, penelitian tim terpadu selama ini, banyak kemajuan positif untuk mengungkap tuntas situs purba tersebut. Temuan-temuan sejauh ini menyimpulkan situs Gunung Padang sangat istimewa, antara lain bisa dilihat dari luas situs dan ketinggian yang bahkan lebih besar dari Borobudur. Belum lagi jika menyinggung bahwa situs itu dibangun lebih dari satu lapis budaya.
Apa Keistimewaan Situs Gunung Padang ?
Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi mengatakan, ada temuan yang sangat istimewa dan teknologi dasyat di situs Gunung Padang, yang kemungkinan bukan wilayah Kemendikbud, melainkan Kementerian Pertahanan, Kementerian ESDM, atau TNI-POLRI. Apa sebenarnya temuan itu ?. Andi belum menjelaskannya.
Ketua Tim Penelitian Terpadu Mandiri Gunung Padang, Ali Akbar sedikit memberi gambaran tentang temuan istimewa itu. Hasil penelitian tim arkelologi Situs Megalitikum Gunung Padang, di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Cianjur ditemukan struktur bangunan yang bentuknya jauh berbeda dengan struktur bangunan Gunung Padang yang saat ini terlihat secara kasat mata.
situs-megalitikum-gunung-padang-1
Pada eskavasi yang dilakukan di kedalaman 1 hingga 4,5 meter, ditemukan batuan yang justru tidak saja hanya disusun namun sudah direkatkan dengan campuran semacam semen purba.
“Pada kedalaman 1 hingga 4,5 meter ini, telah diteliti dan diuji Laboratorium Beta Analityc Radiocarbon Dating (BETA) di Miami, Amerika Serikat. Diketahui usai banguann itu sekitar 4500 SM, namun mempunyai teknologi mendirikan bangunan lebih canggih dibanding di struktur luarnya yang diperkirakan berusia 500 SM,” ucap Ali Akbar.
Peradaban pada usia bangunan lebih tua, justru mempunyai peradaban yang tinggi dibanding peradaban pada bangunan di atas dengan usia lebih muda. Hal ini menandakan adanya penurunan peradaban entah disebabkan karena bencana alam atau peperangan yang membuat sejumlah manusia saat itu menghilang/musnah.
Konstruksi Tersembunyi Situs Gunung Padang
Konstruksi Tersembunyi Situs Gunung Padang
Semen Purba dari Besi
Tinggi peradabaan pada era sebelaumnya, juga ditandai dengan kompisisi semen purba yang sudah mengandung besi. Padahal, dalam batu yang juga mengandung unsur besi, hanya ditemukan palingbanyak 3 persen kandungan besi.
“Setelah kami teliti juga ada kandungan besi yang lebih dominan dalam struktur pada kedalaman sekitar 4,5 meter yang mencapai 45 persen kandungan besi, 15 persen tanah liat, dan sisanya silika,” ucapnya.
Dari temuan tersebut, tim menduga manusia di situs Gunung Padang ini telah megetahui kandungan besi yang bisa merekatkan bebatuan.
“Mereka tahu batu mana saja yang mengandung besi lalu mereka tumbuk dan kemungkina mereka bakar pada panas tertentu untuk melelehkan dan dicampur tanah liat dengan beberapa bahan, sehingga terciptalah semen purba. Ini menunjukan peradaban yang sangat tinggi saat itu,” ucapnya.
Bahkan, diantara struktur tersebut ditemukan pecahan logam besi sepanjang 10 centimeter. Pembangunan itu diduga dilakukan oleh beberapa generasi.
gunung-padang
Sebagai pembanding, Candi Prambanan yang dibuat pada sekitar 800 Masehi didirikan di atas tanah urukan setebal 14 meter.  Jika di Gunung Padang ditemukan susunan batu buatan manusia sampai dengan kedalaman 8 meter, maka dunia pun akan tercengang.
“Pada kedalaman tersebut kemungkinan akan ditemukan bukti peradaban umat manusia pada 11600 SM. Padahal peradaban besar dunia baik di Mesopotamia, Mesir, maupun Yunani yang tertua berusia sekitar 4000 SM,” ujarnya.
Bentuk struktur bangunannya pun jauh berbeda dibanding banguann luar Gunung Padang. Beberapa batu yang direkatkan dengan semen, diduga merupakan dinding bangunan yang bentuknya tidak berundak.
Apakah yang dimaksud Andi Arif dengan temuan sangat istimewa dan teknologi dasyat di situs Gunung Padang -bisa terkait Kementerian Pertahanan, Kementerian ESDM, atau TNI-POLRI-, adalah teknologi semen besi tersebut ?. Kita tunggu penjelasan Presiden SBY.

Postur Kekuatan Militer Indonesia Saat Ini dan Masa Depan

S-60 57mm,  Meriam Perisai Angkasa 'Sepuh' Arhanud TNI AD (photo:Arhanud)
S-60 57mm, Meriam Perisai Angkasa ‘Sepuh’ Arhanud TNI AD (photo:Arhanud)
Jika Australia hendak menyerang Indonesia, mungkin RAAF bisa menembus wilayah udara Indonesia untuk membom Jakarta. Namun bombardir itu tidak banyak mempengaruhi kekuatan militer Indonesia. Begitu pula dengan Angkatan Laut Australia dapat menembus perairan Indonesia dan mendarat di garis pantai. Namun setelah tiba di garis pantai, apa yang bisa mereka lakukan ?. Tidak banyak, karena jumlah pasukan Indonesia yang besar menjadi keunggulan Indonesia. Jika skenarionya dibalik Indonesia yang menyerang ke Australia, maka Indonesia belum memiliki kekuatan untuk itu. Konsep realistis Indonesia di renstra 1 dengan keterbatasan ini adalah, membentuk militer yang bersifat self defence. Berperang di wilayah sendiri, untuk mengusir agresor atau mengawasi flash point.
Saat ini belum semua alutsista TNI AD mengalami modernisasi. Dengan kondisi tersebut, dapat kita lihat Angkatan Darat memperkuat pasukan yang bersifat mobile, yang bisa digerakkan ke wilayah manapun dalam waktu cepat. Target ini dimasukkan dalam Rencana Strategis 1 (Renstra 1 :2010-2014) dengan munculnya pembelian MBT Leopard 2, IFV Marder, MLRS Astros II, Meriam Caesar 155 mm, ATGM NLAW, kendaraan taktis, hingga helikopter serang Apache AH-64 E. Semua yang dibeli bersifat mobile, dalam artian dapat digerakkan dengan cepat diangkut melalui kapal permukaan maupun pesawat angkut Hercules.
Untuk meningkatkan mobilitas pasukan mobile, Indonesia menambah pesawat angkut dengan membeli Hercules eks RAAF Australia. Begitu pula dengan persenjataan dan kemampuan prajurit Kostrad, terus ditingkatkan. Jangan heran, alutsista baru TNI AD, biasanya diserahkan kepada Kostrad. Hal ini karena pasukan Kostrad yang bisa digerakkan kemanapun di wilayah tanah air. Mereka tidak punya wilayah. Wilayah yang mereka tempati berada di bawah kendali Panglima Kodam.
Konsep renstra 1 Angkatan Darat, menyerupai target yang dikejar oleh TNI AU. Mereka menyiapkan fighter dan pesawat tempur yang bisa bergerak cepat, bertarung secara sengit di wilayah manapun di Indonesia. Angkatan Udara harus tampil prima, di tengah minimnya kemampuan arhanud dan pertahanan wilayah Indonesia. Untuk itu, Skuadron Sukhoi telah dilengkapi rudal berbagai jenis, dari air-to-air, air-to-ground, hingga rudal penghancur radar.
Pada renstra 1, pesawat tempur sukhoi TNI AU telah genap satu skuadron (16 pesawat ). Mereka juga mendapatkan tambahan satu skuadron (16 pesawat) pesawat super tucano untuk tempur taktis “close air support”, intai serta serangan anti-gerilya. Ada lagi 30 pesawat F-16 block 25/32 retrofit eks AS, serta pesawat latih T-50 i dari Korea Selatan yang bisa digungsikan sebagai air support, serta  UAV Heron komposit untuk pengawasan.
Di renstra 1, kekuatan Angkatan Laut ditujukan untuk bisa menghadapi ancaman aktual di beberapa flash point. Fokus utama untuk renstra 1 adalah ancaman di wilayah Ambalat.
TNI AL telah memperkuat armada kapal selam mereka. Angkatan Laut juga membangun kekuatan strategis untuk kapal permukaan dengan memasang rudal yakhont 300 km di kapal Van Speijk Class. Menggabungkan sistem rudal Rusia dengan Kapal Nato patut dibanggakan. Jika pada uji pertama rudal yakhont overshoot terhadap sasaran, maka pada uji kedua telah mengenai sasaran. Betapa kuatnya daya hancur rudal yakhont, dalam hitungan detik kapal sasaran tembak langsung tenggelam. Ujicoba ketiga nanti seharusnya ditujukan terhadap sasaran bergerak dengan jangkauan 250-300km, untuk mengatahui apakah rudal yakhot frigate van speijk mampu men-tracking terus menerus sasaran yang bergerak. Ujicoba penembakan jarak jauh ini memerlukan helikopter OTHT yang sedang disipakan TNI AL.
Kemampuan TNI AL memasang rudal yakhont di kapal sistem Nato, merupakan modal besar bagi TNI AL dan harus terus mengembangkannya secara maksimal. Bayangkan saja, kapal-kapal tua Indonesia menjadi disegani jika proyek rudal yakhont bisa sukses menghantam sasaran yang bergerak.
Marinir mendapatkan tambahan 17 Tank BMP-3F. Marinir membutuhkan masih  95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3FK, dan 4 unit tipe BREM-L (photo:Dispenal)
Marinir mendapatkan tambahan 17 Tank BMP-3F. Marinir masih membutuhkan 95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3FK, dan 4 unit tipe BREM-L (photo:Dispenal)
Untuk modernisasi, TNI AL juga memesan 2 PKR Sigma ke Belanda serta membeli 3 light frigate Nakhoda Ragam Class dari Inggris. Sementara untuk urusan kuantitas, TNI AL membangun kapal-kapal kecil dengan kemampuan serang rudal. Diharapkan pada tahun 2013 ini KCR-60 pertama pesanan TNI AL sudah bisa diluncurkan plus dengan kemampuan serang rudal. Adapun untuk Marinir, pasukan ini mendapatkan tambahan 17 Tank BMP-3F. Marinir membutuhkan 95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3FK, dan 4 unit tipe BREM-L dan akan penuhi secara bertahap.
Budget Renstra 2010-2014 untuk modernisasi Alutsista TNI, dianggarkan Rp 156 triliun, dengan Base Line Rp. 99 triliun dan On–Top Rp 57 triliun. Alhasil alutsista yang datang pada renstra 1 cukup membanggakan. 50 % dari budget tersebut, untuk pengembanagn dan modernisasi alutsista Angkatan Darat.
Bagaimana dengan Renstra II tahun 2015-2019 ?.
Pemerintah Indonesia membagi tiga tahapan Rencana Strategis (Renstra) dalam pembangunan Minimum Essential Force (MEF) untuk membentuk kekuatan pertahanan yang memadai. Fokus dari MEF ini adalah menitikberatkan pembangunan dan modernisasi alutsista beserta teknologinya, untuk menghadapi ancaman aktual di beberapa flash point. Diantaranya, permasalahan perbatasan wilayah negara, terorisme, separatisme, konflik horisontal/komunal, pengelolaan pulau kecil terluar, serta turut serta dalam bantuan bencana.
Renstra II merupakan titik krusial yang bila dilalui dengan benar, akan membuat postur pertahanan Indonesia mandiri dan semakin berwibawa. Namun tantangan di renstra II ini sangat berat.
Untuk urusan Angkatan laut, saat ini Kementerian Pertahanan sedang menggarap proyek kapal selam Changbogo dengan Korea Selatan. Ditargetkan pada tahun 2015, kapal selam ketiga akan dibangun di PT PAL Surabaya, Jawa Timur. Begitu pula dengan kapal perang Perusak Kawal Rudal Sigma Belanda yang diharapkan bisa dibangun di Indonesia, menjadi program Korvet nasional atau Frigate Nasional.
Untuk Angkatan Udara, Kemenhan juga mempunyai proyek pembuatan fighter IFX/KFX dengan Korea Selatan, yang diharapkan prototype-nya selesai tahun 2015. Sementara Angkatan Darat sedang mengembangkan Tank Medium Pindad bekerjasama dengan Turki. Sementara di bidang peroketan, Indonesia sedang mengembangkan Roket Lapan, Rhan serta C-705.
Kalau proyek itu terealisasi, maka Indonesia bolehlah berbangga hati karena telah move-on. Tapi jika tidak berhasil, berarti kemampuan negeri ini baru sebatas membeli alutsista, dan akan semakin tertinggal dari negara-negara “satu lechting”, seperti; India, Pakistan, Iran, Turki, China, Korea Selatan, bahkan Korea Utara.
Pekerjaan rumah lainnya bagi pertahanan Indonesia adalah mengintegrasikan berbagai alutsista, di tengah kebijakan pengadaan alutsista yang menganut azas, perimbangan sumber dari negara barat dan Rusia. Perimbangan pengadaan alutssita dari dari negara barat dan Rusia ini, sebenarnya bisa dikatakan membuat pusing kepala. Bayangkan saja, anda membeli dua alat berteknologi canggih dari luar negeri yang mana anda tidak bisa membuatnya. Setelah anda beli, kedua alat itu harus anda integrasikan. Tentu ini tantangan yang berat dan perlu dikaji kembali. TNI harus memiliki platform yang jelas bagi sistem pertahanan laut, darat dan udara, untuk bisa diintegrasikan.
Pada renstra 2 akan ada pembentukan dan penempatan pasukan di beberapa wilayah strategis, seperti Divisi III Marinir di Sorong Papua. Sebanyak 15.000 pasukan marinir akan ditempatkan secara bertahap, untuk mendukung keamanan dan pertahanan di komando wilayah laut timur. Angkatan Laut juga membangun Pangkalan Kapal Selam baru di Palu, Sulawesi Tengah.
Sementara Angkatan Darat terus mengembangkan pasukan di bawah Kodam XII Tanjungpura yang berbatasan dengan Malaysia. Antara lain, Denzipur-6/SD di Anjungan menjadi Yonzipur di Mempawah, kemudian validasi Yonarmed 16/105 menjadi Yonarmed 16/Komposit di Ngabang, Kabupaten Landak serta pengembangan Denkav-2 Pontianak menjadi Yonkav. Kodam XII TPR bermarkas di Kabupaten Kubu Raya membawahi provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Latihan gabungan TNI 2013
Latihan gabungan TNI 2013
Pertahanan Udara jarak Menengah
Tensi konflik di Laut China Selatan terus meningkat. Kabar terakhir, Pemerintah Filipina melaporkan China telah menyimpan balok-balok beton di Karang Scarborough. Filipina tidak bisa berbuat banyak. Konflik antara China dengan Filipina di Scarborough serta China dengan Jepang di Pulau Senkaku, diperkirakan akan terus meningkat.
Jika India dan China telah membangun kapal induk, tentu sangat wajar jika Indonesia memiliki destroyer atau the real frigate yang memiliki kemampuan pertahanan dan persenjataan yang baik. Indonesia harus berpikir out of the box dan jangan menyamakan alutsistanya dengan negara-negara kecil. Negara besar harus memiliki pertahanan yang kuat tapi teduh. Sekali -kali Indonesia-lah yang mengambil inisiatif dan angkatan bersenjata lain yang mengikuti. Keberadaan Destroyer akan menjadi lompatan bagi TNI AL sekaligus pelindung bagi armada laut Indonesia. Moto “di Laut Kita Jaya”, akan kembali dengan keberadaan destroyer ini. Operasi destroyer ini akan dijaga oleh kapal selam kilo class/ amur class yang sudah ditawarkan oleh Rusia untuk Indonesia.
Malaysia berencana membeli rudal anti kapal permukaan Brahmos, untuk melengkapi arsenal fighter Sukhoi mereka. Katakanlah jika pecah konflik di Ambalat, elemen mana yang akan melindungi armada laut Indonesia ?. Rudal itu bisa ditembakkan dari jarak jauh dan pesawat penyerang pun langsung menghilang. Serangan ini sulit diantisipasi oleh Fighter Indonesia, karena akan terlambat untuk mengantisipasinya.
Kehadiran distroyer di Angkatan Laut sekaligus penggentar bagi pihak asing yang mencoba-coba merebut wilayah Indonesia. Sudah waktunya pula bagi Australia untuk mengubah cara pikir mereka, bahwa Indonesia adalah negara lemah yang kekuatan militernya di bawah mereka. Dari proyeksi pertahanan Amerika Serikat atas kekuatan China, maka Indonesia yang lebih membutuhkan destroyer dibanding Australia, untuk menstabilkan Laut China Selatan.
Pengadaan destroyer ini dapat disertakan dengan pembelian Helikopter Serang Apache AH-64E. Kalau AS mengijinkan Indonesia menggunakan Apache AH-64E, maka sangat wajar jika Indonesia meminta pembelian Destroyer. Indonesia harus ikut berperan aktif dalam pengamanan Laut China Selatan. Keberadaan Destroyer harus dikaitkan dengan pengamanan Laut China Selatan.
Diagram of the first and second island chains of China
Diagram first and second island chains of China tembus hingga ke Indonesia
Pihak TNI pernah meninjau destroyer milik AS. Chuck hagel juga kabarnya sempat menawarkan kapal perang kepada Indonesia, saat kontrak pengadaan Helikopter Serang Apache AH-64E.
Hal lain yang menjadi sorotan dari pertahanan Indonesia adalah tidak adanya pertahanan anti-udara jarak menengah. Kasus rencana serangan AS ke Suriah, menunjukkan betapa pentingnya sistem pertahanan jarak menengah sepeti S-300. Vladimir Putin saja mengakui sistem pertahanan S-300 menjadi faktor yang strategis bagi posisi pertahanan Suriah. Tidak heran, Iran pun mati-matian ingin mendapatkan sistem pertahanan anti-udara S-300 family.
Di jaman modern sekarang ini, peperangan dilakukan dari jarak jauh. Jika sebuah negara tidak memiliki pertahahan udara yang memadai, maka harus bersiap-siap untuk di-bully oleh lawan.
Kondisi SAM Indonesia saat ini memang memrihatinkan, karena mengandalkan S-60 retrofit, Bofors, Grom dan RBS-70 yang sudah tua. Ada pembelian startreak serta oerlikon skyshield, namun itu pun untuk pertahanan jarak pendek.
Usulan pengadaan pertahanan udara jarak menegah, sebenarnya sempat dilontarkan oleh Arhanud, karena situasi modern, sangat membutuhkan pertahanan menengah. Namun siapakah nantinya memegang sistem pertahanan udara jarak menengah-jauh  ini masih dilematis. Apakah di tangan Arhanud TNI AD atau di tangan TNI AU yang memang memiliki tugas pertahaan wilayah.
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sempat menyinggung tentang perlunya rudal jarak menengah. Semoga yang dimaksud Wamenhan bukan Astros II yang dipasang amunisi peluru kendali. Sistem anti-udara S-300 family buatan Rusia patut dijadikan kandidat. Konflik di Suriah menunjukkan S-300 merupakan senjata deteren bagi pihak lawan.
Untuk sistem rudal sejak dulu Indonesia telah dekat dengan Uni-Soviet/Rusia. Jika pada tahun 1960-an TNI memiliki rudal antikapal permukaan KS-1 Komet dan rudal anti-udara jarak pendek, kini TNI memiliki Yakhont dan seharusnya rudal anti-udara jarak menengah. Tujuan dari sistem senjata anti-udara jarak menengah-jauh ini, tidak lain untuk objek vital nasional yang bersifat strategis.
Untuk unsur pasukan, Kualitas dan jumlah personel pertahanan: Kostrad, Marinir, Paskhas terus ditingkatkan diselaraskan dengan keberadaan komponen Cadangan Pertahanan.
Tidak kalah penting adalah meningkatan kemampuan industri militer dalam negeri seperti: LAPAN, Pindad, PT PAL, PT DI, BPPT, PT Dahana dan sebagainya. Diharapkan pada renstra 2, tank medium Pindad telah menemukan bentuknya. Begitu pula dengan kapal selam Changbogo yang sudah diproduksi di dalam negeri, Roket Rhan, C-705 anti-kapal serta prototype IFX. Bagaimana menurut Anda ?