Halaman

Senin, 16 September 2013

MTQ Internasional di Rusia



13792949071910716884
Hujan yang mengguyur Moskow sejak malam hari hingga penyelenggaraan MTQ Internasional ke XIV tidak menghalangi pengunjung untuk datang. 
Hujan rintik-rintik membasahi Bumi Moskow kemarin,  hari Minggu tanggal 15 September 2013, hujan musim gugur yang turun sejak pagi hingga malam hari, tak henti-hentinya, biasa, hujan jenis ini memang biasanya lama, dibandingkan dengan hujan yang tiba-tiba jatuh dengan derasnya yang biasanya sebentar. Hujan yang sejak pagi ternyata tidak menghalangi panitia, peserta, dewan juri dan para penonton untuk menghadiri Musabaqoh Tilawatil Qur’an Internasional yang ke XIV di Moskow, Rusia, selanjutnya disingkat MTQI XIV.
Ya diam-diam, Rusia sudah mengadakan MTQI yang sudah ke empat belas kali, luar biasa! Bisa anda bayangkan negara yang dulunya komunis dan selalu dianggap buruk, terutama oleh media Barat, khususnya film-film Barat produk Hollywood, Rusia selalu menjadi obyek yang terus menerus dikonotasikan keburukan, sampai saat ini! Lihat saja filmnya Tom Cruise, “The Ghost Protocol”, atau filmnya Bruce Willis, “  A Good Day to Die Hard” sebagai contoh saja, disamping film-film James Bond!
13792950411503313392
Panggung MTQ Internasional ke XIV di Moskow yang megah dengan layar lebar di latar belakang. Pembawa acara sedang menyebutkan nama peserta yang akan diberikan piagam oleh panitia. 
Ya maklum ” perang dingin” yang katanya selesai, ternyata masih berlanjut sampai sekarang! Lihat saja kasus Syria, dibelakang perang saudara antara pemerintah Syria dengan pihak oposisi ternyata di “belakang” perang tersebut ada Rusia  dipihak pemerintah Syria dan AS dipihak oposisi dan dunia pun gonjang ganjing dibuatnya, hingga harga minyak meroket dan dollar kuat dihadapan mata uang di berbagai belahan dunia!
Syria, ya Syria ternyata unik, di tengah-tengah perang yang berkecamuk di negara mereka, Syria tetap mengutus Qorinya untuk ikut lomba hafid Al Qur’an pada MTQI ke XIV di Moskow ini, Syria berada dibarisan diantara negara-negara lain,  berikut ini: Belgia, Inggris, Brunui Darussalam, Belanda, Mesir, Yaman, Indonesia, Indonesia, Kuwait, Kirgistan, Libanon, Libya, Mauritania, Malaysia, Mali, Maroko, Nigeria, Aman, Uzbekistan, Rusia,Syria, Sudan, Tajikistan, Tanzania, Tunia, Turky, Finlnadia, dan Chad .
1379295274748033317
Panitia, peserta, pemenang, dewan juri dan Mufti Rusia, Imam Ravil Gaitnuddin, foto bersama pada akhir penutupan MTQ Internasional ke XIV. 
Nama negara tersebut tidak disusun secara alpabet, peserta dari negara-negara disebut oleh pembawa acara dengan bahasa Arab dan bahasa Rusia, satu persatu ketika mendapat piagam penghargaan atas keikut sertaan mereka pada MTQI ke XIV di Moskow ini. Oya, beda dengan tahun yang lalu, baik tempat maupun pesertanya. Dua tahun lalu secara berturut-turut bertempat di Hotel Cosmos dekat metro WDNH, di utara Moskow. Sebelumnya lagi di Hall dekat menara Otankino yang terkenal itu. Sekarang tempat MTQI ke XIV pindah ke arena olah raga internasional Luzniky, bagi pecinta bola pasti ingat dengan Final Piala Champion di Moskow, nah tempatnya bersebelahan dengan gedung tempat MTQI ini.
Lagi lagi keunikan sendiri, di arena gedung olah raga di buat acara MTQI, ini hampir sama dengan cara yang dikemas Ustadz Yusuf Mansur yang menyelenggarakan acara penghapal Al Qur’an di Gelora Senayan belum lama ini, mungkin alasan sama, keterbatansan tempat! Mengapa?Ya karena pengunjung MTQI ke XIV ini ternyta membludak, ribuan orang, padahal kalau dilihat tempatnya lebih praktis di tempat MTQI sebelumnya, di Hotel Cosmos yang lebih dekat ke Metro, nah lokasi yang sekarang ada di tengah-tengan antara Metro Sportifnaya dengan Metro Varobevigory.
1379295655344594216
Penonton full, penuh. Suatu hal yang luar biasa, mereka begitu antusias menyaksikan para penghapal Al Quran
Sampai-sampai pihak panitia menyediakan Bus Gratis dari Metro Varobevigory, karena mungkin tiket yang sudah relatif mahal dari  mulai 400-1000 rubel atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 150.000-Rp 375.000! Namun tiket yang relatif mahal itu tak mengurangi penonton untuk menyaksikan para penghapal Al Qur’an yang hadir dari berbagai negara di dunia. Yang absen Amerika Serikat, tahun lalu Amerika Serikat ikut, mungkin karena urusan politik yang lagi “panas dingin” dengan Rusia karena masalah Syria, AS tidak  mengirim utusannya.
Dan yang perlu diaungkan jempol adalah Syria, mengapa? Karena utusan Syria yaitu Yasin Samawi berhasil menggodol juara atau pemenang pertama pada MTQI ke XIV di Moskow ini, mantap! Bayangkan di tengah-tengah negaranya yang kecamuk dan nyaris perang saudara dan hampir tiap hari diberitakan di TV-TV secara internasional di BBC, CNN, Euronews, RT( TV Rusia berbahasa Inggris) dan lain sebagainya, namun para penghapal Al Qur’an di negara mereka terus berjalan, tentus saja yang dikirim oleh Syria sudah diseleksi secara nasional di negaranya, kalau tidak mana bisa menang dan menjadi juara pertama! Dan berturut pemenag yang lainnya adalah Khalifah dari Libya dan Usman dari Kuwait.
13792957772011757038
Ini dia pemenang pertama pada acara MTQ Internasional ke XIV di Moskow, Yasin Samawi dari Syria, walau negaranya sedang kacau, tapi semangat menghapal Al Quran tak reda, hebat. 
Lalu bagaimana dengan peserta dari Indonesia? Ada,  dan biasa, cukup menjadi penggembira saja, saya tak tulis namanya, yang penting sudah ikut dan menambah wawasan, ya maklum, mungkin karena memang tidak diseleksi pada MTQ nasional, saya kurang tahu, yang jelas hampir setiap tahun ikut, namun belum dapat-dapat juga dan pengirimnya pun beda-beda, jadi tidak terstruktur dengan baik, ya apa boleh buat, negara kita memang masih demikian adanya, jadi carut marutnya bukan hanya di masalah politik, tapi hampir ke semua sektor. Namun sebagai negara berkembang, ya cukup senang ada pesertanya, padahal kalau dari jumlah penduduknya yang mayoritas Islam dan terbanyak di dunia penduduknya yang beragama Islam, idialnya masalah peserta MTQ ini dapat diatas dengan baik.
Tapi sudahlah, kita kembali ke acara MTQ,  yang dibuka oleh Mufti besar Rusia, Imam Ravil Gaitnuddin, kurang lebih jam 15.00 WM, dimana gedung yang disewa ini baru di buka jam 14.00 WM, walau para pengunjung banyak yang sudah hadir sebelum jam tersebut dan di luar hujan, tetap saja gedung belum di buka! Ini Rusia Bung! Hujan,  ya tanggung sendiri dan pintu tetap belum dibuka sebelum waktunya, padahal petugasnya ada di dalam!
Begitu juga setelah acara selesai dan waktunya sudah habis, pengunjung “diusir” di suruh ke luar, walau di luar masih hujan, ini Rusia Bung! Tak ada pertimbangan, kasihan orang pada kehujanan,  yang tak bawa payung pakaian mereka basah! Waktu ke luar ya ke luar, waktunya masuk ya masuk, tak ada urusan dengan hujan! Dan pintu detektor tetap diberlakukan, pihak keamanan tak mau ambil resiko, walau jelas-jelas orang mau menonton para hafiz Qur’an, bukan hura-hura! Tapi sekali lagi, ini Rusia Bung.
1379296366184342276
Di arena MTQ Internasional ke XIV di koridornya selain ada kafe, penjualan souvenir, ada juga pameran jilbab. Jilbab di Rusia tak dilarang danJilbab bukan hantu yang perlu ditakutkan. Wanita muslimah Rusia sebagian besar berjilbab. 
Namun secara keseluruhan semua berjalan lancar dan tertib, apa lagi ketika Syek Abu Bakar sang hafiz Al Qur’an dari Saudi Arabia , tamu khusus yang diundang panitia untuk tampil di depan audian, ketika Syekh berjalan ke panggung, pengunjung takbir” Allahu Akbar!… Alahu Akbar!” Dan ketika sudah sampai di panggung, kemudian duduk,  lalu keluarlah lantunan ayat-ayat Al Quran dari suara Beliau yang merdu, pengunjung langsung sepi… hening…dan suara alunan surat Ar Rahman yang Beliau kuamandangkan, seakan menyihir semua pengunjung, semua terpaku diam! Dan ”fabiayyi alaa irobbikumaa tukajibaan, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Ayat ini berulang-ulang dikumandangkan oleh Beliau.
Oya ada tambahan yang menarik, ternyata ada hadiah kejutan dari pihak sponsor, dari berbagai negara, khususnya Saudi Arabia, Iran, Turky dan lain-lain. Apa itu? Hadiah Umroh bagi mereka yang nomor tiketnya diundi, lalu keluar! Yang mengambil undian tiga orang anak Rusia, yang secara bergantian mengambil kumpulan nomor kursi dalam tabung yang diputar sebelumnya, maka keluarlah tiga orang yang mendapat hadiah Umroh! Alhamdulillah, dengan demikian tambah lagi orang-orang akan berkunjung ke “rumahNya” yang berasal dari Rusia!

Jumat, 13 September 2013

Misteri Situs Gunung Padang

Situs Megalitikum Gunung Padang di Cianjur - Jawa Barat
Situs Megalitikum Gunung Padang di Cianjur – Jawa Barat
Inisiator Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Gunung Padang, Andi Arief menyatakan, tim mereka sedang menulis laporan lengkap hasil riset Gunung Padang, yang melibatkan sejumlah disiplin ilmu. Laporan riset ini, diharapkan menjadi masukan untuk Presiden SBY, dalam memberikan arahan selanjutnya.
Ada empat lapisan kebudayaan di Situs Gunung Padang, Cianjur – Jawa Barat, yakni lapisan 600 tahun sebelum Masehi, 4.900 tahun sebelum Masehi, 11.500 tahun sebelum Masehi serta 25.000 tahun sebelum Masehi.
Hasil temuan di lapisan 3 dan 4 sangat berbeda dengan lapisan 1 dan 2. Lapisan 1 dan 2 secara otomatis UU Cagar Budaya menyatakan itu wajib ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pemerintah daerah.
“Lapisan 3 dan 4 yang “sangat istimewa” dan “tiada duanya” di dunia. Temuan ini kelihatannya bukan wilayah Kemendikbud,” ujar Andi Arief.
“Kita akan meminta arahan Presiden, ke instansi manakah “teknologi dahsyat” dan “bermanfaat buat rakyat” ini diserahkan. Apakah kepada Kementerian Pertahanan, Kementerian ESDM, TNI-POLRI, semuanya sesuai arahan Bapak Presiden”, tambah Andi.
“Tugas keilmuan tim ini telah berhasil menemukan sesuatu yang indah pada waktunya. Living monument buah mahakarya leluhur kita ditemukan oleh kita sendiri. Jika kolonialisme mencari ini 350 tahun, Tuhan memberi kemudahan bagi kita semua untuk menemukannya hanya dalam tempo 2,5 tahun,” ujar Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial itu.
Riset terakhir yang dilakukan adalah pengambilan citra situs, mirip dengan teknik USG pada wanita hamil saat melihat kandungan. Kini tim sedang menunggu sejumlah hasil uji laboratorium atas beberapa sampel baru.
TTRM secepatnya akan menyelesaikan kewajiban kepada warga, tenaga lokal, rental alat dan lain-lain. Selama ini TTRM bekerja mandiri, tidak dengan uang negara. TTRM berharap bisa menutup galian ekskavasi bersama masyarakat.
Konstruksi Arsitektur  Situs Megalitik Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat (photo:http://nrmnews.com)
Konstruksi Arsitektur Situs Megalitik Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat (photo:http://nrmnews.com)
Danny H. Natawidjaja, Koordinator TTRM Gunung Padang, mengungkapkan, penelitian tim terpadu selama ini, banyak kemajuan positif untuk mengungkap tuntas situs purba tersebut. Temuan-temuan sejauh ini menyimpulkan situs Gunung Padang sangat istimewa, antara lain bisa dilihat dari luas situs dan ketinggian yang bahkan lebih besar dari Borobudur. Belum lagi jika menyinggung bahwa situs itu dibangun lebih dari satu lapis budaya.
Apa Keistimewaan Situs Gunung Padang ?
Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi mengatakan, ada temuan yang sangat istimewa dan teknologi dasyat di situs Gunung Padang, yang kemungkinan bukan wilayah Kemendikbud, melainkan Kementerian Pertahanan, Kementerian ESDM, atau TNI-POLRI. Apa sebenarnya temuan itu ?. Andi belum menjelaskannya.
Ketua Tim Penelitian Terpadu Mandiri Gunung Padang, Ali Akbar sedikit memberi gambaran tentang temuan istimewa itu. Hasil penelitian tim arkelologi Situs Megalitikum Gunung Padang, di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Cianjur ditemukan struktur bangunan yang bentuknya jauh berbeda dengan struktur bangunan Gunung Padang yang saat ini terlihat secara kasat mata.
situs-megalitikum-gunung-padang-1
Pada eskavasi yang dilakukan di kedalaman 1 hingga 4,5 meter, ditemukan batuan yang justru tidak saja hanya disusun namun sudah direkatkan dengan campuran semacam semen purba.
“Pada kedalaman 1 hingga 4,5 meter ini, telah diteliti dan diuji Laboratorium Beta Analityc Radiocarbon Dating (BETA) di Miami, Amerika Serikat. Diketahui usai banguann itu sekitar 4500 SM, namun mempunyai teknologi mendirikan bangunan lebih canggih dibanding di struktur luarnya yang diperkirakan berusia 500 SM,” ucap Ali Akbar.
Peradaban pada usia bangunan lebih tua, justru mempunyai peradaban yang tinggi dibanding peradaban pada bangunan di atas dengan usia lebih muda. Hal ini menandakan adanya penurunan peradaban entah disebabkan karena bencana alam atau peperangan yang membuat sejumlah manusia saat itu menghilang/musnah.
Konstruksi Tersembunyi Situs Gunung Padang
Konstruksi Tersembunyi Situs Gunung Padang
Semen Purba dari Besi
Tinggi peradabaan pada era sebelaumnya, juga ditandai dengan kompisisi semen purba yang sudah mengandung besi. Padahal, dalam batu yang juga mengandung unsur besi, hanya ditemukan palingbanyak 3 persen kandungan besi.
“Setelah kami teliti juga ada kandungan besi yang lebih dominan dalam struktur pada kedalaman sekitar 4,5 meter yang mencapai 45 persen kandungan besi, 15 persen tanah liat, dan sisanya silika,” ucapnya.
Dari temuan tersebut, tim menduga manusia di situs Gunung Padang ini telah megetahui kandungan besi yang bisa merekatkan bebatuan.
“Mereka tahu batu mana saja yang mengandung besi lalu mereka tumbuk dan kemungkina mereka bakar pada panas tertentu untuk melelehkan dan dicampur tanah liat dengan beberapa bahan, sehingga terciptalah semen purba. Ini menunjukan peradaban yang sangat tinggi saat itu,” ucapnya.
Bahkan, diantara struktur tersebut ditemukan pecahan logam besi sepanjang 10 centimeter. Pembangunan itu diduga dilakukan oleh beberapa generasi.
gunung-padang
Sebagai pembanding, Candi Prambanan yang dibuat pada sekitar 800 Masehi didirikan di atas tanah urukan setebal 14 meter.  Jika di Gunung Padang ditemukan susunan batu buatan manusia sampai dengan kedalaman 8 meter, maka dunia pun akan tercengang.
“Pada kedalaman tersebut kemungkinan akan ditemukan bukti peradaban umat manusia pada 11600 SM. Padahal peradaban besar dunia baik di Mesopotamia, Mesir, maupun Yunani yang tertua berusia sekitar 4000 SM,” ujarnya.
Bentuk struktur bangunannya pun jauh berbeda dibanding banguann luar Gunung Padang. Beberapa batu yang direkatkan dengan semen, diduga merupakan dinding bangunan yang bentuknya tidak berundak.
Apakah yang dimaksud Andi Arif dengan temuan sangat istimewa dan teknologi dasyat di situs Gunung Padang -bisa terkait Kementerian Pertahanan, Kementerian ESDM, atau TNI-POLRI-, adalah teknologi semen besi tersebut ?. Kita tunggu penjelasan Presiden SBY.

Postur Kekuatan Militer Indonesia Saat Ini dan Masa Depan

S-60 57mm,  Meriam Perisai Angkasa 'Sepuh' Arhanud TNI AD (photo:Arhanud)
S-60 57mm, Meriam Perisai Angkasa ‘Sepuh’ Arhanud TNI AD (photo:Arhanud)
Jika Australia hendak menyerang Indonesia, mungkin RAAF bisa menembus wilayah udara Indonesia untuk membom Jakarta. Namun bombardir itu tidak banyak mempengaruhi kekuatan militer Indonesia. Begitu pula dengan Angkatan Laut Australia dapat menembus perairan Indonesia dan mendarat di garis pantai. Namun setelah tiba di garis pantai, apa yang bisa mereka lakukan ?. Tidak banyak, karena jumlah pasukan Indonesia yang besar menjadi keunggulan Indonesia. Jika skenarionya dibalik Indonesia yang menyerang ke Australia, maka Indonesia belum memiliki kekuatan untuk itu. Konsep realistis Indonesia di renstra 1 dengan keterbatasan ini adalah, membentuk militer yang bersifat self defence. Berperang di wilayah sendiri, untuk mengusir agresor atau mengawasi flash point.
Saat ini belum semua alutsista TNI AD mengalami modernisasi. Dengan kondisi tersebut, dapat kita lihat Angkatan Darat memperkuat pasukan yang bersifat mobile, yang bisa digerakkan ke wilayah manapun dalam waktu cepat. Target ini dimasukkan dalam Rencana Strategis 1 (Renstra 1 :2010-2014) dengan munculnya pembelian MBT Leopard 2, IFV Marder, MLRS Astros II, Meriam Caesar 155 mm, ATGM NLAW, kendaraan taktis, hingga helikopter serang Apache AH-64 E. Semua yang dibeli bersifat mobile, dalam artian dapat digerakkan dengan cepat diangkut melalui kapal permukaan maupun pesawat angkut Hercules.
Untuk meningkatkan mobilitas pasukan mobile, Indonesia menambah pesawat angkut dengan membeli Hercules eks RAAF Australia. Begitu pula dengan persenjataan dan kemampuan prajurit Kostrad, terus ditingkatkan. Jangan heran, alutsista baru TNI AD, biasanya diserahkan kepada Kostrad. Hal ini karena pasukan Kostrad yang bisa digerakkan kemanapun di wilayah tanah air. Mereka tidak punya wilayah. Wilayah yang mereka tempati berada di bawah kendali Panglima Kodam.
Konsep renstra 1 Angkatan Darat, menyerupai target yang dikejar oleh TNI AU. Mereka menyiapkan fighter dan pesawat tempur yang bisa bergerak cepat, bertarung secara sengit di wilayah manapun di Indonesia. Angkatan Udara harus tampil prima, di tengah minimnya kemampuan arhanud dan pertahanan wilayah Indonesia. Untuk itu, Skuadron Sukhoi telah dilengkapi rudal berbagai jenis, dari air-to-air, air-to-ground, hingga rudal penghancur radar.
Pada renstra 1, pesawat tempur sukhoi TNI AU telah genap satu skuadron (16 pesawat ). Mereka juga mendapatkan tambahan satu skuadron (16 pesawat) pesawat super tucano untuk tempur taktis “close air support”, intai serta serangan anti-gerilya. Ada lagi 30 pesawat F-16 block 25/32 retrofit eks AS, serta pesawat latih T-50 i dari Korea Selatan yang bisa digungsikan sebagai air support, serta  UAV Heron komposit untuk pengawasan.
Di renstra 1, kekuatan Angkatan Laut ditujukan untuk bisa menghadapi ancaman aktual di beberapa flash point. Fokus utama untuk renstra 1 adalah ancaman di wilayah Ambalat.
TNI AL telah memperkuat armada kapal selam mereka. Angkatan Laut juga membangun kekuatan strategis untuk kapal permukaan dengan memasang rudal yakhont 300 km di kapal Van Speijk Class. Menggabungkan sistem rudal Rusia dengan Kapal Nato patut dibanggakan. Jika pada uji pertama rudal yakhont overshoot terhadap sasaran, maka pada uji kedua telah mengenai sasaran. Betapa kuatnya daya hancur rudal yakhont, dalam hitungan detik kapal sasaran tembak langsung tenggelam. Ujicoba ketiga nanti seharusnya ditujukan terhadap sasaran bergerak dengan jangkauan 250-300km, untuk mengatahui apakah rudal yakhot frigate van speijk mampu men-tracking terus menerus sasaran yang bergerak. Ujicoba penembakan jarak jauh ini memerlukan helikopter OTHT yang sedang disipakan TNI AL.
Kemampuan TNI AL memasang rudal yakhont di kapal sistem Nato, merupakan modal besar bagi TNI AL dan harus terus mengembangkannya secara maksimal. Bayangkan saja, kapal-kapal tua Indonesia menjadi disegani jika proyek rudal yakhont bisa sukses menghantam sasaran yang bergerak.
Marinir mendapatkan tambahan 17 Tank BMP-3F. Marinir membutuhkan masih  95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3FK, dan 4 unit tipe BREM-L (photo:Dispenal)
Marinir mendapatkan tambahan 17 Tank BMP-3F. Marinir masih membutuhkan 95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3FK, dan 4 unit tipe BREM-L (photo:Dispenal)
Untuk modernisasi, TNI AL juga memesan 2 PKR Sigma ke Belanda serta membeli 3 light frigate Nakhoda Ragam Class dari Inggris. Sementara untuk urusan kuantitas, TNI AL membangun kapal-kapal kecil dengan kemampuan serang rudal. Diharapkan pada tahun 2013 ini KCR-60 pertama pesanan TNI AL sudah bisa diluncurkan plus dengan kemampuan serang rudal. Adapun untuk Marinir, pasukan ini mendapatkan tambahan 17 Tank BMP-3F. Marinir membutuhkan 95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3FK, dan 4 unit tipe BREM-L dan akan penuhi secara bertahap.
Budget Renstra 2010-2014 untuk modernisasi Alutsista TNI, dianggarkan Rp 156 triliun, dengan Base Line Rp. 99 triliun dan On–Top Rp 57 triliun. Alhasil alutsista yang datang pada renstra 1 cukup membanggakan. 50 % dari budget tersebut, untuk pengembanagn dan modernisasi alutsista Angkatan Darat.
Bagaimana dengan Renstra II tahun 2015-2019 ?.
Pemerintah Indonesia membagi tiga tahapan Rencana Strategis (Renstra) dalam pembangunan Minimum Essential Force (MEF) untuk membentuk kekuatan pertahanan yang memadai. Fokus dari MEF ini adalah menitikberatkan pembangunan dan modernisasi alutsista beserta teknologinya, untuk menghadapi ancaman aktual di beberapa flash point. Diantaranya, permasalahan perbatasan wilayah negara, terorisme, separatisme, konflik horisontal/komunal, pengelolaan pulau kecil terluar, serta turut serta dalam bantuan bencana.
Renstra II merupakan titik krusial yang bila dilalui dengan benar, akan membuat postur pertahanan Indonesia mandiri dan semakin berwibawa. Namun tantangan di renstra II ini sangat berat.
Untuk urusan Angkatan laut, saat ini Kementerian Pertahanan sedang menggarap proyek kapal selam Changbogo dengan Korea Selatan. Ditargetkan pada tahun 2015, kapal selam ketiga akan dibangun di PT PAL Surabaya, Jawa Timur. Begitu pula dengan kapal perang Perusak Kawal Rudal Sigma Belanda yang diharapkan bisa dibangun di Indonesia, menjadi program Korvet nasional atau Frigate Nasional.
Untuk Angkatan Udara, Kemenhan juga mempunyai proyek pembuatan fighter IFX/KFX dengan Korea Selatan, yang diharapkan prototype-nya selesai tahun 2015. Sementara Angkatan Darat sedang mengembangkan Tank Medium Pindad bekerjasama dengan Turki. Sementara di bidang peroketan, Indonesia sedang mengembangkan Roket Lapan, Rhan serta C-705.
Kalau proyek itu terealisasi, maka Indonesia bolehlah berbangga hati karena telah move-on. Tapi jika tidak berhasil, berarti kemampuan negeri ini baru sebatas membeli alutsista, dan akan semakin tertinggal dari negara-negara “satu lechting”, seperti; India, Pakistan, Iran, Turki, China, Korea Selatan, bahkan Korea Utara.
Pekerjaan rumah lainnya bagi pertahanan Indonesia adalah mengintegrasikan berbagai alutsista, di tengah kebijakan pengadaan alutsista yang menganut azas, perimbangan sumber dari negara barat dan Rusia. Perimbangan pengadaan alutssita dari dari negara barat dan Rusia ini, sebenarnya bisa dikatakan membuat pusing kepala. Bayangkan saja, anda membeli dua alat berteknologi canggih dari luar negeri yang mana anda tidak bisa membuatnya. Setelah anda beli, kedua alat itu harus anda integrasikan. Tentu ini tantangan yang berat dan perlu dikaji kembali. TNI harus memiliki platform yang jelas bagi sistem pertahanan laut, darat dan udara, untuk bisa diintegrasikan.
Pada renstra 2 akan ada pembentukan dan penempatan pasukan di beberapa wilayah strategis, seperti Divisi III Marinir di Sorong Papua. Sebanyak 15.000 pasukan marinir akan ditempatkan secara bertahap, untuk mendukung keamanan dan pertahanan di komando wilayah laut timur. Angkatan Laut juga membangun Pangkalan Kapal Selam baru di Palu, Sulawesi Tengah.
Sementara Angkatan Darat terus mengembangkan pasukan di bawah Kodam XII Tanjungpura yang berbatasan dengan Malaysia. Antara lain, Denzipur-6/SD di Anjungan menjadi Yonzipur di Mempawah, kemudian validasi Yonarmed 16/105 menjadi Yonarmed 16/Komposit di Ngabang, Kabupaten Landak serta pengembangan Denkav-2 Pontianak menjadi Yonkav. Kodam XII TPR bermarkas di Kabupaten Kubu Raya membawahi provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Latihan gabungan TNI 2013
Latihan gabungan TNI 2013
Pertahanan Udara jarak Menengah
Tensi konflik di Laut China Selatan terus meningkat. Kabar terakhir, Pemerintah Filipina melaporkan China telah menyimpan balok-balok beton di Karang Scarborough. Filipina tidak bisa berbuat banyak. Konflik antara China dengan Filipina di Scarborough serta China dengan Jepang di Pulau Senkaku, diperkirakan akan terus meningkat.
Jika India dan China telah membangun kapal induk, tentu sangat wajar jika Indonesia memiliki destroyer atau the real frigate yang memiliki kemampuan pertahanan dan persenjataan yang baik. Indonesia harus berpikir out of the box dan jangan menyamakan alutsistanya dengan negara-negara kecil. Negara besar harus memiliki pertahanan yang kuat tapi teduh. Sekali -kali Indonesia-lah yang mengambil inisiatif dan angkatan bersenjata lain yang mengikuti. Keberadaan Destroyer akan menjadi lompatan bagi TNI AL sekaligus pelindung bagi armada laut Indonesia. Moto “di Laut Kita Jaya”, akan kembali dengan keberadaan destroyer ini. Operasi destroyer ini akan dijaga oleh kapal selam kilo class/ amur class yang sudah ditawarkan oleh Rusia untuk Indonesia.
Malaysia berencana membeli rudal anti kapal permukaan Brahmos, untuk melengkapi arsenal fighter Sukhoi mereka. Katakanlah jika pecah konflik di Ambalat, elemen mana yang akan melindungi armada laut Indonesia ?. Rudal itu bisa ditembakkan dari jarak jauh dan pesawat penyerang pun langsung menghilang. Serangan ini sulit diantisipasi oleh Fighter Indonesia, karena akan terlambat untuk mengantisipasinya.
Kehadiran distroyer di Angkatan Laut sekaligus penggentar bagi pihak asing yang mencoba-coba merebut wilayah Indonesia. Sudah waktunya pula bagi Australia untuk mengubah cara pikir mereka, bahwa Indonesia adalah negara lemah yang kekuatan militernya di bawah mereka. Dari proyeksi pertahanan Amerika Serikat atas kekuatan China, maka Indonesia yang lebih membutuhkan destroyer dibanding Australia, untuk menstabilkan Laut China Selatan.
Pengadaan destroyer ini dapat disertakan dengan pembelian Helikopter Serang Apache AH-64E. Kalau AS mengijinkan Indonesia menggunakan Apache AH-64E, maka sangat wajar jika Indonesia meminta pembelian Destroyer. Indonesia harus ikut berperan aktif dalam pengamanan Laut China Selatan. Keberadaan Destroyer harus dikaitkan dengan pengamanan Laut China Selatan.
Diagram of the first and second island chains of China
Diagram first and second island chains of China tembus hingga ke Indonesia
Pihak TNI pernah meninjau destroyer milik AS. Chuck hagel juga kabarnya sempat menawarkan kapal perang kepada Indonesia, saat kontrak pengadaan Helikopter Serang Apache AH-64E.
Hal lain yang menjadi sorotan dari pertahanan Indonesia adalah tidak adanya pertahanan anti-udara jarak menengah. Kasus rencana serangan AS ke Suriah, menunjukkan betapa pentingnya sistem pertahanan jarak menengah sepeti S-300. Vladimir Putin saja mengakui sistem pertahanan S-300 menjadi faktor yang strategis bagi posisi pertahanan Suriah. Tidak heran, Iran pun mati-matian ingin mendapatkan sistem pertahanan anti-udara S-300 family.
Di jaman modern sekarang ini, peperangan dilakukan dari jarak jauh. Jika sebuah negara tidak memiliki pertahahan udara yang memadai, maka harus bersiap-siap untuk di-bully oleh lawan.
Kondisi SAM Indonesia saat ini memang memrihatinkan, karena mengandalkan S-60 retrofit, Bofors, Grom dan RBS-70 yang sudah tua. Ada pembelian startreak serta oerlikon skyshield, namun itu pun untuk pertahanan jarak pendek.
Usulan pengadaan pertahanan udara jarak menegah, sebenarnya sempat dilontarkan oleh Arhanud, karena situasi modern, sangat membutuhkan pertahanan menengah. Namun siapakah nantinya memegang sistem pertahanan udara jarak menengah-jauh  ini masih dilematis. Apakah di tangan Arhanud TNI AD atau di tangan TNI AU yang memang memiliki tugas pertahaan wilayah.
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sempat menyinggung tentang perlunya rudal jarak menengah. Semoga yang dimaksud Wamenhan bukan Astros II yang dipasang amunisi peluru kendali. Sistem anti-udara S-300 family buatan Rusia patut dijadikan kandidat. Konflik di Suriah menunjukkan S-300 merupakan senjata deteren bagi pihak lawan.
Untuk sistem rudal sejak dulu Indonesia telah dekat dengan Uni-Soviet/Rusia. Jika pada tahun 1960-an TNI memiliki rudal antikapal permukaan KS-1 Komet dan rudal anti-udara jarak pendek, kini TNI memiliki Yakhont dan seharusnya rudal anti-udara jarak menengah. Tujuan dari sistem senjata anti-udara jarak menengah-jauh ini, tidak lain untuk objek vital nasional yang bersifat strategis.
Untuk unsur pasukan, Kualitas dan jumlah personel pertahanan: Kostrad, Marinir, Paskhas terus ditingkatkan diselaraskan dengan keberadaan komponen Cadangan Pertahanan.
Tidak kalah penting adalah meningkatan kemampuan industri militer dalam negeri seperti: LAPAN, Pindad, PT PAL, PT DI, BPPT, PT Dahana dan sebagainya. Diharapkan pada renstra 2, tank medium Pindad telah menemukan bentuknya. Begitu pula dengan kapal selam Changbogo yang sudah diproduksi di dalam negeri, Roket Rhan, C-705 anti-kapal serta prototype IFX. Bagaimana menurut Anda ?

Obama VS Putin


(DUKUNGAN PUBLIK UNTUK RENCANA SERANGAN SYRIA YANG RENDAH)


"Apakah saya harus takut pada orang kurus itu?"

Demikian kata Presiden Rusia Vladimir Putin menyindir Presiden Amerika Barack Obama dalam acara konperensi pers bersama di akhir pertemuan puncak negara-negara maju G-20 di St. Petersburg, Rusia, Jumat kemarin (6/9).

Perkataan Putin tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas kecaman bernada kasar yang disampaikan Obama terhadap Putin sehubungan dengan konflik Syria di mana Amerika dan Rusia berada pada dua kubu yang saling bermusuhan. Di antara kecaman tersebut adalah sebutan yang diberikan Obama kepada Putin, yaitu jackass alias "bodoh".

“Semua orang disini menganggap Anda sebagai seorang jackass," kata Obama dalam konperensi pers tersebut, menunjuk pada Putin yang berdiri di sebelahnya.

Tidak hanya Putin yang terkesima, para awak media pun berdiri mematung mendengar perkataan bernada kasar yang disampaikan dalam keterangan pers yang berlangsung selama 10 menit tersebut. Putin yang bertindak sebagai tuan rumah hanya menyipitkan matanya mendengar ocehan Obama tersebut.

Tidak hanya tentang Syria, atau kasus mata-mata Amerika Snowden yang membelot ke Rusia, Obama juga mengejek Putin dengan kebijakan-kebijakan internal Rusia.

“Perhatikan, saya tidak hanya berbicara tentang Snowden dan Syria. Bagaimana dengan Pussy Riot? Bagaimana dengan undang-undang anti-homoseksual? Tindakan-tindakan yang bodoh, kawan!"

Sebagaimana diketahui, Rusia baru saja mensahkan UU anti-homoseksual yang di negara-negara barat justru berkebalikan, memberikan perlindungan kebebasan kepada para homoseksual, termasuk hak menikah sesama jenis. Sementara Pussy Riot adalah sekelompok wanita anarkis yang misinya menghancurkan nilai-nilai tradisional Rusia, terutama terkait dengan masalah agama di mana Rusia secara tradisi termasuk negara yang konservatif dengan mayoritas rakyatnya adalah pengikut Katholik yang ta'at. Beberapa aksi kontroversi Pussy Riot adalah melecehkan gereja-gereja dan mengadakan "pertunjukan seni" seks di dalam museum. Akibat aksi-aksinya tersebut beberapa personil Pussy Riot harus menjalani hukuman penjara.

“Jika Anda berfikir hanya saya yang berfikir demikian, Anda bergurau," kata Obama sembari menunjukkan jarinya ke arah Putin.

"Tanyakan pada Angela Merkel. Tanyakan pada David Cameron. Tanyakan pada orang Turki itu (Erdogan). Mereka semua berfikir bahwa Anda adalah orang bodoh (menggunakna istilah "dick", alat kelamin laki-laki)!"

Tidak lama setelah Obama mengakhiri pernyataannya dan meninggalkan podium, Putin pun memberi komentarnya.

"Apakah saya harus takut pada orang kurus itu? Saya bergulat melawan beruang-beruang!"

Dalam berbagai kesempatan, Putin, mantan perwira dinas inteligen Uni Sovyet KGB yang dianggap lebih "elit" daripada satuan komando militer, sengaja menampilkan dirinya sebagai seorang pria "jantan". Ia pernah berfoto bertelanjang dada menunjukkan otot-otot kekarnya, bertanding karate, atau berburu harimau Siberia. Sebaliknya Obama pernah menjadi pergunjingan nasional karena tubuhnya yang dianggap terlalu kurus.


DITOLAK G-20

Pertemuan puncak negara-negara G-20 yang berlangsung di St. Petersberg menjadi kesempatan bagi Presiden Barack Obama untuk meraih dukungan politik internasional. Namun sayangnya upaya itu gagal karena, selain Rusia, sebagian besar negara-negara peserta pertemuan menolak solusi militer. Negara-negara penolak aksi militer adalah Rusia, China, India, Indonesia, Argentina, Brazil, Italia, Jerman dan Afrika Selatan. Presiden Obama hanya mendapat dukungan dari Kanada, Perancis, Saudi Arabia, dan Turki.

Namun demikian penasihat keamanan Obama, Susan Rice, mengklaim Obama didukung oleh Australia, Inggris, Italia, Jepang, Spanyol, dan Korsel.

Kegagalan meraih dukungan internasional itu diperkirakan akan membuat Obama kesulitan untuk meyakinkan Congress untuk menyetujui rencana serangan militer atas Syria.

Obama sendiri mengakui bahwa upayanya untuk meraih dukungan akan mengalami kesulitan berdasarkan jajak pendapat publik yang menunjukkan rendahnya dukungan publik atas rencananya menyerang Syria. Obama akan menyampkaian pidato mengenai rencana tersebut di hadapan Congress hari Selasa (10/9), sebelum dilakukan pemungutan suara.

Menurut prediksi Think Progress, sebuah blog milik kelompok neo-konservatif yang berpengaruh, mayoritas anggota Congress cenderung untuk menolak rencana serangan tersebut.



DUKUNGAN PUBLIK YANG RENDAH

Rakyat Inggris melalui wakil-wakilnya di parlemen telah menyatakan penolakannya terhadap rencana serangan militer atas Syria yang tengah dikampanyekan pemerintah Amerika. Rakyat Perancis, sebagaiman jajak pendapat media berpengaruh La Firagojuga menolak rencana tersebut. Demikian juga halnya dengan rakyat Amerika yang menolak rencana tersebut.

Menurut jajak pendapat yang diorganisir lembaga pemeringkat Gallup, mayoritas penduduk Amerika (51%) menolak rencana serangan militer ke Syria, sementara yang mendukung hanya 36%. Sebanyak 13% sisanya tidak berpendapat.

Angka itu masih lebih tinggi dibandingkan hasil jajak pendapat yang diorganisir oleh mediaThe Washington Post dan ABC News yang menunjukkan sebanyak 60% penduduk Amerika menolak aksi serangan militer. Ini adalah dukungan publik paling rendah atas semua aksi militer yang dilakukan Amerika.



REF:
"G20 Ends Abruptly as Obama Calls Putin a Jackass"; newyorker.com; 6 September 2013;
"Gallup poll: Americans' support for war lowest in 20 years"; Press TV; 7 September 2013
"Obama fails to rally international support for his war plans"; Press TV; 7 September 2013

Lagu Dari Timur Tengah


Saya baru membaca 2 tulisan "menyeramkan" karya Yukon Jack dan Gordon Duff dari "Veterans Today" tentang prospek perang nuklir sebagai dampak dari konflik Syria yang kini menjadi "liar" dan tak terkendalikan, setelah Presiden Amerika Barack Obama (ber-ibu seorang wanita yahudi, dan karenanya secara otomatis dianggap sebagai orang yahudi juga. Kepada orang-orang seperti ini secara otomatis Isreal menganggapnya sebagai warganegaranya juga, bahkan mungkin sudah menyiapkan passport untuknya) berkukuh untuk melakukan serangan militer terhadap Syria. Namun demi tulisan ini, saya sangaja menunda dulu pembahasan tentang analisa dan "ramalan" Jack dan Duff tersebut di atas.

Sebagai penggemar lagu-lagunya Yanni, Flim and The BB's atau Dewa Budjana, saya tentu merasa geli mendengar lagu-lagu yang dibawakan oleh Julia ini. Bagi saya mendengar lagu-lagu itu seperti mendengar lagu-lagu yang dibawakan (mohon ma'af) para penyanyi Malaysia, kalah jauh dibandingkan kualitas lagu-lagu yang dibuat oleh para musisi Indonesia. Namun setelah menyimak lirik-liriknya, hati saya terguncang dan tanpa sadar mata saya pun menitikkan air mata.

Di tengah-tengah dunia modern yang dipenuhi dengan kebohongan dan kemunafikan, apa yang diungkapkan pada lirik-lirik itu adalah suatu kejujuran yang langka. Apalagi jika kejujuran itu tentang sesuatu yang inspiratif, sangat beralasan kalau saya menjadi terkesima karenanya.

Meski Julia Boutros adalah seorang penyanyi populer Lebanon yang beragama Kristen, lagu-lagunya dipenuhi dengan lirik-lirik pujian kepada Hizbollah. Dan yang mengguncangkan saya adalah semua penggemar yang mencerminkan keseluruhan warga Lebanon, ternyata menyukai dan hafal dengan lagu-lagu itu. Padahal sebagaimana Julia, sebagian besar mereka adalah orang-orang elit Kristen, atau sekuler, terlihat dari sedikitnya mereka yang mengenakan jilbab atau identitas Islam lainnya. Sebaliknya sebagian besar mereka justru mengenakan jas dan dasi, dan para wanitanya mengenakan gaun pesta.

Julia yang lahir di Beirut 1 April 1968 di tengah keluarga penganut Kristen Orthodox Yunani yang taat, sekolah di Rosary Sisters Schools dimana ia mulai menyanyi di paduan suara sekolahnya. Pada umur 12 tahun ia mulai rekaman dengan lagu pertamanya berjudul "A Maman". Selain lagu-lagu berbahasa Arab, ia juga mengeluarkan beberapa lagu berbahasa Perancis seperti "C'est la Vie" dan "Viens dans Ma Vie". Pada bulan Oktober 2006, Julia merilis single berjudul "Ahibaii" (My loved ones). Liriknya berasal dari surat yang dikirim pemimpin Hizbollah Hassan Nasrallah kepada para pejuang Hizbollah yang tengah berperang melawan Israel di Lebanon Selatan tahun 2006. Hasil penjualan album itu yang mencapai $3 juta semuanya disumbangkan untuk para pejuang dan korban perang.

Dan inilah sebagian dari lirik lagu yang dibawakan Julia.
Kamu adalah tentara Tuhan di medan perang
Kamu adalah janji yang benar, kemenangan yang akan datang
Karenamu, negeri dan para tawanan akan dibebaskan
Karena kepalan tangan dan semangatmu rumah dan kehormatan kami akan terlindungi
Kamulah pembangun peradaban manusia
Kamulah pembangkit nilai-nilai kebenaran
Namamu abadi seperti abadinya pohon-pohon cedar
Kamulah kejayaan negeri ini
Kamulah pemimpin-pemimpin kami
Kamu adalah mahkota di kepala kami


Namun ada satu bagian lirik yang paling mengguncangkan saya.

"Ku ingin mencium kakimu yang penuh kemuliaan!"


Dalam satu sabdanya yang terabadikan di dalam kitab Injil Barnabas, Nabi Isa (Yesus Kristus) berkata tentang nabi akhir jaman, Muhammad S.A.W yang kira-kira bunyinya demikian: "Jika saya diberi kesempatan bertemu dengan Muhammad, saya akan merasa sangat bahagia jika bisa membasuh terompahnya dan mencium kakinya."

Saya jadi teringat pada satu ayat Al Qur'an yang menyebutkan tentang "teman terbaik bagi kaum Muslimin", yaitu "orang-orang Nasrani" yang "matanya bercucuran jika disampaikan kebenaran", yang "jujur dan tidak pamrih".

Lalu saya pun terbayang pada Syria dimana kaum Nasraninya berjuang bahu-membahu dengan kaum muslim melawan para pemberontak takfiri dan orang-orang zionis internasional. Juga kepada Rusia, negara yang mayoritas penduduknya penganut Kristen yang ta'at (yg kebetulan satu mazhab dengan orang-orang Kristen Lebanon, Syria dan Palestina, yaitu Kristen orthodoks) dan kini berdiri teguh membela Syria.

Maka saya pun berharap semoga orang-orang Rusia-lah yang bakal menjadi "Almasih", yang bersama-sama Imam Mahdi (Hizbollah dan Iran. Berdasar hadits Almahdi adalah keturunan Nabi Muhammad, sama seperti para pemimpin Iran dan Hizbollah) menghancurkan "dajjal" (Amerika-Israel dan pengikut-pengikutnya).


Sumber:
http://www.disclose.tv/action/viewvideo/151515/Christian_Singer_Honors_Hezbollah_in_Stunning_2013_Concert_Performance/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+Disclosetv+%28Disclose.tv+-+New+Videos%29

PEMBERONTAK SYRIA PELAKU SERANGAN BOM KIMIA



Akhirnya ketegangan konflik Syria mereda untuk sementara setelah negara-negara yang terlibat dalam konflik -- kecuali negara-negara Arab badui, setuju dengan proposal Rusia untuk menyerahkan senjata kimia pemerintah Syria kepada PBB. Namun seiring dengan itu satu demi satu bukti terkuak, bahwa pelaku serangan senjata kimia di Syria adalah pemberontak.

Kali ini dua orang mantan tawanan pemberontak Syria yang mengungkapkan fakta tentang konspirasi zionis internasional untuk memojokkan Syria dengan isu senjata kimia. Kedua tawanan tersebut, jurnalis Italia Domenico Quirico dan peneliti Belgia Pierre Piccinin, mengaku telah mendengar percakapan para pemberontak tentang keterlibatan mereka dalam serangan senjata kimia yang menewaskan lebih dari seribu warga sipil di berbagai wilayah di luar Damaskus bulan Agustus lalu. Pengakuan tersebut dikatakan keduanya setelah keduanya mendarat di bandara Roma Italia tgl 9 September lalu, mengakhiri penawanan mereka oleh pemberontak Syria yang berlangsung selama 5 bulan lebih.

"Ini adalah kewajiban moral untuk mengatakannya. Pemerintah Bashar al-Assad tidak menggunakan senjata gas sarin atau senjata kimia lainnya di sekitar Damascus,” kata Piccinin dalam wawancara dengan stasion radio "Belgian RTL".

Menurut pengakuan Piccinin, mereka berdua mendengar percakapan antara 3 orang yang berbahasa Inggris menggunakan media "Skype". Ia mendengar salah seorang pemberontak itu mengatakan, "serangan kimia di 2 kawasan di luar Damascus dilakukan oleh pemberontak sebagai provokasi barat untuk melakukan intervensi militer.”

Keduanya mengecam berbagai ancaman yang dikeluarkan Amerika terhadap Syria terkait isu serangan senjata kimia tersebut. Penurut pengakuan Quirico, mereka berdua telah mengalami berbagai penyiksaan selama menjalani penahanan, dipukuli setiap hari dan 2 kali mengalami eksekusi palsu. Keduanya masuk ke Syria dari Lebanon pada tgl 6 April. Pada tgl 9 April keduanya ditangkap pemberontak saat keduanya tengah dalam perjalanan menuju Homs.


Retorika perang Syria mendapatkan momentumnya pada tgl 21 Agustus lalu ketika para pemberontak mengklaim pemerintah telah melakukan serangan senjata kimia terhadap warga sipil di beberapa kawasan di luar kota Damaskus. Sebanyak lebih dari seribu orang tewas akibat aksi tersebut. Tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah Syria, juga oleh pemerintah Rusia dan Iran, yang balik menuduh pemberontaklah yang telah melakukan serangan itu. Medai-media utama cenderung menyuarakan tuduhan pemberontak, namun media-media independen sebaliknya gancar mengungkapkan berbagai fakta yang menunjukkan kebohongan tuduhan tersebut.

Atas tuduhan tersebut Amerika mengancam melakukan serangan militer terhadap Syria. Namun ancaman tersebut terhambat oleh opini publik yang berkembang di dalam negeri yang menolak langkah militer terhadap Syria, yang membuat Obama menyerahkan keputusan tersebut kepada Congress. Namun Obama buru-buru meminta Congress untuk menunda keputusan untuk memberi jalan bagi teralisasinya proposal Rusia.

Kamis, 12 September 2013

PERANG DUNIA III DAN PELUANG INDONESIA


Memanasnya suhu politik global akibat friksi antara Amerika Serikat (AS) dan sekutu melawan Iran beserta koalisinya, sekurang-kurangnya telah memunculkan prakiraan berbagai pihak tentang keniscayaan meletusnya Perang Dunia di abad XXI ini.


Adalah Prof Michel Chossudovsky, pendiri sekaligus Direktur Central for Research on Globalization (CRG) di Kanada dan Finian Cunningham, salah satu peneliti CRG telah mengingatkan: “ .. jika kelak perang nuklir diluncurkan, seluruh Timur Tengah/Asia Tengah akan masuk ke dalam suatu kebakaran besar!” ( The Globalizaton of War: The “Military Roadmap” to World War III, www.globalresearch.ca). Dalam artikel di atas setidaknya mulai diungkap, bahwa potensi PD III telah disebut-disebut sebagaimana tulisan Cossudovsky.
Selanjutnya Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem memperingatkan serangan militer ke Iran akan membakar seluruh Timur Tengah. AS mengetahui bahwa perang terhadap Iran akan membakar seluruh kawasan tanpa mengenal batas (Reuters, 29/02 /2012). "Israel bisa memulai perang, tetapi tidak tahu skala konsekuensi dan tidak mampu mengendalikan perang tersebut", katanya.
Tak ketinggalan Raja Yordania, Abdullah II juga memperingatkan Israel dan Barat terhadap konsekuensi agresi militer atas Iran. "Setiap tindakan militer terhadap Iran akan memperburuk ketidakstabilan di Timur Tengah, dan berakibat sangat negatif bagi AS, Eropa, dan Israel”, katanya kepada majalah Turkish Policy Quarterly (GFI, 05/03/2012).
Dan tampaknya, isue nuklir menjadi TEMA POKOK dari propaganda yang digencarkan oleh AS dan Barat ---seperti biasa--- dalam rangka pembenaran setiap “tindakan” setelah tema-tema kolonialisme sebelumnya seperti korupsi, pemimpin tirani, tidak demokratis dan lainnya melalui Arab Spring  memetik sukses di Tunisia, Mesir dan Yaman tetapi ternyata tidak berhasil menggoyang Syria dan Iran. Gagal di kedua negara melalui gerakan massa non kekerasan (smart power), terlihat polanya ditingkatkan tema pun berubah. Syria merupakan contoh atas peningkatan pola Barat dari gerakan massa menjadi “perang sipil” alias pemberontakan bersenjata. Istilahnya hard power dalam skala terbatas. Dan program nuklir (sipil) Iran pun menjadi sasaran dari pergantian tema kolonialisme. Ya, nuklir Iran kini dihebohkan sebagai ancaman bagi perdamaian dunia!
Menarik sekali tatkala analis politik AS sekaliber Noam Chomsky malah bertolak-belakang dengan arus politik negaranya. Ia menyatakan bahwa dunia tidak menerima penggambaran AS terhadap Iran sebagai ancaman bagi perdamaian global. Menurutnya, dunia justru memandang Washington dan Tel Aviv sebagai kejahatan yang lebih besar. Mayoritas warga AS mengakui hak Iran untuk program energi nuklirnya, sebelum media massa dan Washington meluncurkan propaganda besar-besaran kepada Republik Islam selama dua tahun terakhir. "Negara-negara kuat saat ini seperti Rusia, Cina, India, dan 120 negara anggota Gerakan Non-Blok juga menentang kebijakan AS terhadap Iran," kata Chomsky (GFI, 05/02/2012).
Bahkan Presiden Rusia yang baru terpilih Vladimir Putin Selasa (06/03) mengakui hak Iran untuk memiliki program nuklir nasional. Dalam wawancara video dengan harian bisnis Jerman Handelsblatt, Putin mengatakan bahwa Iran memiliki hak untuk melanjutkan program nuklirnya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional yang bermarkas di Wina, lapor IRNA.
Agaknya AS dan sekutu tidak peduli. Ia jalan terus mengikuti Desain Militer Global dalam “Penaklukan Dunia” yang mulai dari Irak, Suriah, Lebanon, Libya, Iran, Somalia dan Sudan, yang telah terpampang di Pentagon semenjak tahun 1990-an (Michel Cossudovsky, Agustus 2010, www.globalresearch.ca). Apa boleh buat. Layar telah dikembangkan, program sudah dijalankan dan waktu pun tidak bisa diputar ulang!

Sekilas Urgensi Kawasan dan Pindahnya Lokasi PD
Dalam buku The Geopolitics of Superpower (1973) karya Colin S. Gray, seorang Alford Machinder (abad ke 19) sudah memberi isyarat bahwa Asia Tengah dan Timur Tengah merupakan Kawasan Heartland atau World Island. Maknanya siapa menguasai Heartland yang memiliki kandungan sumberdaya alam dan aneka mineral, maka akan menuju “Global Imperium”. Itulah sekilas latar urgensi kawasan tersebut bagi dinamika politik dan kancah hegemoni global. Pantaslah jika sering terjadi konflik baik sifatnya intra maupun interstate berputar-putar di sekitar “kawasan basah” tersebut. The power of oil.
Tatkala berkembang isue perpindahan lokasi PD dari Selat Hormuz ke Laut Cina Selatan, ini sempat mengundang pro-kontra banyak kalangan bahkan para pakar itu sendiri, mengingat penilaian secara fisik baik persiapan maupun penyiapan infrastruktur perang oleh masing-masing pihak yang berseteru di sekitar Heartland telah mencerminkan level: siap perang!
Namun fakta memperlihatkan, Admiral Robert F. Willard, Komandan Angkatan Laut AS di kawasan Samudera Pasifik mengeluarkan pernyataan dan menekankan komitmen akan kehadiran militer AS di Laut Cina, sedang pada sisi sisi para politikus Cina menyatakan kawasan ini sebagai GARIS MERAH kebijakan Cina dan Beijing yang tidak dapat menerima kehadiran pasukan asing, bahkan pasukan negara-negara tetangga di kawasan ini.
Berbeda dengan Cina, tampaknya para pejabat AS tetap menggelar latihan militer bersama dengan negara-negara kawasan, bahkan akan membantu perusahaan-perusahaan Philipina dan Vietnam dalam proses eksplorasi dan eksploitasi minyak di laut ini (GFI, 02-03-2012). Beberapa sumber menyatakan ---setidaknya menurut Dirgo D. Purbo, pakar perminyakan Indonesia---  bahwa Laut Cina Selatan selain merupakan New Road Silk melalui perairan, juga kawasan ini memiliki kandungan sumberdaya alam dan kaya akan mineral.
Aksi AS jelas mengobarkan kemarahan Cina. Inilah kemungkinan sebagai salah satu pemicu bergesernya proxy war(lapangan tempur) dari dugaan sebelumnya di Hormuz. Dan Cina pun siap-siap serta berencana menaikkan budget militernya sebesar 11,2% di tahun 2012 ini (GFI, 06-03-2012). Kenaikan anggaran ini disinyalir menjawab “keberanian” negara-negara di sekelilingnya terkait klaim wilayah dan sengketa kepulauan, sekaligus sebagai tanggapan atas keputusan AS yang mengumumkan kawasan Asia-Pasifik sebagai poros strategis.

Teori Pembedah
“Matikan Timur Tengah, anda mematikan Cina dan Rusia, maka anda akan menguasai dunia” (Tony Cartalucci). Menafsirkan asumsi peneliti dari CRG, Kanada tersebut intinya: barang siapa ingin menguasai dunia maka langkah pertama harus menguasai dahulu Timur Tengah, automaticly mengakibatkan “mati”-nya Cina dan Rusia (langkah kedua), serta hasilnya adalah “menguasai dunia”. Itulah benang merah. Seberapa besar ketergantungan Cina dan Rusia terhadap Timur Tengah sampai harus “mati” apabila Timur Tengah dikuasi orang lain ---seperti tersirat dalam teori tadi--- tak dijelaskan oleh Cartaluci dan tidak pula dibahas dalam catatan ini.
Dengan demikian, isue bergesernya PD III dari Hormuz ke Laut Cina Selatan, sejatinya masih dalam koridor asumsi tadi. Sederhana saja, apabila kelak berpindah lokasi dari Hormuz menuju Laut Cina Selatan maka boleh diterka, bahwa AS dan sekutu tengah menerapkan langkah kedua (mematikan Cina dan Rusia) secara langsung, tanpa harus melewati langkah pertama (matikan Timur Tengah) dahulu. Logika Cartalucci, dengan “mematikan” Cina dan Rusia justru akan melancarkan roadmap militernya yang selama ini terkendala oleh kedua adidaya (Cina dan Rusia) baik di lapangan, forum diplomasi dan terutama veto di Majelis PBB. Namun apakah memang harus demikian?

Untung dan Rugi
Secara cermat bisa diurai untung-ruginya. Jika PD III meletus di Laut Cina Selatan antara AS dan sekutu versus Cina dan Jepang misalnya, kemungkinan besar Rusia cenderung "netral dan menunggu". Tak banyak hal signifikan bagi Beruang Merah di Laut Cina. Di satu sisi, sikap ini menguntungkan AS dan sekutu. Artinya pertempuran di Laut Cina selain bakal melibatkan belasan negara Common Wealth dan Korea Selatan sebagai bemper (proxy), sekaligus AS dapat menerapkan modus barunya dalam perang kolonial yakni “utang dibayar bom” (baca: Perampok Internasional dan Utang Dibayar Bom di www.theglobal-review.com). Dalam perspektif militer, meskipun secara kuantitas personel dan kualitas peralatan militernya cukup besar setelah Rusia, semenjak pasca PD II Cina dianggap kurang berpengalaman dalam perang modern terutama di perairan.
Berdasarkan kutipan data CNBC, Kamis (2/2/2012), total utang AS sekarang mencapai 15 triliun USD dan dipastikan terus meningkat. Kendati sebagian besar utangnya dipegang oleh swasta dan entitas publik, bahwa ada dua “negara asing” yang juga menguasai yakni Cina dan Jepang. Ya. Cina menguasai surat utang sebesar 1,107 triliun USD, meskipun September 2011 turun dibandingkan per Juli 2011 sebesar 1,173 triliun USD. Sedangkan Jepang selain merupakan partner dagang terbesar, menguasai juga surat utang AS hingga mencapai 1,038 triliun USD (Detik.com, 02/02/2012, 08:35:56, Ini Dia Pemberi Utang Terbesar AS).
Melihat data-data di atas, menjadi wajar jika AS ingin mengulang lagi modus “utang dibayar bom” kepada Cina dan Jepang seperti yang ia lakukan terhadap Libya dulu, disamping awal 2012-an lalu kedua negara berani memprakarsai gerakan menolak dolar AS di setiap transaksi perdagangan, kemudian gerakan itu diikuti oleh Rusia, Iran dan lainnya. Inilah yang dicemaskan AS. Sikap dan gerakan “menolak dolar” dapat menimbulkan snawball process di berbagai belahan dunia. Dolar bisa pulang ke negeri asalnya menjadi tumpukan kertas-kertas tak berharga. Itulah “tsunami dolar” yang ditakuti para elit AS!
Bagi AS sendiri, meletuskan PD di Laut Cina Selatan bukannya tanpa pertimbangan jitu, keuntungan pokok adalah tidak berhadap-hadapan secara langsung dengan Cina dan Rusia sekaligus. Itu yang utama, mengingat kekuatan militer kedua adidaya baru tadi dalam segala hal hampir menyamainya. Ia bisa lebur menjadi abu. Namun pada sisi lain, kondisi seperti ini justru diharapkan oleh Rusia. Kenapa? Tersirat sebuah peluang. Ibarat menembak di atas kuda, sangat mustahil bila usai peperangan terdapat "dua matahari" berdampingan. Maka di tengah-tengah “kelelahan” para negara yang terlibat perang, Rusia pun bakal (menelikung) sendirian melenggang ke puncak kekuasaan --- mengganti AS mengatur dunia, menjadi superpower baru. Cerdasnya Beruang Merah membaca momentum kedepan. Tak ada kawan dan lawan abadi yang ada hanya kepentingan!
Ini berbeda jika PD meledak di Selat Hormuz, atau di Syria, atau di Iran (masih kawasan Heartland). Rusia justru akan lebih agresif melindungi koalisinya, selain mengamankan kepentingan nasionalnya di Iran, faktor geopolitic pipeline yang dimiliki Syria, juga posisi negeri (geostrategic possition) Bashar al Assad ini merupakan "titik simpul" dari Road Silk(Jalur Sutra), route melegenda sejak abad III yang terbentang mulai perbatasan Cina/Rusia hingga ke Maroko (Afrika Utara) dan merupakan jalur ekonomi dan perdagangan sekaligus jalur militer yang membedah antara Dunia Barat dan Dunia Timur. Inilah skema keramat para adidaya dunia yang mulai terkuak!
Meletusnya PD di Kawasan Heartland justru membuat Rusia dan Cina “bersenyawa” ---meminjam istilah Hendrajit--- sebab muncul common enemy. Pengalaman keduanya atas pemutusan konsesi minyak dengan Irak secara sepihak oleh Bush Jr ketika AS dan sekutu berhasil melumpuhkan Saddam Husein (2003) dulu, membuat Rusia dan Cina harus mengambil sikap jauh-jauh hari.
Sedangkan ancaman lain selain “kebakaran besar” sebagaimana sinyal Cossudovsky dan Sheikh Qassem di atas, adalah lebih daripada itu yakni timbul berbagai efek peristiwa seperti bencana sosial, pangan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan dan lainnya yang dahsyat akibat perang nuklir. Maka elit AS kini tinggal menghitung hari: meletuskan PD di Selat Hormuz atau Laut Cina Selatan, apabila perang dianggap satu-satunya jalan guna memulihan sistem ekonominya yang bangkrut.

Momentum Indonesia
Bagi Indonesia, momentum emas sebagaimana PD II dahulu niscaya terulang kembali dalam PD III nanti. Belajar dari sejarah kemerdekaan tempo doeloe, pendiri-pendiri bangsa ini memanfaatkan Vacum of power bangsa imperialis saat Jepang kalah perang melawan sekutu di Asia Pasifik. Pada PD II, Indonesia mampu merebut jembatan emas KEMERDEKAAN yang diplokamirkan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta. Diharapkan dalam PD III nanti, Indonesia mengulang sukses sebagaimana kiprah para bapak pendiri republik tercinta ini.
Diyakini terdapat vacum of power ketika semua perhatian negara terfokus pada jalannya peperangan. Entah meletus di Hormus atau Laut Cina Selatan, maka Indonesia mutlak harus merebut KEMERDEKAAN II. Ya. Indonesia harus kembali menjadi bangsa merdeka, bersatu dan berdaulat yang sesungguhnya, keluar dari cengkraman imperialis modern bermodus "VOC Gaya Baru" dengan berbagai format dan kemasan yang kini tengah menjarah berbagai sumberdaya (politik, ekonomi, sosial, manusia, alam dsb) di bumi pertiwi, namun tidak disadari oleh mayoritas rakyat itu sendiri.
Kejayaan Indonesia terulang setiap tujuh abad, begitulah ramalan leluhur bergaung hingga kini. Abad VII Zaman Sriwijaya disebut Nusantara I. Abad XIV Era Majapahit dinamai Nusantara II dan kini telah memasuki lorong abad XXI --- putaran ketiga dari siklus alam sesuai “mandat” semesta. Selamat datang di Pelataran Nusantara III: Indonesia Jaya!
Tetapi entah iya entah tidak, entah benar atau cuma mitos belaka, hukum sebuah ramalan adalah sunah, boleh percaya tidak pun syah-syah saja. Namun pada satu sisi, hendaknya para tokoh, pakar dan kaum cinta negeri, tidak perlu larut oleh “mimpi indah” sebuah ramalan, lalu di sisi lain ---setidaknya dari kini--- segenap tumpah darah dan komponen bangsa mulai bergandeng tangan, merapatkan barisan, menyatukan titik-titik perbedaan, menghentikan ego-ego sektoral dan semangat kedaerahan sempit, merumuskan langkah bersama yang akan ditempuh tatkala momentum emas itu tiba. Tangkap peluang! Musuh ada di luar sana kendati “skema”-nya telah tertancap pada Ibu Pertiwi. Jangan buang-buang waktu percuma karena hari telah beranjak senja. Bongkar skema, cabut skema!
Bangkit dan bersatulah bangsaku!