Halaman

Selasa, 11 Juni 2013

Menelisik Agenda Tersembunyi AS-Australia di Port Darwin




Amerika membangun pangkalan militer di Port Darwin, Australia. Dengan kekuatan militer sekitar 2500 orang. Pertanyaannya adalah, apa benar memang membangun pangkalan militer memang tujuan sesungguhnya Amerika dan Australia? Jangan jangan efek sosial yang timbul menyusul adanya pangkalan militer AS di Darwin itulah yang justru jadi agenda AS dan Australia yang sesungguhnya.

Bayangkan. Jika benar AS dan Australia bersepakat menhadirkan personil militer besar-besaran ataupun dalam jumlah terbatas, maka akan tercipta sebuah lingkungan sosial baru di daerah Port Darwin, yang saat ini praktis masih merupakan daerah yang relatif terpencil dan sedikit jumlah penduduknya. Sehingga dirasa perlu untuk menambah jumlah penduduk, untuk dapat membentuk sebuah unit masyarakat baru yang berjalan secara efisien dan terorganisasi.

Darimana manpower tersebut akan diambil?

Besar kemungkinan adalah dari Indonesia. Yang berbahaya bagi Indonesia dari segi keamanan nasional jika skenario ini benar benar ada di benak para perancang kebijakan pertahanan dan keamanan nasional AS dan Australia, maka daerah Port Darwin akan mempunyai daya hisap yang sangat besar terhadap penduduk Indonesia. Utamanya dari sektor tenaga kerjanya.

Menurut saya ini merupakan aksi subversif sosial-ekonomi yang dilakukan Washington dan Canberra, untuk menjadikan daerah Northern Territory Australia itu sebagai tempat pemusatan dan pelaksanaan pembanguna besar-besaran. Sementara Indonesia akan kehilangan tenaga-tenaga kerja produktifnya dalam jangka pendek dan menengah.

Saat yang sama, fakta bahwa di daerah Northern Territory Australia, bermukim sekitar 30 persen warga asli Aborigin, bisa bisa akan memicu konflik horizontal dengan warga negara Indonesia yang jadi tenaga kerja pendatang. Sehingga masuk dalam skenario politik adu domba AS dan Australia. Sehingga sama-sama dilemahkan sebagai potensi kekuatan baru di masa depan. Termasuk potensi menuju persekutuan baru Indonesia dengan ras Melanesia.

Ini bisa memicu situasi yang tidak menguntungkan bagi Indonesia. Betapa tidak. Saat ini Suku Aborigin sedang aktif aktifnya melancarkan gerakan menuntut hak-hak sebagai penduduk asli Benua Australia. Sehingga Indonesia bisa jadi korban/tumbal dari penegakan Hak-Hak Asasi Manusia yang jadi agenda utama suku Aborigin. Padahal dalam kenyataannya, justru Australia lah yang jadi pelanggar HAM sesungguhnya sehingga suku Aborigin justru dipinggirkan selama berabad-abad.

Lepas dari pada itu, satu fakta menarik kiranya perlu jadi catatan kita bersama. Daerah Port Darwin di Northern Territory Australia ini, ternyata merupakan dareah yang sangat kaya akan logam, emas, platina, zink, uranium, dan juga Minyak-Gas Bumi.

Karena itu, saya sependapat dengan kecurigaan Mayjen (purn) Hario Kecik, bahwa ada kemungkinan besar, bahwa kaum kapitalis Besar dari kedua negara, punya renana yang masih dirahasiakan untuk sementara ini, di balik rencana pembangunan pangkalan dan kesatuan militer di Port Darwin.

Kalau kita kilas balik terhadap keberadaan Freeport McMoran yang kemudian menjelma menjadi Freeport Indonesia, bukan tidak mungkin pada perkembangannya nanti, unit-unit militer AS dan Australia yang ditempatkan di Port Darwin, akan ber-metamorporse menjadi unit Private Military Corporations seperti yang terjadi di Afghanistan, Pakistan, dan beberapa negara-negara berkembang lainnya, yang mempunyai cadangan minyak bumi dan bahan-bahan baku lainnya yang berharga sepeti logam mulia. Seperti yang ada di benua Afrika.

Dan usut punya usut, Private Military Corporations tersebut berada dalam kendali sebuah korporasi besar AS Bechtel Corporations, yang sejak awal kejatuhan Presiden Sukarno dan naiknya rejim Suharto, telah mengatur kembali diadakannya negosiasi ulang antara Indonesia dan AS terkait Freeport yang di era Bung Karno telah diputuskan untuk dinasionalisasikan. Salah satu pemain utama dari pihak Bechtel Corporations yang ditugasi menjalin kontak dengan rejim Suharto pada waktu itu, adalah Augustus C Long, orang dekat dari dinasti Rockefeller.

Maka itu, semua elemen bangsa dari berbagai sektor, sudah seharusnya meningkatkan kewaspadaan keamanan nasionalnya.

MENGENANG 13 TAHUN WAFATNYA HAFEZ AL ASSAD (ALM)


Penulis : Usama Samih Mahmoud

Tanggal 10 Juni ini kita memperingati tiga belas tahun wafatnya Presiden Hafez al-Assad. Apakah Anda setuju dengan dia atau tidak, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa ia mewarisi Suriah peran regional yang mengubahnya menjadi kekuatan yang besar di wilayah, di mana semua negara-negara besar gagal untuk menaklukannya bahkan setelah ketidakhadirannya.

Henry Kissinger ingat pertemuan pertamanya dengan Presiden Assad. Pada pertemuan itu Kissinger mencoba untuk memaksakan ritmenya dengan menyoroti kemampuan budaya dan politik, tetapi Assad tidak mengucapkan sepatah kata pun. ketika Kissinger selesai pamer, Assad tersenyum dan memulai kuliah yang berlangsung sampai pagi hari. Kissinger mengomel mengomentari pertemuan itu: "Ini adalah pelajaran pertama yang saya terima dari Assad".

Negosiasi lanjutan antara Assad dan Kissinger berlangsung selama 136 jam dalam 12 pertemuan selama satu bulan. Setiap kali Kissinger berpikir bahwa ia telah mencapai akhir dari setiap sesi, Assad kembali ke titik awal. Kissinger kemudian mengatakan bahwa Assad "menggunakan metode yang mampu memaksakan pengaruhnya sehingga menyebabkan kecemasan dan ketegangan yang saya alami".

James Baker juga berkata, dalam memoarnya, tentang sesi negosiasinya dengan Presiden Assad. Dia menulis: "Selama sebelas pertemuan, saya menyadari bahwa Assad adalah seorang pria yang melakukan firman-Nya, ia sangat ketat dan kuat.

Jika Anda mencapai kesepakatan bersamanya, ia mengikutinya secara harfiah. Tapi masalahnya terletak pada kenyataan bahwa Anda harus menjalani pertempuran urat saraf dan menghadiri pertemuan terus-menerus berkepanjangan untuk menerima setiap kata darinya, terutama bahwa Assad tidak menunjukkan kelemahan sama sekali mengenai masalah tanah, dan mendukung perjuangan bersenjata Palestina melawan pendudukan Israel. "

James Baker telah melabeli kebijakan negosiasi Assad sebagai “Diplomasi kandung kemih"

Dia menyebutkan fakta-fakta dari salah satu sesi negosiasi yang terjadi di 23/04/1991 dimana ia menulis:

"Ini adalah negosiasi yang paling keras dan paling sulit yang pernah saya jalani. Negosiasi berkepanjangan tentang pengendalian senjata dengan Soviet tampaknya lebih mudah dibandingkan ini. Pertemuan itu berlangsung selama sembilan jam dan empat puluh enam menit tanpa istirahat dalam ruangan menyesakkan tak tertahankan, di mana sangat sedikit udara yang tersedia.

Jendela ditutup oleh tirai zaitun tebal. Setelah enam jam awal pertemuan, Duta Besar Amerika di Damaskus, Edward Dgerjian harus pergi ke kamar kecil. Ketika Assad menegaskan pembicaraan berkepanjangan mengenai perjanjian Sykes-Picot dan implikasinya yang buruk di wilayah itu, situasi menjadi sangat memalukan bagi duta besar. Dgerjian menulis catatan untuk saya, dengan tulisan tangan yang sangat gugup, mengingatkan saya untuk berbicara tentang isu politik tertentu yag belum dibicarakan dan dia berkata: "Tentu saja, waktu yang tepat bagi Anda sekarang untuk pergi ke toilet."

James Baker melanjutkan, "ginjal saya yang terkejut terlalu aktif, jadi saya menunjuk dia" Penderitaan terlihat sangat jelas di wajahnya dan mengangguk kepada Menteri Luar Negeri Suriah bahwa ia perlu membuat panggilan darurat. Ketika ia keluar, saya mengungkapkan sifat tugasnya dan saya berkata "Pak Presiden, tidakkah Anda bertanya-tanya mengapa duta besar pergi ke toilet untuk membuat panggilan telepon?". Assad tertawa. Ketika Dgerjian kembali, kita berpura-pura bahwa kita tidak tahu apa-apa. Setelah satu jam atau lebih, saya menarik sebuah saputangan putih dan melambaikan tangan kepada Assad sebagai tanda menyerah.

Aku harus pergi ke kamar mandi. Itu adalah bagaimana saya datang dengan nama yang saya akan selalu menyebut negosiasi saya dengan Assad sebagai "diplomasi kandung kemih" gambaran bahwa Baker terus menjelaskan (diplomasi kandung kemih) "sesi negosiasi direncanakan dengan akurasi tinggi dengan Assad, mereka memerlukan daya tahan maksimal, Assad memiliki tekad yang besar. Kami selalu duduk di samping satu sama lain pada dua kursi besar yang membuat saya merasa seolah-olah saya adalah seorang kerdil di depan Sphinx.

Kakinya begitu melekat ke tanah, lutut ditutup, tangan yang diikat di atas lap. Dia tidak berubah posisinya sama sekali, sementara aku selalu membutuhkan sesi pijat setelah setiap pertemuan dengannya, ia biasa melihat di sebelah kiri saya di sudut sembilan puluh derajat yang membuat leher saya selalu kaku.

Namun, Assad, di sisi lain, tidak menunjukkan ketidaknyamanan sedikit pun. Tampaknya bahwa sesi stres adalah pendekatan negosiasi terencana dengan mencoba untuk menang dengan menggunakan stres. Assad adalah negosiator terberat yang pernah saya temui dalam hidup sejarah diplomatik hidup saya yang panjang, dia adalah orang dengan tekad yang kuat, sangat halus, ketangguhan besar dalam membela kepentingan negara dan bangsa. Dia memaksa Anda untuk menghormatinya apakah Anda setuju dengan dia atau tidak".

Dalam konteks lain, Karim Pakradouni mantan Presiden Partai Kataeb Lebanon dalam bukunya, "The Curse of Homeland" menyebutkan bagaimana Assad tidak tunduk kepada garis merah, tapi ia menarik garis. Ketika Amerika Serikat mengirim utusan kepada Presiden Assad pada tahun 1989, membawa daftar empat calon presiden Republik Lebanon untuk dipilih, Assad tanpa ragu-ragu memilih nomor 5 (pilihan hanya empat).

Ya, itu adalah Hafez al-Assad, yang datang ke Lebanon dan terlibat perang gila di mana ia melawan semua orang, tanpa kecuali, dan tanpa sekutu apapun. Bahkan Uni Soviet, saat itu menjadi lawan karena pembunuhan Kamal Jumblatt, pada tahun 1978. tentara Suriah menghadapi faksi Palestina, beberapa pasukan Irak, faksi sayap kiri, Partai Sosialis, batalyon (Kateb party) tentara (Quat partai), Liberal, harimau, Penjaga Cedar, Hizbullah, tentara Libanon, Angkatan Darat Israel, Korps Marinir, Armada Keenam Amerika, pasukan payung Perancis, dan keseluruhan kekuatan NATO. Assad memaksakan kebijakannya pada semua orang dan keluar sebagai pemenang menjaga kehendaknya sendiri.

Setelah serangkaian operasi melawan pasukan NATO dan setelah pertahanan angkatan udara Suriah menembak jatuh dua jet Amerika dan menangkap pilotnya, Assad mengirim pesan ke Ronald Reagan di mana ia berkata: "Anda bisa membunuh kita, tetapi Anda tidak bisa mencegah kita dari mati dengan terhormat". Setelah melarikan diri dari Armada Keenam di Beirut, The New York Times menerbitkan sebuah gambar besar Presiden Hafez al-Assad berjudul sebagai presiden besar negara kecil, dan gambar kecil Ronald Reagan berjudul sebagai presiden kecil negara terbesar.

Hafez al-Assad .. adalah satu-satunya Presiden yang mendapat sorotan baik ketika hadirnya dan dalam ketidakhadirannya!

Pada pemakaman Raja Yordania Hussein Bin Talal, pada bulan Februari 1999, Hafez al-Assad menarik semua perhatian dan sebuah wawancara semua media Arab dan dunia terlepas dari kehadiran delegasi senior Israel yang seharusnya merebut pusat perhatian. Itu yang pertama dari situasi jenisnya. Delegasi asing terdiri dari Presiden Israel Ezer Weizman, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Ariel Sharon, selain delegasi lain dari presiden AS George HW Bush, Jimmy Carter, Gerald Ford, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Mahkota Pangeran Charles.

Pada tahun yang sama, itu adalah pemakaman Raja Hassan II dari Maroko, dan tidak adanya Presiden al-Assad adalah peristiwa yang paling disorot. Ketidakhadirannya adalah topik hangat di semua media internasional di mana ia mengambil alih kehadiran delegasi Israel dan seluruh presiden dunia.

Akhirnya, kembali ke diplomasi kandung kemih, diplomasi ini tidak terbatas pada sesi negosiasi, tetapi juga pedoman bagi seluruh kebijakan luar negeri Suriah. Assad adalah yang terbaik dalam bertaruh dengan waktu, dan memenangkan taruhan.

Kebijakan pertahanan, atau diplomasi kandung kemih, membuat lelah pemerintah Israel dan AS secara berturut-turut. Ketika Israel memutuskan untuk membalikkan meja dan bertaruh pada waktu kematian Assad, dan mengikuti prinsip Abu Nawas, "racun digunakan sebagai obat", Israel kalah taruhan.

Sejak tahun 90-an, Mossad tidak pernah berhenti mengejar Presiden al-Assad ke beberapa bagian dunia untuk mengambil beberapa tetes urin untuk analisis, dan memperkirakan hari kematiannya. Israel muak dengan taruhan ini, dan tidak sabar menunggu ketidakhadiran Assad dari tempat kejadian. Tapi selama tiga belas tahun sejak tidak adanya Hafez al-Assad, menjadi jelas bahwa Israel kalah taruhan, diplomasi kandung kemih masih ada, dan Hafez al-Assad masih hadir meskipun beliau telah wafat. Dia terus menjadi sorotan di dalam ketidakhadirannya seperti dalam hidupnya.

Sumber :www.syrianews.cc

HORMATILAH DAN BANTULAH PEMBANTU

Shahabat Anas radhiyallahu ‘anhu, pembantu (pelayan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisahkan kepada kita tentang kasih sayang dan wasiat amali (wasiat/pesan yang berbentuk praktek) beliau shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para pembantu. Dia radhiyallahu ‘anhu berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ خُلُقًا فَأَرْسَلَنِي يَوْمًا لِحَاجَةٍ فَقُلْتُ: وَاللَّهِ لَا أَذْهَبُ وَفِي نَفْسِي أَنْ أَذْهَبَ لِمَا أَمَرَنِي بِهِ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجْتُ حَتَّى أَمُرَّ عَلَى صِبْيَانٍ وَهُمْ يَلْعَبُونَ فِي السُّوقِ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَبَضَ بِقَفَايَ مِنْ وَرَائِي قَالَ: فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقَالَ: يَا أُنَيْسُ أَذَهَبْتَ حَيْثُ أَمَرْتُكَ؟ قَالَ: قُلْتُ: نَعَمْ أَنَا أَذْهَبُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَنَسٌ: وَاللَّهِ لَقَدْ خَدَمْتُهُ تِسْعَ سِنِينَ مَا عَلِمْتُهُ قَالَ لِشَيْءٍ صَنَعْتُهُ لِمَ فَعَلْتَ كَذَا وَكَذَا أَوْ لِشَيْءٍ تَرَكْتُهُ هَلَّا فَعَلْتَ كَذَا وَكَذَا ( مسلم )
” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling indah budi pekertinya. Pada suatu hari beliau menyuruhku untuk suatu keperluan. Maka aku berkata:” Demi Allah, aku tidak mau pergi (seolah-olah Anas tidak mau melakukan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, namun hal itu terjadi karena beliau masih kecil), akan tetapi dalam hatiku aku bertekad akan pergi untuk melaksanakan perintah Nabi kepadaku.” Lalu aku pun pergi, hingga aku melewati beberapa anak yang sedang bermain-main di pasar. Tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tengkukku (leher bagian belakang) dari belakang. Dia (Anas) berkata:” Lalu aku menengok ke arah beliau, dan beliau tersenyum. Lalu kata beliau:” Wahai, Anas kecil! Sudahkah engkau melaksanakan apa yang aku perintahkan?” Aku menjawab:” Ya, saya akan pergi untuk melaksanakannya ya Rasulullah..” Anas radhiyallahu ‘anhu berkata:” Demi Allah, sembilan tahun lamanya saya membantu Rasulullah, aku tidak pernah mengetahui beliau menegur saya atas apa yang aku kerjakan dengan ucapan:” Mengapa kamu melakukan begini dan begitu.” ataupun terhadap apa yang tidak aku kerjakan, dengan perkataan:” Kenapa tidak kamu lakukan begini dan begini.”
Dan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
ما ضرب رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ خادما ولا امرأة قَط.. ( أبو داود )
“Tidak pernah sekalipun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memukul pembantu ataupun wanita.” (HR. Abu Dawud)
Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan ummatnya untuk tidak memukul dan menyakiti pembantu dan budaknya. Dari Abu Mas’ud al-Anshari radhiyallahu ‘anhu,ia berkata:
كُنْتُ أَضْرِبُ غُلَامًا لِي، فَسَمِعْتُ مِنْ خَلْفِي صَوْتًا: «اعْلَمْ، أَبَا مَسْعُودٍ، لَلَّهُ أَقْدَرُ عَلَيْكَ مِنْكَ عَلَيْهِ» ، فَالْتَفَتُّ فَإِذَا هُوَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، هُوَ حُرٌّ لِوَجْهِ اللهِ، فَقَالَ: «أَمَا لَوْ لَمْ تَفْعَلْ لَلَفَحَتْكَ النَّارُ» ، أَوْ «لَمَسَّتْكَ النَّارُ»
“ Dahulu aku pernah memukul budakku, tiba-tiba aku mendengar suara dari belakangku:“ Ketahuilah wahai Abu Mas’ud, sungguh Allah lebih mampu untuk menghukummu, dibandingkan kemampuanmu untuk menghukumnya.” Maka aku menoleh, ternyata orang itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka aku berkata:“ Wahai Rasulullah, dia merdeka (bebas) demi mengharap wajah Allah.” Maka Beliau bersabda:“ Adapun, jika kamu tidak melakukan hal itu, niscaya dirimu dilahap api neraka.” Atau beliau bersabda:“ Disentuh api neraka.” (HR. Muslim, Abu Daud, Timidzi)
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
(وَلاَ تُكَلِّفُوهُمْ مَا يَغْلِبُهُمْ، فَإِنْ كَلَّفْتُمُوهُمْ فَأَعِينُوهُمْ) ( البخاري )
” Dan janganlah kalian membebani (memberi tugas) mereka dengan beban yang berat (tidak sanggup mereka pikul), dan jika kalian membebani, maka bantulah.” (HR. Bukhari)
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma,ia berkata:
( جاء رجل إلى النبي – صلى الله عليه وسلم – فقال: يا رسول الله كم نعفو عن الخادم؟ فصمت، ثم أعاد عليه الكلام فصمت، فلما كان في الثالثة قال: اعفوا عنه في كل يوم سبعين مرة )( أبو داود
Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu ia berkata:”Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berapa kali kita memaafkan (kesalahan) pembantu?” Lalu beliau pun diam. Kemudian orang itu mengulang perkataannya. Dan Nabi pun masih terdiam. Lalu yang ketiga kalinya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:” Maafkanlah dia (pembantu) setiap hari tujuh puluh kali.” (HR. Abu Dawud)
Dari Ma’rur bin Suwaid,ia berkata:
(لَقِيتُ أَبَا ذَرٍّ بِالرَّبَذَةِ وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ وَعَلَى غُلَامِهِ حُلَّةٌ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِنِّي سَابَبْتُ رَجُلًا فَعَيَّرْتُهُ بِأُمِّهِ فَقَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا أَبَا ذَرٍّ أَعَيَّرْتَهُ بِأُمِّهِ إِنَّكَ امْرُؤٌ فِيكَ جَاهِلِيَّةٌ إِخْوَانُكُمْ خَوَلُكُمْ -خدمكم وعبيدكم- جَعَلَهُمْ اللَّهُ تَحْتَ أَيْدِيكُمْ فَمَنْ كَانَ أَخُوهُ تَحْتَ يَدِهِ فَلْيُطْعِمْهُ مِمَّا يَأْكُلُ وَلْيُلْبِسْهُ مِمَّا يَلْبَسُ وَلَا تُكَلِّفُوهُمْ مَا يَغْلِبُهُمْ فَإِنْ كَلَّفْتُمُوهُمْ فَأَعِينُوهُمْ)( البخاري (
” Aku bertemu Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu di Rabdzah, saat itu ia mengenakan pakaian dua lapis, begitu juga pembantunya, maka aku tanyakan kepadanya tentang itu, maka dia menjawab:” Aku dahulu menghina seseorang dengan cara menghina ibunya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menegurku: “Wahai Abu Dzar apakah kamu menghina dia dengan (mencela) ibunya? Sesungguhnya kamu masih memiliki (sifat) jahiliyyah. Saudara-saudara kalian adalah budak dan pembantu kalian, Allah telah menjadikan mereka di bawah tangan (kekuasaan) kalian. Maka barang siapa yang saudaranya berada di bawah tangannya (kekuasaannya), hendaklah ia memberinya makanan dari apa-apa yang dia makan, memberinya pakaian dari jenis pakaian apa yang dia pakai, dan janganlah kalian membebani (memberi tugas) mereka sesuatu yang di luar batas kemampuan mereka. Jika kalian membebani mereka, maka bantulah mereka.” (HR. al-Bukhari)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
لِلْمَمْلُوْكِ طَعَامُهُ وَكِسْوَتُهُ بِالْمَعْرُوْفِ وَلاَ يُكَلَّفُ مِنَ الْعَمَلِ مَا لاَ يُطِيْقُ
“Bagi budak (hamba sahaya) ada hak mendapat makanan dan pakaian yang pantas, dan tidak boleh diberikan beban pekerjaan yang tidak mampu dilakukannya.”

KHUTBAH IBLIS DI JAHANNAM


dev
Iblis berkhutbah…??, benar…ia berkhutbah…bahkan khutbah yang paling menyentuh hati…tidak ada khutbah yang menyentuh hati sebagaimana khutbah Iblis ini.
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :
إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ، قَامَ إِبْلِيْسُ خَطِيْبًا عَلَى مِنْبَرٍ مِنْ نَارٍ ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ
“Tatkala hari kiamat Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api lalu berkhutbah seraya berkata, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya…” (Tafsiir At-Thobari 16/563)
Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah berkata :
يُخْبِرُ تَعَالَى عَمَّا خَطَبَ بِهِ إِبْلِيْسُ أَتْبَاعَهُ، بَعْدَمَا قَضَى اللهُ بَيْنَ عِبَادَهُ، فَأدخل المؤمنين الجنات، وأسكن الكافرين الدركات، فقام فيهم إبليس -لعنه الله -حينئذ خطيبا ليزيدهم حزنا إلى حزنهم (4) وغَبنا إلى غبْنهم، وحسرة إلى حسرتهم
“Allah mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, yaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hambaNya, lalu Allah memasukan kaum mukminin ke surga, dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam neraka jahannam. Maka Iblispun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan….” (Tafsiir Al-Qur’an Al-’Adziim 4/489)
Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat menegangkan…tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam neraka jahannam…tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala yang siap membakar mereka…!!!
Khutbah tersebut…
Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis…,
Khutbah yang mengalirkan air mata mereka…
khutbah yang benar-benar telah menyadarkan mereka akan kesalahan-kesalahan mereka…
Khutbah yang menyadarkan mereka bahwasanya selama ini mereka hanya terpedaya oleh sang pemimpin…sang khotiib…Iblis la’natullah ‘alaihi
Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut:
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٢٢)وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ (٢٣)
“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekedar) aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih”.
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka” (QS Ibrahim : 22-23)
Demikianlah khutbah Iblis tersebut….setelah ia menggoda manusia…setelah menipu mereka…setelah menjerumuskan mereka dalam neraka…setelah tercapai cita-citanya…lalu…
  • Iapun berlepas diri dari para pengikutnya. Ia sama sekali tidak mau bertanggung jawab atas godaan-godaannya…
  • Bahkan ia sama sekali tidak mau disalahkan dan dicela…akan tetapi ia menyuruh mereka (para pengikutnya) untuk mencela diri mereka sendiri…
  • Bahkan ia mengaku sejak dulu kufur/ingkar terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya…
Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh, Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan bahwa “Sesungguhnya orang-orang zalim mendapatkan siksaan yang pedih”…lalu Iblis menyebutkan tentang kenikmatan penduduk surga, yaitu orang-orang yang tidak mau menjadi pengikut Iblis…!!!
Sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak bisa terbayangkan dalam hati para penghuni neraka tatkala mendengar khutbah dari sang pemimpin…
Semoga Allah menjaga kita dari rayuan Iblis…jangan sampai kita termasuk dari orang-orang yang tersentuh karena kutbah Iblis ini….orang-orang yang tatkala di dunia tidak tersentuh oleh nasehat-nasehat, tidak tergerak hati mereka tatkala mendengar pengajian-pengajian dan khutbah-khutbah…hati mereka hanyalah tergerak dan tersentuh tatkala mendengar khutbah Iblis….wal’iyaadzu billah.

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 14-02-1434 H / 27 Desember2012 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

Saatnya Menoleh ke Rusia Bagi Kepentingan Strategis Indonesia


Penulis : Santos Winarso Dwiyogo, Kepala Divisi Masalah Bilateral dan Hubungan Internasional, Kantor Sekretariat Wakil Presiden RI

(Disampaikan dalam Roundtable Discussion yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, bertema: Indonesia, Rusia dan G-20, Kamis 25 April 2013, di Wisma Daria, Jakarta Selatan)
Ringkasan Penting: Yang perlu digarisbawahi, Rusia datang ke Asia Pasifik dan Timur Jauh, bukan untuk membuat konflik baru, melainkan ingin menghiasi konflik itu, semacam membuat interior design, sehingga konflik yang berlangsung selama ini bisa lebih mengarah ke tren yang lebih positif di masa depan. Dengan demikian, untuk ringkasnya, Indonesia harus memanfaatkan kemitraan strategis dengan Rusia, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi, khususnya di bidang perangkat keras di bidang Industri strategis khususnya milter, ruang angkasa, transportasi, pertambangan dan pertanian.

Dalam menghadapi forum ekonomi Asia Pasifik (APEC) maupun G-20, Indonesia harus cerdas, cerdik dan responsif dalam mengantisipasi pergerakan-pergerakan geopolitik negara-negara yang diperkirakan bakal memainkan peran strategis atau pemain-pemain utama dalam konstalasi global saat ini.

Indonesia harus jeli dalam mencermati dan memanfaatkan peran strategis negara-negara seperti Rusia dan Cina yang bermaksud membuat satu gerakan untuk meninggalkan pola konservatisme yang diperagakan oleh negara-negara maju yang tergabung dalam G-7. Dalam konteks ini, Indonesia harus menyadari bahwa Rusia memiliki kebijakan yang berbeda dengan negara-negara yang tergabung dalam G-7. Karena itu, dalam memetakan negara-negara maju saya lebih pas menyebut negara-negara G-7, bukan G-8.  Karena ini merupakan persekutuan strategis Amerika Serikat dan Eropa Barat.

Dalam pandangan yang seperti ini, mengingat Indonesia dan Rusia sama-sama berada dalam forum yang sama di APEC, ASEAN Regional Forum, dan East Asia Community, maka dalam konteks APEC Indonesia bisa memaksimalkan peran diplomasinya, untuk meluruskan dan mengarahkan kembali tujuan APEC yang sudah melenceng jauh dari tujuannya semula. Karena sekarang APEC telah jadi ajang kepentingan negara-negara besar seperti Amerika, Eropa Barat, dan Jepang. Sekaligus juga agar Indonesia mampu mengoptimalkan kebijakan-kebijakannya terkait peningkatan kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi.

Memanfaatkan Fokus Politik Luar Negeri Rusia ke Asia Pasifik

Ada banyak hal yang bisa kita manfaatkan dari Rusia mengingat kita punya hubungan sejarah yang panjang dengan Rusia. Apalagi pada 2004-2005 Presiden SBY sudah menandatangani Kemitraan Strategis dengan Rusia. Menurut data yang ada pada saya, Indonesia sudah memiliki sekitar 14 kemitraan strategis dengan beberapa negara, termasuk Rusia. Namun sampai hari ini tidak ada follow up atau tindak lanjutnya.

Menarik jika kita mencermati geopolitik Rusia. Kalau mengamati pola perubahan pergerakan geopolitik Rusia, yang menarik itu adalah filosofi lambang negara Rusia sendiri yaitu elang. Elang berkepala dua. Ini sepertinya Rusia hendak menyampaikan pesan bahwa mereka akan berpaling ke kiri dan ke kanan. Menoleh ke barat tapi juga ke timur.

Maka kalau kita pahami konteks kekiniannya, terutama di forum APEC Vladivostok tahun lalu, dan pada September 2013 nanti Rusia akan selenggarakan KTT G-20. Nah ini artinya, Rusia berusaha agar tidak kehilangan fokus dan arah dalam menekankan kebijakan politik luar negerinya. Rusia menoleh ke barat, karena bagaimanapun negara beruang merah tersebut merupakan bagian dari eropa. Menoleh ke timur, karena sebagian besar wilayah negara Rusia berada di kawasan Asia, Timur Jauh dan Pasifik. Ini satu fakta geopolitik yang harus kita perhitungkan.

Sejatinya, basis kekuatan sesungguhnya Rusia berada di Asia. Ketika Rusia menghadapi krisis atau depresi, Rusia selalu ingat punya daerah di sekitar pegunungan Ural. Ketika Perang Dunia II, Rusia punya beberapa tank yang cukup berkualitas, sehingga mampu mengalahkan kedigdayaan tank-tank Jerman. Sehingga akhirnya gagal lah serangan Nazi Jerman ke Rusia. Nah tank-tank Rusia ini dibuatnya di daerah Rusia yang masuk kawasan Asia. Itu Luar Biasa.

Selain itu, modalitas politik luar negerinya yang utama adalah, ketika Rusia berhasil merebut 4 kepulauan milik Jepang. Ini dianggap sebagai simbol kemenangan geopolitik Rusia terhadap Jepang. Kalau kita berbicara mengenai geopolitik di Asia Pasifik dan Timur Jauh, ada tiga paradigma politik luar negeri.

Pertama, Asia Pasifik dan Jepang. Kedua, Asia Pasifik dan Cina. Dan ketiga, Asia Pasifik dan Amerika Serikat. Lantas di mana posisi Rusia? Nah inilah makanya Rusia ingin menunjukkan eksistensinya melalui hegemoninya. Seakan hendak mengatakan, “Hey, kami ini juga hadir lho di Asia.” Pada 1941, Joseph Stalin pernah mengatakan “Kami (Rusia) adalah negara eropa dari di Asia.” Dengan demikian bangsa Rusia selalu ingin menegaskan bahwa Rusia tidak ingin dinafikan dari masa depan Asia Pasifik. Apalagi ketika sekarang ada tren pergeseran geopolitik dari Atlantik ke Pasifik.

Dengan demikian para penyusun kebijakan politik luar negeri Indonesia harus menyadari bahwa Rusia pun sekarang menekankankan fokus politik luar negerinya ke kawasan Asia Pasifik.

Tiga Referensi Transformasi Politik Luar Negeri Rusia Pasca Perang Dingin

Pertama. Kenapa Rusia begitu menaruh prioritas membangun rel-rel kereta api di Siberia? Sejak Vladivostok Consensus dibuat semasa pemerintahan Gorbachev, Rusia berupaya membangun kembali kesadaran tradisi Rusia terhadap Asia Pasifik. Berbicara soal Vladivostok, ini merupakan daerah baru yang dicita-citakan oleh para pengambil kebijakan di Rusia sebagai ibukota Rusia di Timur Jauh. Kita tahu ibukota Rusia kan Moskowa. Tapi ibukota Rusia kuno sebernanya di Ukraina dengan ibukotanya St Petersburg. Tapi kelak ibukota ekonominya ada Vladivostok.

Itulah sebabnya momentum Rusia sebagai tuan Rumah KTT APEC 2012 lalu memang jadi idam-idaman para petinggi pemerintahan di Kremlin. Karena dianggap sebagai cornerstone atau batu loncatan, menuju hegemoni Rusia di bidang ekonomi dan perdagangan.

Kedua, referensi transformasi politik luar negeri Rusia, Doktrin Primakov, mantan Perdana Menteri Rusia Yevgeny Maksimovich Primakov. Menurut doktrin ini, aliansi strategis yang diperlukan agar Rusia bisa menjadi kekuatan penyeimbang dalam konstalasi global, terutama untuk mengimbangi pengaruh Amerika Serikat dan Eropa Barat, maka perlu dibentuk poros Moscow, Beijing dan New Delhi (Rusia, Cina dan India). Oleh Primakov doktrin ini disebut Strategic Triangle.

Memang di masa lalu Rusia pernah punya masalah dengan Cina. Namun Rusia juga menyadari sekarang harus menjalin hubungan baik dengan Cina. Sebagaimana juga Rusia sudah menjalin hubungan baik dengan India. Bahkan Rusia harus bisa menjadi agen yang mampu mendamaikan Cina dengan India. Sepertinya Rusia sangat berkeinginan untuk menjadi Katalisator dalam menegakkan Perdamaian. Inilah sebabnya mengapa Rusia ingin jadi juru damai antara Cina dan India.

Primakov meyakini bahwa dengan persekutuan Rusia, Cina dan India, konservatisme trans atlantik ini akan berhasil digeser di masa depan. Kita tahu, ketiga negara tersebut memiliki tradisi dan peradaban yang sangat tua. Tidak heran jika Amerika begitu segan kepada Cina dan India, karena peradabannya sudah berlangsung selama 4 ribu tahun. Sementara Amerika kan baru berdiri pada 1776. Rusia pun sudah berdiri sekitar 1200 tahun.

Itulah sebabnya Primakov memandang pentingnya aliansi strategis atau segitiga strategis Rusia, Cina dan India. Persekutuan strategis ketiga negara tersebut bisa menggabungkan sebagian besar dari pulau-pulau yang ada di dunia ini.

Ketiga, Rusia merujuk pada doktrin Nearby Approach. Kolapsnya Rusia, kita tahu, kemudian dimanfaatkan oleh musuh-musuh tradisional Rusia, dalam rangka merongrong kedigdayaan Rusia. Sejak Vladimir Putin tampil sebagai presiden, Rusia berhasil merobah 180 derajat, dari keterpurukan pasca runtuhnya Uni Soviet pada 1989, kembali jadi negara adidaya. Perlu kita ketahui bersama, Rusia tak akan bersedia melepaskan negara Turkistan, Kazakhtan, Kirgistan, dan sebagainya, yang kita tahu berada di kawasan Asia Tengah. Rusia juga tidak mau melepaskan pengaruhnya di semua sektor, termasuk energi dan pangan, di kawasan Caucasus seperti Azerbaijan, Armenia dan Georgia. Itulah sebabnya Rusia tetap menjalin kedekatan dengan negara-negara mantan satelitnya, termasuk Cina.

Itu sebab mengapa Rusia kemudian menjalin komitmen bersama Cina melalui Shanghai Cooperation Organization (SCO). SCO dipandang Rusia sebagai saluran atau kran untuk mengeluarkan atau membebaskan Rusia dari kepungan negara-negara barat. Baik dari Amerika maupun Uni Eropa. Dari barat, Rusia menghadapi rudal yang dipasang barat dari Polandia dan Chech.

Selain itu, Rusia memang punya visi Timur. Karena itu Cina harus jadi agenda pokok untuk membangun aliansi. Cina memang musuh masa lalu Rusia, tapi juga bisa jadi kawan masa kini. Inilah gunanya kesepakatan strategis Rusia-Cina melalui SCO.

Keempat. Presiden Putin menekankan ada tiga pilar diplomasi Rusia. Pertama, Kekuatan militer. Kedua, Ilmu dan Teknologi, termasuk industri. Dan Ketiga adalah energi. Dengan tiga pilar diplomasi ini, Putin yakin bisa kembali menjadi negara adidaya. Karena di era Perang Dingin, sebenarnya Rusia bukan negara superpower yang sebenarnya karena secara ekonomi Rusia masih lemah. Meski secara militer dan persenjataan Rusia memang termasuk negara superpower. Itulah sebabnya Rusia ingin mengembalikan kejayaannya seperti di masa silam.

Keunggulan Rusia
1. Militer
2. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
3. Sumberdaya Manusia
4. Sejarah dan Peradaban
5. Sumberdaya Mineral
6. Kepemimpinan, terutama di era Vladimir Putin

Kelemahan Rusia
1. Instabilitasi Politik di dalam negeri
2. Sistem Politik yang masih relative otoritarian
3. Masalah residual seperti kemiskinan.
4. Kemapanan ekonomi yang masih banyak yang harus ditanggulangi.

Peluang Rusia
1. Rusia sebagai kekuatan penyeimbang.
2. Persekutuan strategis bersama Cina, India, dan Afrika Selatan 

Ancaman dari dalam dan luar Rusia  
1. Ancaman dari dalam negeri seperti Terorisme dan gerakan separatism.
2. Ancaman paling berbahaya berada di kawasan Caucasus.
3. Ancaman dari luar tentu saja dari Amerika dan Uni Eropa. Sedangkan dari Asia berasal dari Jepang.

Prospek Kerjasama Indonesia-Rusia

Indonesia dan Rusia menurut saya memang harus sama-sama membangun kerjasama yang saling menguntungkan. Namun Indonesia harus punya visi yang jelas, sehingga dengan Rusia akan terjalin sebuah kerjasama yang equal/setaraf dan saling menguatkan. Selama ini kan Indonesia sepenuhnya didikte oleh kepentinga Amerika. Dengan Rusia kita jangan sampai tunduk begitu saja pada kepentingan Rusia. Harus ada take and give.

Kalau Indonesia saat ini belum bisa menentukan arah kebijakan politik luar negeri negara-negara lain, setidaknya kita harus bisa mencegah jangan samapi didikte negara-negara lain. Termasuk Rusia. Kalau kita merelakan diri di bandwagon negara lain, ya politik luar negeri kita tidak akan mandiri dan independen. Apalagi dalam menentukan keputusan-keputusan strategis di tengah konstalasi global seperti saat ini.

Dalam konstalasi global saat ini, praktek hubungan internasional yang ditekankan adalah transfer of power. Artinya, negara-negara yang ada dalam sistem internasional ini, berkeinginan mendirikan bank atau lembaga-lembaga keuangan. Bahkan lalu-lintas perdagangan yang sifatnya otonom. Transfer of power inilah yang diiginkan oleh Rusia.

Dengan demikian Amerika bisa dihentikan posisi dan perannya sebagai kekuatan dominan satu-satunya di dunia internasional. Inilah yang sedang diupayakan oleh negara-negara berkembang seperti Brazil, India dan Afrika Selatan. Memang kita belum tahu kapan tercapainya kesetaraan atau equality. Yang jelas, Rusia berusaha menipiskan jarak atau gap dengan Amerika sebagai dominator global. Terbukti bahwa ketika Amerika dilanda krisis ekonomi, Amerika melakukan pendekatan kepada Cina. Ini bukti adanya transfer of power.

Adapun pergerakan strategis Rusia dalam kerangka regionalisme ini adalah di APEC, East Asia Community, ASEAN Regional Forum (ARF), dan G-20.

Terkait dengan G-20, meski ada beberapa pakar yang menganggap sebagai perpanjangan tangan Amerika, namun tetap harus dipandang sebagai entitas tersendiri. Namun sebelum bisa memaksimalkan peran Indonesia di forum G-20, terlebih dahulu Indoenesia harus memaksimalkan perannya di forum ekonomi Asia Pasifik di APEC, ARF maupun East Asia Community.

Karena Indonesia lebih memungkinkan membangun keseimbangan di APEC, ARF dan East Asia Community. Namun demikian, kalaupun tetap ingin memainkan peran di G-20, para stakeholders kebijakan luar negeri kita harus bisa lebih cerdas dan cerdik dalam memaksimalkan perannya. Artinya, Indonesia harus tahu diri tapi juga mampu memotivasi diri. Jadi keikutsertaannya sebagai anggota negara G-20 itu bukan sekadar ikuta-ikutan atau sekadar ingin dapat pengakuan.

Para pemangku kebijakan luar negeri hendaknya menyadari bahwa jangkauan geopolitik Rusia terhadap negara-negara luar itu adalah sebagai berikut:
1. Timur Tengah.
2. Asia Tengah
3. Asia Pasifik
4. Timur Jauh

Kita tahu Suriah di Timur Tengah, merupakan faktor kunci yang tidak pernah dilepaskan oleh Rusia. Asia Tengah, jelas sudah saya singgung tadi, apalagi ada banyak negara-negara eks satelit Rusia di kawasan tersebut.

Lantas di kawasan Asia Pasifik, Rusia bagaimanapun juga tergabung di forum APEC. Juga Rusia ada di East Asia Community. Rusia juga terlibat di ARF. Seperti itu.

Sedangkan interaksi primer Rusia, saat ini tetap dengan Amerika Serikat. Lalu dengan Cina. Ketiga dengan Uni Eropa. Lalu dengan Jepang, India dan baru kemudian dengan ASEAN.

Indonesia Harus Mantap Dulu di ASEAN

Sehubungan dengan konteks hubungan bilateral Indonesia dan Rusia, khususnya dalam memanfaatkan kemitraan strategis dengan Rusia, Indonesia harus mantap dulu di forum ASEAN. Indonesia harus mampu menjadikan dirinya sebagai inisiator yang hebat di kalangan negara-negara ASEAN. Harus mampu jadi pemegang remote control di ASEAN. Jangan malah Indonesia kemudian ditinggalkan oleh Singapore atau negara-negara ASEAN lainnya. Baru setelah Indonesia punya landasan dan modalitas yang kuat di ASEAN, baru kemudian kita punya daya tawar yang kuat dengan Rusia. Tanpa modalitas dan posisi yang kuat dari Indonesia di ASEAN, saya yakin Rusia juga tidak akan menganggap penting Indonesia.

Indonesia harus mampu meyakinkan Rusia apa yang bisa didapat Rusia dari Indonesia maupun ASEAN. Karena bagaimanapun juga di ASEAN ada 600 pasar dan modal, dan ini akan menarik bagi negara manapun, termasuk Rusia. Makanya Indonesia harus merebut dulu sebagai pemegang remote control-nya dulu di ASEAN.

Namun ada hal berharga yang harus kita pelajari dari keberhasilan Rusia dalam memanfaatkan tiga piranti politik luar negerinya. Rusia seperti yang saya sebut tadi modalitas politik luar negerinya: Militer, IPTEK dan Energi. Juga ada budaya dan warisan sejarah.

Dari ketiga piranti politik luar negeri yang ditekankan Vladimir Putin, yang perlu kita cermati dalam memandang prospek kerjasama dengan Rusia adalah di bidang militer. Kenapa sih Indonesia selama ini selalu tergantung pada Washington? Meski kita tetap menjalin hubungan kerjasama dengan Washington,saya kira kita perlu juga menoleh ke negara-negara lain yang kiranya juga akan bisa membawa keuntungan yang lebih nyata. Daripada sekadar beli senjata dengan murah, tapi kemudian kita ditekan oleh Washignton. Seperti dalam bidang Demokrasi dan HAM.

Kenapa kita tidak menyerap inspirasi dari The Beijing Consensus? Yang mana dalam hubungan bilateral sebuah negara, ditegaskan agar tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing negara. Yang ditekankan adalah kepentingan strategis dari negara-negara yang terlibat dalam kerjasama bilateral tersebut. Maka itu, dalam menjalin kerjasama strategis dengan Rusia, bidang militer kiranya bisa jadi pertimbangan yang cukup penting.

Ini penting karena selama ini selain Amerika, kita sebagai negara besar juga mendapat rongrongan dari Malaysia, Singapura dan Australia. Karena ingin melemahkan kekuatan strategis kita. Karena itu saya yakin kelemahan dari BUMN industri strategis kita seperti PT PAL, PINDAD dan PTDI, bukan karena kita tidak mampu mengelola manajemennya secara professional. Melainkan karena adanya campurtangan dari negara-negara yang secara geopolitik memiliki kepentingan langsung dengan Indonesia. Terutama Malaysia, Singapore, Australia dan Amerika. Kita tidak menafikan kemungkinan adanya konspirasi.

Sehingga kemandirian strategis kita akan selalu diganggu sampai kapan pun. Maka itu, satu hal yang bisa dilakukan Indonesia untuk mengembalikan fungsi-fungsi industr strategis adalah dengan Menggandeng negara-negara seperti Rusia. Kenapa tidak?
Kita sebenarnya punya bargaining position yang kuat. Kita punya PTDI, kita punya PINDAD, kita punya PAL, kita punya Krakatau Steel. Kita punya lembaga aerotika nasional. Kita punya itu semua. Mulai dari dinamit bahan peledak, senjata, kereta api, semua ada. Dan Rusia punya itu semua. Kenapa kita tidak memanfaatkan itu.

Sekarang bagaimana prospek kerjasama strategis Indonesia dan Rusia di bidang energy? Sekarang ini Pertamina mulai belajar lagi. Setelah sekian tahun dalam posisi mapan, maka tak ada salahnya Indonesia mulai mendekati perusahaan-perusahaan energi Rusia. Karena bagaimanapun juga Rusia berpengalaman dari segi teknologi dan sebagainya. Indonesia sangat berkepentingan dalam hal ini.

Karena seperti halnya Rusia, piranti politik luar negeri yang membuat Rusia kuat dan diperhitungkan adalah kemampuan teknologinya. Dan saya yakin Rusia mau bersedia membantu, meski saya yakin Rusia juga meminta beberapa konsesi. Namum saya yakin tidak akan seserakah Amerika lah. Karena dalam hubungan internasional, tidak mungkin lepas dari adanya kerjasama timbal-balik. Take and Give.

Di bidang Pendidikan dan Kebudayaan, kerjasama dengan Rusia juga bisa dimaksimalkan kemanfaatanya. Mengapa kita tidak mengirim para pelajar dan mahasiswanya ke Rusia. Jangan kita terlalu terkagum-kagum dengan Yale atau Harvard University di Amerika. Padahal di Rusia ada Patricia Lumumba dan sebagainya. Yang pamornya pun tidak kalah menarik.

Satu hal yang saya perlu tekankan, Rusia ini jago dalam penguasaan Ilmu Murni. Karena itu tak heran meski pernah kolaps, Ilmu Pengetahuan dan Teknologinya tetap Berjaya. Rusia tidak pernah ketinggalan dengan Uni Eropa dan Amerika. Rusia tak pernah ketinggalan dari Boeng atau Airbus. Sehingga mereka bisa memproduksi pesawat-pesawat sipil yang dari segi teknologi tidak kalah canggih.

Indonesia, Rusia dan G-20

Indonesia punya 4 channel untuk mengakses kerjasama dengan Rusia. ARF, East Asia Community, dan APEC. Kita harus bisa meyakinkan Rusia bahwa Indonesia juga pasar potensial bagi Rusia. Indonesia juga bisa menyediakan bahan mentah yang bagus. Buruh yang affordable dan terjangkau. Selain itu kita punya kemitraan strategis dengan Rusia.

Karena itu langkah strategis Indonesia, adalah memperkuat komitmen dalam menerapkan kemitraaan strategisnya baik dengan Cina maupun India. Dalam konteks BRICS, Indonesia sudah saatnya menjalin berbagai peluang kerjasama dengan Afrika Selatan, meski secara kawasan jauh dari wilayah Indonesia. Di Afrika Selatan mereka punya South African Development Cooperation. Kenapa Indonesia tidak masuk ke sana? Padahal Cina, Malaysia, India, sangat agresif menjalin kerjasama dengan Afrika Selatan. Negara-negara tersebut memandang Afrika sebagai Promising Land dari segi kesempatan.

Dalam bidang kelautan, perikanan, pariwsita dan transportasi, layak diperhitungkan. Apalagi ada fakta jumlah turis dan investasi Rusia di Bali, ada gradasi meningkat. Sekadar catatan, meningkatnya investasi Rusia secara agresif di India, ternyata menyumbang peningkatan pertumbuhan ekonomi lokal di India. Karena itu Indonesia seharusnya memaksimalkan kerjasama dengan Rusia di bidang pariwisata.

Tentu saja dalam menjalin kerjasama dengan Rusia, tidak dibuat dengan meniru karakter perjanjian kerjasama Indonesia dan Amerika yang sangat berat sebelah. Harus setaraf dan saling menguntungkan.

Rusia punya beberapa agenda strategis yang perlu diketahui Indonesia sebagai latarbelakang untuk menyusun konsepsi kerjasama strategis dengan Rusia. Yaitu:
1. Mengembalikan Rusia sebagai Negara Superpower.
2. Menjadi Penyeimbang Global.
3. Keluar dari Cengkraman Amerika dan Negara-Negara Barat.
4. Menjadikan dirinya sebagai Peace Conflict Catalisator

Yang menarik, Rusia sekarang sedang berusaha untuk menciptakan konsepsi perdamaian yang berada di luar skema pemahaman Amerika dan Uni Eropa. Jadi lebih merujuk pada Scandinavian School. Sehingga negara-negara otonom seperti Rusia dan Cina berusaha menciptakan konsepsi perdamaian tidak sebagaimana dipaksakan oleh Amerika dan Uni Eropa.

Kehadiran Rusia di APEC maupun G-20, karenanya harus dipandang sebagai momentum Rusia untuk menjadikan dirinya sebagai negara adidaya di bidang ekonomi. Karena sewaktu perang dingin, Rusia sebenarnya hanya sekadar Diabled Superpower. Selama 70 tahun Rusia Cuma jadi negara superpower tanpa kekuatan ekonomi dan keuangan.

Prestasi Rusia di bidang ekonomi adalah berhasil melunasi semua hutang-hutangnya kepada IMF hanya dalam waktu kurang dari satu dekade. Pertumbuhan ekonominya juga meningkat secara signifikan. Ini jelas harus jadi inspirasi buat Indonesia. Karena dari segi sumberdaya manusia, kandungan kekayaan sumberdaya alamnya, luas wilayah secara geografis dan jumlah penduduk, Indonesia dan Rusia sebenarnya tidak terlalu jauh perbedaannya.

Jadi kalau Rusia bisa, kenapa Indonesia tidak. Karena itu yang harus jadi inspirasi adalah, membangun formasi dan formulasi kepemimpinan nasional kita. Vladimir Putin itu harus jadi inspirasi bagi Indonesia. Setidaknya Rusia di bawah kepemimpinan Putin, bangsa Rusia sekarang kembali punya martabat dan kebanggaan nasional. Sehingga Rusia memiliki nilai tawar yang cukup tinggi di hadapan negara-negara lain.

Karena itu, Indonesia harus menyadari bahwa forum APEC dan G-20 merupakan manifestasi dari pembuktian kapasitas ekonomi dan perdagangan Rusia. Melalui APEC dan G-20, Rusia bermaksud unjuk kekuatan sekaligus success story bahwa Rusia punya asset menarik dan berharga sebagai dasar untuk tawar-menawar.

Tersirat bahwa Rusia, juga tertarik untuk menjalin kerjasama di Timur Jauh. Hadir di Kawasan Asia Pasifik. Mengimbangi kehadiran Amerika dan Jepang. Hal inilah yang harus dimanfaatkan oleh Indonesia. Karena itu kita harus bisa secara cerdas memanfaatkan negara-negara seperti Rusia untuk kepentingan strategis Indonesia. Kita harus menumpang “ajian” Rusia.

Selain itu para pemangku kebijakan strategis Indonesia juga harus menyadari bahwa forum APEC dan G-20 menjadi ajang interaksi dan upaya untuk melakukan konstruksi mekanisme balance of power. Sehingga sekaligus juga menciptakan ruang baru bagi manajemen kepentingan dan manajemen strategis terkait dengan kepentingan geostrategis yang tadi saya sampaikan.
Yang perlu digarisbawahi, Rusia datang ke Asia Pasifik dan Timur Jauh, bukan untuk membuat konflik baru, melainkan ingin menghiasi konflik itu, semacam membuat interior design, sehingga konflik yang berlangsung selama ini bisa lebih mengarah ke tren yang lebih positif di masa depan.

Dengan demikian, untuk ringkasnya, Indonesia harus memanfaatkan kemitraan strategis dengan Rusia, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi, khususnya di bidang perangkat keras di bidang Industri strategis khususnya milter, ruang angkasa, transportasi, pertambangan dan pertanian.

Dalam bidang peningkatan kapastias SDM, sudah selayaknya mempertimbangkan kerjasama bidang riset dengan Rusia. Maupun peningkatan anggaran beasiswa baik dalam skema Bappenas maupun Pemerintah Rusia.

Pengadaan Alutsista/Alat Utama Sistem Persenjataan dan Perangkat Keras. Sehingga Indonesia harus memperluas jaringan pasarnya ke Afrika, Asia Tengah dan Caucasus.  

AKHIR HAYAT ADOLF HITLER DI INDONESIA DAN MASUK ISLAM




Dari sekian banyak informasi yang ada tentang kematian Hitler, tidak ada satupun yang dapat menyebutkan secara pasti apa penyebab kematian sang diktator Nazi ini.

Bagaimanakah sebenarnya akhir dari petualangan Hitler itu?

Benarkah Hitler bersama istrinya Eva Braun bunuh diri setelah minum racun sianida?

Lantas bagaimanakah hasil otopsi pihak Amerika ketika tengkorak Hitler dipamerkan pada tahun 2000 lalu, yang ternyata adalah tengkorak seorang wanita?

Dimanakah sebenarnya keberadaan Hitler setelah jatuhnya Berlin di tangan sekutu?

Beberapa Versi Tentang Kematiannya
Versi yang paling populer menyebutkan bahwa Hitler tewas bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri dan minum racun sianida pada 30 April 1945, saat Jerman diduduki oleh Uni Soviet.

Meski sejumlah ahli sejarah ragu Hitler menembak dirinya, dan menduga hal itu hanyalah propaganda Nazi untuk menjadikan Hitler sebagai pahlawan.

Namun, lubang pada potongan tengkorak itu tampak menguatkan argumen tersebut ketika tengkorak itu dipamerkan di Moskow tahun 2000. Bagaimana dan kapan Hitler meninggal sekarang ini masih diselimuti misteri.

Dapat dijumpai penjelasan tentang penyebab dan kapan Hitler mati dari beberapa versi. Ada kematian versi Jerman, versi Rusia, dan versi para peneliti atau ilmuwan.

Versi Jerman, seperti yang diceritakan oleh Flegel, salah satu perawat Hitler dan petinggi Nazi lainnya saat di dalam bunker.


Versi Rusia, yang dinyatakan oleh seorang pejabat tinggi dinas rahasia Rusia, KGB, yang mengklaim, bahwa Adolf Hitler mengakhiri hidupnya tidak dengan menembak dirinya sendiri, tetapi dengan meminum racun sianida.

Seperti yang dinyatakan oleh Letnan Jenderal Vasily Khristoforov, staf arsip untuk dinas keamanan FSB Rusia, “Paramedia militer Uni Soviet kala itu telah memastikan bahwa Hitler dan Eva Braun tewas setelah minim racun sianida pada 30 April 1945.”

Versi para ilmuwan, terakhir adalah menurut pendapat umum dalam hal ini diwakili oleh para ilmuwan. Sudah lama sebenarnya para ilmuwan dan ahli sejarah menyatakan bahwa potongan tengkorak yang telah diambil dari luar bunker Hitler oleh tentara Rusia dan selama ini disimpan intelijen Soviet itu akan menjadi bukti yang meyakinkan bahwa menembak dirinya hingga tewas setelah minum pil sianida pada 30 April 1945.


Akhirnya dilakukan analisis DNA terhadap potongan tengkorak itu oleh peneliti Amerika, dan mereka menyatakan, “kami tahu tengkorak itu berhubungan dengan seorang perempuan berusia antara 20 dan 40 tahun,” kata ahli arkelogi Nick Bellantoni dari Universitas Connecticut, AS, dikutip dari Dailymail.

“Tulang itu kelihatan sangat tipis, tulang tengkorak laki-laki cenderung lebih kuat. Dan persambungan di mana lempengan tengkorak itu menyatu tampak berhubungan dengan seseorang yang berusia kurang dari 40 tahun. Hitler pada April 1945 berusia 56 tahun.“

Dengan adanya hasil tes DNA tersebut, berarti sejarah kematian Hitler menjadi sebuah misteri kembali, dan para ahli teori konspirasi harus memikirkan kembali kemungkinan-kemungkinan lain tentang kematian Hitler, seperti mungkin saja Hitler tidak mati dalam bunker.

Sekilas Tentang Adolf Hitler
Mengenai masa kecil, masa remaja, sampai dengan ketika menjadi seorang diktator, Hitler kecil adalah seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat membencinya dan mengenggap perilakunya yang “antisosial” sebagai sebuah kutukan.

Ayahnya seorang yang keras dalam mendidik anak, sedang ibunya (Klara) sangat baik kepadanya. Masa kecil yang diliputi dengan kebencian dari ayahnya inilah yang memberikan andil besar dalam pembentukan mental dan kejiwaan Hitler saat dewasa.

Ketika hidupnya sulit, Perang Dunia 1 pun pecah. Tanpa ragu-ragu Hitler mendaftar menjadi tentara dengan pangkat Kopral, bertugas di medan perang di barisan paling depan. Kecewa dengan kekalahan Jerman di Perang Dunia 1, dan melihat negara dan rakyatnya yang sengsara dan kelaparan, Hitler pun masuk menjadi Anggota Partai Buruh yang kemudian menjadi NSDAP (National Socialistische Deutsche Arbeiter Partei).

Quote:

Surat Izin Masuk dr Poch ke Indonesia (imigrasi)
Tahun 1920, Hitler menjadi Kepala Bagian Propaganda, disinilah terlihat bakat Hitler di bidang pidato dan agitasi.

Satu tahun kemudian, 1921, akhirnya Hitler menjadi ketua partai.

Akhirnya pada tahun 1962 Hitler mendapatkan wewenang mutlak dari partainya.

Dan Hitler adalah seorang orator ulung ”singa podium”, ahli pidato yang bisa menghipnotis massa pendengarnya.

Hitler adalah politikus handal dan berhasil membangun pencitraan yang sukses melalui propaganda. Ia berhasil membangun opini menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang sukses melalui propaganda.

Ia berhasil membangun opini menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang ditakuti. Ia juga berhasil membangun opini sebagai fuhrer atau pemimpin yang dapat dipercaya rakyatnya, membawa bangsanya ke puncak kejayaan.

Bukti-Bukti Hitler di Indonesia

Bagaimana caranya Hitler sampai ke Indonesia? bisa menjadi WNI? Bagaimana dia bekerja menjadi seorang dokter di Rumah Sakit Umum Sumbawa Besar? dan sampai dengan pertemuan Hitler dengan seorang wanita sunda yang akhirnya menjadi istrinya?

Quote:
Juga tentang kesaksian dr Sosro Husodo saat bertemu dengan Hitler ketika di Sumbawa Besar. Dan semuanya dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung serta foto-foto yang akurat.

Quote:

Surat permohonan hitler menjadi warga negara Indonesia
Hitler yang terkenal sangat bengis di abad ke 20, ternyata bersembunyi di Indonesia sejak tahun 1954 sampai dengan tahun 1970, yang kemudian tercium oleh Sekutu (AS, Uni Sovyet, Inggris dan Prancis) yang selanjutnya diusut oleh Pemerintah Israel yang terus-menerus mengejar para tokoh Nazi.

Pada tahun 1954 Adolf Hitler masuk ke Indonesia dengan menggunakan nama palsu, dr Poch. Pada awalnya dr Poch tinggal di Dompu lalu pindah ke Bima, selanjutnya pindah ke Kabupaten Sumbawa Besar, kemudian bekerja menjadi dokter di Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumbawa Besar.


Seluruh penduduk pulau Sumbawa kenal dengan dokter ini, yang di panggil dengan julukan “dokter Jerman”.

Salah satu peninggalan Adolf Hitler meninggal pada tanggal 15 Januari 1970 di Surabaya, yaitu buku catatan kecil berwarna cokelat ukuran 9×16 cm dengan tebal 44 cm.

Di dalam buku itu tertulis puluhan address book teman-teman dan kolega Hitler yang sama, seperti yang ada di sejarah Eropa.

Begitu pula tulisan tangan yang dibuatnya dibuku-buku tersebut sangat identik dan mirip dengan tulisan tangan Hitler.

Buku ini mempunyai arti yang sangat besar, karena merupakan salah satu bukti otentik yang menyatakan bahwa “dr Poch” adalah dewa-Nazi, Adolf Hitler.

Kemudian Hitler bertemu dengan seorang gadis bernama Sulaesih yang sedang menggembara ke Sumbawa Besar, yang akhirnya dilamar oleh Hitler.


Tidak lama setelah dr Poch melamar Sulaesih, beliau memeluk agama Islam pada tahun 1964, yang disaksikan oleh Ketua Kantor Agama di Sumbawa, (tapi sayang Sulaesih lupa namanya) dan mengganti namanya menjadi Abdul Kohar. Pada tahun 1965 Hitler pun menikahinya.

Aries Zulkarnaen, salah satu saksi keberadaan dr Poch pada tahun 2010 lalu mengatakan dokter itu punya dua kepribadian yang bertolak belakang, pemarah namun sering bercanda dengan warga.

“Dia pemarah, banyak memberi resep dengan mulut [menyebutkan nama obat], tapi kalau ada yang tanya lagi, dia bilang, kan sudah saya bilang,” kata Aries.

Poch juga akan marah jika pasiennya menyebut penyakit yang mereka derita. “Apa kamu dokter?,” kata Aries, menirukan gertakan yang sering diucapkan Poch.







Ditambahkan Aries, Poch yang dia kenal juga humoris. “Nggak takut guyon dengan masyarakat,” kata dia.

Yang paling menonjol dari Poch, ungkap Aries, adalah caranya menyetir mobil Jeep kap terbukanya.

“Jalan-jalan di Sumbawa dulu belum bagus, tapi dia menyetir dengan satu jari. Luar biasa,” kata Aries. “Itu tanda-tanda dia mantan tentara,” tambah Aries.


Meski tak pernah menyangka bahwa Poch adalah Hitler, Aries mengaku masyarakat memperkirakan dia mantan tentara Nazi.

“Dia sangat enerjik, kelihatan sekali tentaranya. Warga saat itu sudah mengira dia mantan tentara NAZI,” jelas dia.

Sebelumnya, di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983 terdapat sebuah artikel tentang Hitler. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo, dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama ‘Hope’ di Sumbawa Besar.


Dr Sosrohusodo menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut. Orang itu diduga Hitler.

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal. Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.

Kemudian tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya, yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

Quote:

Kutipan Surat Perkawinan Campuran dr Poch dan Sulaesih dari Catatan Sipil
Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, “Ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali,” jelas Sulastri.

Sulastri sudah tahu mengenai peristiwa tersebut sejak beberapa tahun lalu, karena suaminya telah menceritakan kejadian-kejadian masa lalunya tersebut kepadanya.

Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter.

Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya ‘Dolf’, yang diduga kependekan dari Adolf Hitler.

Hitler Mati di Indonesia
Pengakuan Hitler kepada istrinya yang berasal dari Indonesia, Sulaesih, bahwa dia adalah memang Hitler yang sebenarnya, Der Fuhrer. Apa saja kegiatan Hitler sebelum dia meninggal?

Terdapat pernyataan Stanlin, bahwa yang tewas di dalam bunker di Jerman bukanlah Hitler asli. Dan dibagian akhir ini menceritakan bagaimana akhirnya sang diktator itu meninggal di Indonesia.

Adolf Hitler tahun 1960 di pulau SumbawaSelama ini kematian Hitler memang sangat misterius, karena tidak ada saksi yang dapat menunjukkan dimana mayat Hitler ataupun mayat Eva Braun, istri terakhirnya pada saat di Eropa.

Di Konferensi Postdam tahun 1945, Stanlin menyatakan bahwa mayat Hitler dan Eva Braun tidak ditemukan. Stanlin menduga, dewa Nazi ini lolos dan melarikan diri ke Spanyol atau Amerika Latin.
Dan tak berapa lama ada kabar yang mengatakan Hitler kabur menggunakan kapal selam ke sebuah pulau. Tapi tidak ada yang tahu pulau apa dan dimana.

Dunia internasional sama sekali tidak menyadarinya bahwa seorang pemimpin Nazi yang sangat kejam itu bersembunyi dengan aman di Sumbawa Besar, sampai meninggal di Surabaya dan dimakamkan di pemakaman umum muslim di Ngagel.

Memeluk Agama Islam
Sebelum menikah, Sulaesih suka berkunjung ke rumah “dr Poch”, ia sering melihat seorang wanita yang sudah berumur, menurut dr. Poch dia adalah istrinya, orang Jerman juga bernama Helena. Tapi Sulaesih tak percaya karena Helena terlihat jauh lebih tua dari dr. Poch.

Ketika Helena ingin kembali ke Jerman karena tidak cocok dengan iklim di Sumbawa Besar, ia menitipkan amahan kepada Sulaesih.

Dia menitipkan Gi (sebutan dr. Poch, kependekan dari Georg Anto / GA), tolong diuruskan segala keperluannya. “Mungkin artinya saya harus menikah dengan dr. Poch,” jelas Sulaesih.

Quote:
Tak lama setelah dr. Poch melamar Sulaesih, ia memeluk agama Islam pada tahun 1964, yang disaksikan oleh Ketua Kantor Agama di Sumbawa, tapi sayang Sulaesih lupa namanya, dan mengganti namanya menjadi Abdul Kohar.
Pada tahun 1965, Hitler menikah dengan Sulaesih, wanita sunda asal Bandung yang mengembara ke pulau Sumbawa, mereka berdua menikah secara Islam.

Setahun setelah dr. Poch memeluk Islam pada tahun 1965, ketika Sulaesih sedang bekerja, ada yang menelepon ke KUA (Kantor Urusan Agama), “Ada apa?” Sulaesih bertanya-tanya dalam hati. Sebelumnya saya belum tahu ada apa ketika saya sampai di KUA,” ujar Esih.


Akhirnya Sulaesih menikah pada usia 34 tahun, sedangkan dr. Poch berusia 64 tahun. Walaupun terpaut 30 tahun, tidak menghalangi mereka untuk menikah.

Sulaesih akhirnya tidak lagi bekerja di Pemerintah Daerah, tapi bersama dr. Poch mengurusi pasien dan mengurus rumah tangga.


Kebanyakan bekas tentara Nazi pindah dan kabur ke negara-negara di daerah Amerika Selatan seperti Brasil dan Argentina. Hitler sudah tahu masalah itu, oleh karenanya ia tak mau ke Amerika Selatan karena pasti ditemukan oleh tentara dan inteligen AS serta inteligen negara-negara musuhnya.

Sedangkan Hitler kabur bukannya ke negara Amerika Selatan, melainkan ke Indonesia lewat Italia, ia memilih Indonesia karena sejak dulu Indonesia tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel. Selain itu pada masa lalu di zaman kepemimpinan Soekarno, Indonesia sangat tidak menyukai imperialisme yang dipelopori oleh Inggris dan Amerika.

Berbagai petunjuk memang mengarah ke sana. Terlebih Brandenburgers Codex, sebuah manuskrip berbahasa Jerman kuno, ditemukan dan mengindikasikan jika Hitler memang melarikan diri ke Indonesia.

Jumat, 07 Juni 2013

PELAJARAN DARI SURIAH


 
Pasukan Suriah yang setia kepada Presiden Bashar Assad, ambil posisi dalam pertempuran di Kota Aleppo, Suriah May 26, 2013. (AP Photo/SANA)
Pasukan Suriah yang setia kepada Presiden Bashar Assad, ambil posisi dalam pertempuran di Kota Aleppo, Suriah May 26, 2013. (AP Photo/SANA)
Perang saudara di Suriah semakin tidak terkendali akibat  banyaknya elemen asing ikut dalam pertempuran. “Elemen-elemen tersebut mendorong para petempur anti-pemerintah ke posisi yang lebih radikal,” ujar Paulo Sergio Pinheiro, diplomat dan profesor asal Brasil yang mengetuai komisi penyelidikan Dewan HAM PBB di Suriah.
Para aktivis menyebut sedikitnya 80.000 orang tewas selama konflik di Suriah. Aparat pemerintah dan milisi pro-rezim Shabiha melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan, eksekusi, penyiksaan, pengadilan tidak semena-mena, kekerasan seksual, dan penganiayaan terhadap anak-anak.
Kelompok anti-pemerintah juga melakukan kejahatan perang, termasuk pembunuhan, eksekusi di luar pengadilan, serta penyiksaan.
Kondisi hak asasi manusia di Suriah memburuk hingga tingkat yang sulit digambarkan dalam kata-kata. Pelanggaran HAM mengerikan terus meningkat dalam jumlah, kecepatan, dan bobot. Frekuensi pelanggaran (HAM) yang mengerikan sangat besar, sehingga Tim PBB tidak mampu lagi menyelidiki semuanya.
Kondisi ini diperparah dengan akan bergabungnya ribuan orang dari Korps Relawan Rusia- Ukraina, untuk membantu Pemerintah Bashar Assad memerangi oposisi (FSA). Inisiator Korps Relawan, Sergey Razumovsky mengatakan, mereka  berasal dari Federasi Rusia, termasuk Belarus dan Moldova.
Orang yang bergabung rata-rata memiliki ekonomi buruk, tapi mempunyai kemampuan tempur. Razumovsky berharap Pemerintah Suriah bisa memberikan status kewarganegaraan bagi relawan, menyediakan asuransi untuk keluarga dan membantu pembelian properti setelah perang usai.
Korps Relawan Rusia- Ukraina secara resmi mengumumkan niatnya dan mengajukan permintaan kepada pemerintah Suriah, serta komandan Armada Laut Hitam Rusia untuk membantu pengiriman.
Pemerintah Rusia yang merupakan Sekutu Bashar Assad tampaknya mulai gerah, setelah pasukan asing dari Eropa terus berdatangan membantu Pasukan Oposisi (FSA). Suatu Perang yang akan berlarut dan menempatkan penduduk Suriah di “kerak neraka”.
Seorang Pria yang bekerja di lokasi kilang minyak desa al-Mansoura, Raqqa. Banyak penduduk desa yang kehilangan pekerjaan akibat perang di Suriah, bertahan hidup dengan menyuling minyak mentah untuk mengekstrak bahan bakar yang bisa dijadikan bensin atau minyak tanah (Reuters/Hamid Khatib)
Seorang Pria yang bekerja di lokasi kilang minyak desa al-Mansoura, Raqqa. Banyak penduduk desa yang kehilangan pekerjaan akibat perang di Suriah, bertahan hidup dengan menyuling minyak mentah untuk mengekstrak bahan bakar yang bisa dijadikan bensin atau minyak tanah, 5 Mei 2013 (Reuters/Hamid Khatib)
Seorang pemuda belia  melewati bangunan yang rusak di Deir al-Zor, pada tanggal 4 April 2013 (Reuters / Khalil Ashawi)
Seorang pemuda belia melewati bangunan yang rusak di Deir al-Zor, pada tanggal 4 April 2013 (Reuters / Khalil Ashawi)
Gambar yang diperoleh dari video Shaam News Network, yang disahkan isi dan laporannya oleh AP. Asap dan api membumbung tinggi setelah bahan peledak dijatuhkan oleh pesawat perang pemerintah Suriah di Yabroud dekat Damaskus, Suriah, pada 20 Mei, 2013  (AP Photo/Shaam News Network via AP video)
Gambar yang diperoleh dari video Shaam News Network, yang disahkan isi dan laporannya oleh AP. Asap dan api membumbung tinggi setelah bahan peledak dijatuhkan oleh pesawat perang pemerintah Suriah di Yabroud dekat Damaskus, Suriah, pada 20 Mei, 2013 (AP Photo/Shaam News Network via AP video)
Berjalan di tengah kehancuran Kota Aleppo, Suriah, 10 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Berjalan di tengah kehancuran Kota Aleppo, Suriah, 10 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Penduduk yang berjalan di belakang Bus yang dijadikan tameng dari petembak gelap pasukan pemerintah di utara Kota Aleppo, Suriah, 12 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Penduduk yang berjalan di belakang Bus yang dijadikan tameng dari petembak gelap pasukan pemerintah di utara Kota Aleppo, Suriah, 12 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Gambar citizen journalism oleh Aleppo Media Center AMC yang disahkan isi dan laporannya oleh AP. anak Suriah, terluka oleh pemboman berat dari pesawat tempur militer, di kota Hanano di Aleppo, Suriah. (AP Photo / Aleppo Media Center)
Gambar citizen journalism oleh Aleppo Media Center AMC yang disahkan isi dan laporannya oleh AP. anak Suriah, terluka oleh pemboman berat dari pesawat tempur militer, di kota Hanano di Aleppo, Suriah. (AP Photo / Aleppo Media Center)
Gadis kecil penjual roti di antara puing-puing di jalan rusak di Deir al-Zor, 9 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Gadis kecil penjual roti di antara puing-puing di jalan rusak di Deir al-Zor, 9 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Tank rusak yang ditinggalkan di jalan dekat menara Masjid Omari, yang dihancurkan pasukan Bashar Assad di Deraa, pada 13 April 2013. (Reuters / Mazen Abu Mahmoud / Shaam News Network)
Tank rusak yang ditinggalkan di jalan dekat menara Masjid Omari, yang dihancurkan pasukan Bashar Assad di Deraa, pada 13 April 2013. (Reuters / Mazen Abu Mahmoud / Shaam News Network)
Pejuang Tentara Pembebasan Suriah mempersiapkan peluncuran roket di Deir al-Zor, 18 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Pejuang Tentara Pembebasan Suriah mempersiapkan peluncuran roket di Deir al-Zor, 18 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Pasukan oposisi dari brigade Al-Ezz bin Abdul Salam mengadakan latihan di pegunungan al Turkman, utara provinsi Latakia, Suriah 24 April 2013. (Miguel Medina / AFP / Getty Images)
Pasukan oposisi dari brigade Al-Ezz bin Abdul Salam mengadakan latihan di pegunungan al Turkman, utara provinsi Latakia, Suriah 24 April 2013. (Miguel Medina / AFP / Getty Images)

Mortir improvisasi dengan proyektil tabung gas dipasang anggota FSA di provinsi Idlib 17 April 2013. (Reuters / Mohamed Kaddoor / Shaam News Network)
Mortir improvisasi dengan proyektil tabung gas dipasang anggota FSA di provinsi Idlib 17 April 2013. (Reuters / Mohamed Kaddoor / Shaam News Network)
Tentara duduk di dalam tank ketika pasukan militer Suriah berhasil mengambil alih kontrol desa  Dumayna, 7 km sebelah kota Qusayr yang masih diduduki Oposisi. Tentara Suriah merebut tiga desa di wilayah strategis Qusayr Provinsi Homs, yang memungkinkan mereka untuk memotong jalur pasokan untuk pemberontak  ke dalam kota Qusayr, ujar seorang perwira militer kepada AFP. (Joseph Idul Fitri / AFP / Getty Images)
Tentara duduk di dalam tank ketika pasukan militer Suriah berhasil mengambil alih kontrol desa Dumayna, 7 km sebelah kota Qusayr yang masih diduduki Oposisi. Tentara Suriah merebut tiga desa di wilayah strategis Qusayr Provinsi Homs, yang memungkinkan mereka untuk memotong jalur pasokan untuk pemberontak ke dalam kota Qusayr, ujar seorang perwira militer kepada AFP. (Joseph Idul Fitri / AFP / Getty Images)
Militer Suriah merayakan keberhasilan mereka merebut desa Haydariyah, 7 km di luar kota Qusayr yang dikuasai oposisi pada 13 Mei 2013. Militer Suriah merebut 3 desa strategis di Qusayr, Provinsi Homs membuat mereka bisa memotong jalur logistik bagi pasukan oposisi yang berada di tengah Kota Qusayr, ujar seorang perwira militer kepada AFP  (Joseph Eid/AFP/Getty Images)
Militer Suriah merayakan keberhasilan mereka merebut desa Haydariyah, 7 km di luar kota Qusayr yang dikuasai oposisi pada 13 Mei 2013. Militer Suriah merebut 3 desa strategis di Qusayr, Provinsi Homs membuat mereka bisa memotong jalur logistik bagi pasukan oposisi yang berada di tengah Kota Qusayr, ujar seorang perwira militer kepada AFP (Joseph Eid/AFP/Getty Images)
Citizen journalism dari Aleppo Media Center AMC yang di-autentifikasi oleh laporan AP, api naik dari mobil yang diserang oleh pasukan pemerintah Suriah, di kawasan al-Bustan Qaser, Aleppo, pada 20 Mei 2013. Terjadi pertempuran kota yang sengit di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Lebanon dan menewaskan 28 pasukan elit Hizbullah saat militer Suriah mendorong lebih dalam lagi untuk menekan pasukan oposisi (AP Photo / Aleppo Media Center)
Citizen journalism dari Aleppo Media Center AMC yang di-autentifikasi oleh laporan AP, api naik dari mobil yang diserang oleh pasukan pemerintah Suriah, di kawasan al-Bustan Qaser, Aleppo, pada 20 Mei 2013. Terjadi pertempuran kota yang sengit di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Lebanon dan menewaskan 28 pasukan elit Hizbullah saat militer Suriah mendorong lebih dalam lagi untuk menekan pasukan oposisi (AP Photo / Aleppo Media Center)
Anggota FSA duduk di sofa rumah di Deir al-Zor, 13 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Anggota FSA duduk di sofa rumah di Deir al-Zor, 13 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
FSA Suriah mengambil posisi di sebuah rumah selama bentrokan dengan pasukan rezim di Aleppo, pada tanggal 22 Mei 2013. (Ricardo Garcia Vilanova / AFP / Getty Images)
FSA Suriah mengambil posisi di sebuah rumah selama bentrokan dengan pasukan rezim di Aleppo, pada tanggal 22 Mei 2013. (Ricardo Garcia Vilanova / AFP / Getty Images)
Orang naik sepeda motor terlihat melalui lubang bangunan yang rusak di Deir al-Zor, pada tanggal 19 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Orang naik sepeda motor terlihat melalui lubang bangunan yang rusak di Deir al-Zor, pada tanggal 19 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Asap mengepul setelah penembakan oleh pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad di provinsi Raqqa, Suriah timur, pada tanggal 3 Mei 2013. (Reuters / Nour Fourat)
Asap mengepul setelah penembakan oleh pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad di provinsi Raqqa, Suriah timur, pada tanggal 3 Mei 2013. (Reuters / Nour Fourat)
19 Maret 2013 photo yang dirilis kantor berita Suriah SANA, Korban yang menderita serangan senjata kimia di desa Khan al-Assal, sedang dirawat oleh dokter di Kota Aleppo. Kasus ini menunjukkan senjata kimia telah digunakan dalam perang di Suriah, walaupun dalam skala kecil. Pemerintah Assad dan FSA saling tuding tentang siapa yang menggunakan senjata kimia itu (AP Photo/SANA)
19 Maret 2013 photo yang dirilis kantor berita Suriah SANA, Korban yang menderita serangan senjata kimia di desa Khan al-Assal, sedang dirawat oleh dokter di Kota Aleppo. Kasus ini menunjukkan senjata kimia telah digunakan dalam perang di Suriah, walaupun dalam skala kecil. Pemerintah Assad dan FSA saling tuding tentang siapa yang menggunakan senjata kimia itu (AP Photo/SANA)
Anggota FSA di terowongan di Deir al-Zor, tanggal 6 April 2013. Terowongan Sepanjang 30 meter digali di bawah daerah di mana pasukan Tentara Suriah mendirikan basis di Deir Al-Zor,  (Reuters / Khalil Ashawi)
Anggota FSA di terowongan di Deir al-Zor, tanggal 6 April 2013. Terowongan Sepanjang 30 meter digali di bawah daerah di mana pasukan Tentara Suriah mendirikan basis di Deir Al-Zor, (Reuters / Khalil Ashawi)
Sebuah jalan yang sepi dengan bangunan yang rusak di kota tua Aleppo, tanggal 29 April 2013. (Reuters / George Ourfalian)
Sebuah jalan yang sepi dengan bangunan yang rusak di kota tua Aleppo, tanggal 29 April 2013. (Reuters / George Ourfalian)
Kendaraan rusak memenuhi jalan raya dikelilingi bangunan rusak di distrik Salaheddine, Kota Aleppo tanggal 8 April 2013. (Reuters / Malek Alshemali)
Kendaraan rusak memenuhi jalan raya dikelilingi bangunan rusak di distrik Salaheddine, Kota Aleppo tanggal 8 April 2013. (Reuters / Malek Alshemali)
Mohammad, anak 11 tahun pengungsi Suriah yang terluka akibat konflik di Suriah, duduk di kursi roda di sebuah pusat perawatan pasca-trauma UOSSM di provinsi Hatay, Turki, 3 Mei 2013 . Kini di Turki berlindung lebih dari 300.000 warga Suriah yang melarikan diri dari pertempuran di tanah air mereka, sebagian besar dari mereka di kamp-kamp sepanjang 900-km (560 mil) perbatasan. (Reuters / Osman Orsal)
Mohammad, anak 11 tahun pengungsi Suriah yang terluka akibat konflik di Suriah, duduk di kursi roda di sebuah pusat perawatan pasca-trauma UOSSM di provinsi Hatay, Turki, 3 Mei 2013 . Kini di Turki berlindung lebih dari 300.000 warga Suriah yang melarikan diri dari pertempuran di tanah air mereka, sebagian besar dari mereka di kamp-kamp sepanjang 900-km (560 mil) perbatasan. (Reuters / Osman Orsal)
Gambar citizen journalism yang dirilis  2 Mei 2013 oleh kelompok yang menyebut dirinya Revolusi Suriah Melawan Bashar Assad. Isinya telah verifikasi oleh pelaporan AP lainnya. Seorang pria Suriah, mengidentifikasi mayat, yang dibunuh oleh pasukan Suriah pro Bashar Assad, di desa Bayda, di pegunungan di luar kota pesisir Banias, Suriah. (AP Photo / Revolusi Suriah terhadap Bashar Assad)
Gambar citizen journalism yang dirilis 2 Mei 2013 oleh kelompok yang menyebut dirinya Revolusi Suriah Melawan Bashar Assad. Isinya telah verifikasi oleh pelaporan AP lainnya. Seorang pria Suriah, mengidentifikasi mayat, yang dibunuh oleh pasukan Suriah pro Bashar Assad, di desa Bayda, di pegunungan di luar kota pesisir Banias, Suriah. (AP Photo / Revolusi Suriah terhadap Bashar Assad)
Sawoushka Ahmed, seorang pejuang perempuan Kurdi berdiri dengan senjata di distrik penduduk mayoritas Kurdi, Sheikh Maqsud di utara Kota Aleppo, Suriah, 14 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Sawoushka Ahmed, seorang pejuang perempuan Kurdi berdiri dengan senjata di distrik penduduk mayoritas Kurdi, Sheikh Maqsud di utara Kota Aleppo, Suriah, 14 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Seorang anak Suriah memegang senapan serbu AK-47  di  distrik Sheikh Maqsud penduduk mayoritas Kurdi, kota Aleppo, Suriah Utara, 14 April 2013. Di Suriah utara, penduduk Kurdi sebagian besar berkompromi dengan rezim dan pasukan pemberontak, tidak, ikut berperang sebagai imbalan untuk keamanan dan semi-otonomi di daerah mayoritas Kurdi, namun ada laporan pejuang Kurdi bergabung dengan pemberontak Suriah di daerah tertentu, termasuk di Sheikh Maqsud. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Seorang anak Suriah memegang senapan serbu AK-47 di distrik Sheikh Maqsud penduduk mayoritas Kurdi, kota Aleppo, Suriah Utara, 14 April 2013. Di Suriah utara, penduduk Kurdi sebagian besar berkompromi dengan rezim dan pasukan pemberontak, tidak, ikut berperang sebagai imbalan untuk keamanan dan semi-otonomi di daerah mayoritas Kurdi, namun ada laporan pejuang Kurdi bergabung dengan pemberontak Suriah di daerah tertentu, termasuk di Sheikh Maqsud. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Kehancuran di Masjid Besar Aleppo setelah pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah Suriah, 13 April 2013. (AP Photo / Aleppo Media Center)
Kehancuran di Masjid Besar Aleppo setelah pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah Suriah, 13 April 2013. (AP Photo / Aleppo Media Center)
Kerabat mengunjungi makam pejuang Syiah di pemakaman Sayeda Zainab wilayah di Damaskus, 27 Mei 2013. (Reuters / Alaa al-Marjani)
Kerabat mengunjungi makam pejuang Syiah di pemakaman Sayeda Zainab wilayah di Damaskus, 27 Mei 2013. (Reuters / Alaa al-Marjani)