Halaman

Selasa, 12 Maret 2013

Imam Mahdi Sudah Datang

Ada tiga tanda fenomenal dari tanda-tanda Kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat. Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil Kiamat  dengan tanda-tanda besar Kiamat.

Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat karena datang pada saat dunia sudah menyaksikan munculnya seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang mendahului tanda-tanda besar Kiamat. Allah tidak akan mengizinkan tanda-tanda besar Kiamat datng sebelum berbagai tanda kecil Kiamat telah tuntas kemunculannya.


Jika tanda-tanda kecil Kiamat  sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat  dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda yang artinya:

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan adanya dua prakondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa. Subhaanallah. Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok. Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini.

Beberapa waktu lalu, saya "searching" dan mendapatkan kabar bahwa telah lahir seorang bayi (9tahun lalu), yang di luar akal manusia, ketika masih bayi, ia dapat berbicara dan memulai pembicaraanya dengan ucapan "Assalaamu'alaykum", yang kemudian melanjutkan ucapannya dengan kabar, bahwa ia adalah seseorang yang akan di bunuh oleh Dajjal.

Dari sini saya teringat hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan tentang kisah seorang pemuda yang dibunuh oleh oleh Dajjal. Dalam riwayat Imam Muslim (2938) dari hadits Abu Sai’id al-Khudri terdapat kisah menarik tentang pertarungan antara Dajjal dengan seorang mukmin, ringkasnya:

Ada seorang pemuda beriman datang kepada Dajjal seraya berkata padanya, “Wahai manusia, ini adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah dalam haditsnya!”
Dajjal berkata, ” Apakah kamu beriman padaku?”
Jawab pemuda itu, “Kamu
adalah pendusta”.
Pemuda itu kemudian digergaji sehingga terbelah menjadi dua, lalu Dajjal melewati dua potongan badannya kemudian menyuruhnya berdiri.
Pemuda itupun berdiri lagi seraya berkata, “Saya malah bertambah mantap tentang dirimu bahwa engkau adalah Dajjal yang dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam!”.
Setelah itu, Dajjal ingin membunuhnya tetapi tidak bisa”.

Hampir dapat dipastikan jika peristiwa ini benar, Imam Mahdi sudah ada di antara kita, jika orang yang akan dibunuh oleh Dajjal lahir baru-baru ini. Imam Mahdi akan umur 30-40 ketika ia muncul. Jika melihat ke belakang sebagai mana kesepakatan para ulama, bahwa diangkatnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam sebagai Rasul adalah pada umur 40 tahun. Jadi mari menghitung. Orang yang akan dibunuh oleh Dajjal akan 18-20 atau 30 tahun. Jika ia lahir pada tahun 2004. Lalu kemungkinannya ia akan dibunuh di tahun 2022-24 oleh Dajjal.

Dajjal akan datang hanya ketika Imam Mahdi telah muncul! Itu berarti Mahdi adalah pada saat 2022 lebih dari 30 tahun atau mungkin 40 tahun (sebagaimana diangkatnya Nabi sebagai Rasul).

Issa Badwan dalam wawancaranya menyatakan sudah sangat jelas, "Jika orang yang akan dibunuh oleh Dajjal telah lahir, maka Al  Mahdi sekarang sudah menjadi seorang pemuda dengan kisaran umur 18-20 tahun!

Jadi menurut dua perhitungan 2021-2024 adalah tahun yang penting yang bisa jadi saat di mana orang (pemuda) itu akan dibunuh oleh Dajjal .....

Bayangkan wahai saudariku, si pemuda tersebut telah memiliki pengentahuan bahwasanya Dajjal akan datang. Ini menunjukkan bahwa orang yang memahami ilmu agama, insyaa Allaah dia akan diselamatkan dari fitnah Dajjal. Maka dari itu wahai saudariku, kita berkewajiban untuk berlindung dari fitnah dajjal. Ia adalah fitnah yang sangat besar.

Saudaraku, marilah kita bersiap-siap mengantisipasi kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman yang sangat fenomenal ini. Tanda-tanda yang akan merubah wajah dunia dari kondisi penuh kezaliman dewasa ini menuju keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah Isa ’alihis-salaam.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.

Analisa di atas merupakan hanya semata-mata pendapat penulis, yang bisa saja benar dan sangat mungkin salah, sebab hanya Allah Ta'ala yang Maha Tahu. Wallohu A'lam bis shawwab.

Para Pengikut Dajal itupun beramai-ramai menyanyikan kepalsuan, kemunafikan dan kebohongan.

Dajjal-ilustrasi
An-Nawas bin Sam'an r a. berkata bahwa pada suatu pagi Rasulullah saw menceritakan tentang Dajal. Kami bertanya, "Rasulullah bagaimana kecepatan Dajal berjalan di muka bumi?" Nabi menjawab, "Seperti mendung yang diterpa angin, maka dia pergi mendatangi suatu kaum dan mengajak mereka (dengan kebohongannya) untuk mengimaninya, lalu dengan segera kaum itu percaya kepadanya. Lalu menyeru langit untuk segera menurunkan hujan. Lalu tanaman-tanaman segera tumbuh subur dan mereka menggembalakan ternaknya yang banyak susunya dan gemuk-gemuk. Kemudian ia mendatangi suatu kaum yang lain, lalu mengajak mereka untuk mengimaninya, tetapi kaum ini menolak semua ajakannya, lalu ditinggalkan kaum tersebut oleh Dajal, mendadak daerah itu menjadi kering dan gersang, tidak ada sedikit pun dari kekayaan (alam) mereka yang tertinggal." (Shahih Muslim)
Rasulullah saw. sangat tepat memberikan gambaran tentang kecepatan Dajal di bumi. Hal ini sebagaimana riwayat tersebut memberikan gambaran tentang gerakan Dajal yang secepat angin. Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan bahwa ia dapat melangkah dari timur ke barat dalam sekejap. Apabila kita mau sesekali merenungkan perkembangan teknologi saat ini --apalagi beberapa dekade ke depan-- niscaya prediksi hadits tersebut sangat tepat untuk menggambarkan "teknologi informasi". Dunia yang semakin sempit dikarenakan kecepatan teknologi yang tidak pernah terbayangkan oleh generasi sebelumnya. Kecepatan Dajal yang disebutkan oleh hadits seperti "angin berhembus" itu, tidak lain adalah sistem komunikasi yang didukung oleh teknologi super digital melalui jaringan satelit yang sangat cepat bagaikan kedipan mata.
Langkah informasi dapat seketika mencakup timur dan barat, sesuatu yang bukan lagi aneh pada zaman sekarang apalagi di masa depan. Dajal menjadikan "teknologi pengindraan" (satelit) sebagai sarana untuk mengawasi dunia.

l. Mendatangi Suatu Kaum (Bangsa)
Apa yang diriwayatkan oleh hadits tadi --tentang Dajal mendatangi suatu kaum--mengisyaratkan bahwa propaganda Dajal ke seluruh bangsa-bangsa dengan menawarkan kenikmatan dan kelimpahan materi. Bangsa-bangsa yang menjadi budak ajaran mereka akan segera menikmati limpahan kemakmuran dunia yang dilambangkannya dengan turunnya hujan dan gemuknya ternak peliharaan yang berlimpah air susunya. Sebaliknya, suatu bangsa atau negara yang menolak kerja sama dengan Dajal akan dihancur-luluhkan sebagai satu pelajaran bagi bangsa tersebut dan bangsa lainnya.

Bangsa yang menolak Dajal akan mengalami penderitaan dari segi keuangannya, kemiskinan, dan kekacauan yang luar biasa --sebagaimana diriwayatkan dalam hadits tadi-- dalam bentuk mengalami kekeringan dan sedikitnya kekayaan bangsa tersebut

Siasat licik Dajal adalah menggoda manusia dengan hiburan dan wanita. Telah banyak para pemimpin dunia dan pejabat pemerintahan yang "tersungkur" karena godaan wanita yang sengaja disodorkan melalui jaringan konspirasi Dajal. Hal ini, sudah sejak awal, diperingatkan oleh Rasulullah sebagaimana sabda baliau:

"Dunia ini cantik dan hijau. Sesungguhnya, Allah menjadikan hamu khalifah dan Allah mengamati apa yang kamu lakukan, karena itu jauhilah godaan wanita dan tipuan dunia. Sesungguhnya yang menimpa kaum Bani Israel sebelum kamu adalah karena godaan kaum wanita." (HR Ahmad).

Jaringan konspirasi Dajal menjadikan kaum wanita sebagai "komoditi" (pelacur) bagi kaum turis, bahkan diekspor ke Eropa untuk sekaligus mengorek berbagai informasi dari lawan jenisnya yang terperangkap oleh godaannya tersebut.

Oleh karena itu, umat Islam diperingatkan agar menjauhi jebakan dunia --khususnya godaan wanita-- yang selalu dikemas dengan penuh daya pikat oleh kaum Dajal ini. Ketahuilah bahwa kenikmatan dunia, betapapun gemerlapnya, hanyalah sementara dan tidak mempunyai nilai sama sekali dibandingkan dengan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda, "Perbandingan dunia dan akhirat, seperti seorang yang mencelupkan jarinya ke dalam laut, lalu diangkatnya dan dilihatnya (jarinya tersebut). Apa yang melekat di ujung jarinya itulah dunia, sedangkan sisanya yaitu air di lautan, maka itulah kenikmatan akhirat." (HR Muslim dan Ibnu Majah)

2. Berkecamuknya Kemungkaran
Abdullah bin Amru bin al Ash r a. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Dajal akan keluar pada umatku, maka tinggalkanlah penjahat-penjahat manusia dalam kecepatan burung, dan jiwa srigala tidak mengenal kebaikan dan tidak menolak mungkar. Hingga setan menyerupakan mereka dan berkata kepada mereka, 'Tidakkah kamu menyambut saya?' Mereka menjawab, 'Apakah yang kauperintahkan kepada kami dengan menyuruh kami menyembah berhala'…" (HR Muslim).

Hadits tersebut memberikan simbol informasi bahwa Dajal akan menjadikan para pengikutnya menjadi manusia yang tidak lagi mengenal agamanya sendiri. Bahkan, mereka menjadi asing dengan agamanya. Umat Islam telah meninggalkan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidupnya. Hal inilah yang diperkirakan dan sangat dikhawatirkan Rasulullah saw, sebagaiman firman Allah SWT:

"... 'Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan'…" (al-Furqan: 30).

Kemungkaran semakin merajalela dikarenakan manusia telah melupakan Allah dan terpikat oleh kenikmatan fatamorgana yang ditawarkan dan dikemas dengan sangat memikat oleh para profesional Dajal.

Persatuan suatu bangsa "diobok-obok" sehingga nasionalisme pecah berantakan menjadi kepingan-kepingan negara kecil yang memudahkan Dajal untuk mengontrol mereka. Konflik antaragama diprovokasi dengan segala isu sistematis, sehingga menjadi alasan pembuktian propaganda kaum Dajal bahwa agama tidak lagi dibutuhkan karena hanya menjadi sumber konflik. Manusia harus merdeka dari segala cara berpikir dogmatis yang memperbudak dirinya. Inilah gaya haru dari paham seorang Yahudi licik, Karl Marx. Ia seorang neo Komunisme yang bagaikan binatang "melata dari bawah bumi" mendesis (daabbatim minal ardhi; an-Naml: 82) menyebarkan
racun terhadap fikrah atau cara berpikir umat Islam dan umat agama lain.

Kaum Dajal itu bergerak bagaikan burung yang terbang dengan cepat hinggap ke sana ke mari dan menyebarkan berbagai keburukan. Jiwanya yang sudah kehilangan "moralitas agama" telah diisi oleh hawa nafsu binatang srigala yang tidak kenai belas kasihan: menindas dan menyebarkan fitnah kebencian. Hal ini telah disebutkan oleh Thomas Hobbes:

"Manusia akan menjadi sekelompok srigala yang siap untuk saling mencabik satu sama lain (homo homini lupus belium omnium contra omnes)."

Segala tatanan moral agama dianggapnya sebagai penghalang dinamika dan kemerdekaan berpikir. Agama hanya akan menjadi simbol statusquo yang sekarat, sehingga harus dihilangkan setahap demi setahap dengan memberikan wacana baru, yaitu kenikmatan dunia hedonis-epikuristik. Yaitu, mengajak umat manusia untuk menerima berhala baru, ideologi baru yang matrialistis-rasional serta berbagai bentuk okultisme, agama mistik, dan berbagai takhayul, sebagaimana dijelaskan oleh hadits tadi: sebagai penjahat yang kecepatannya seperti burung, dan jiwanya bagaikan srigala yang tidak mengenal kebaikan dan tidak mau menolak kemungkaran, serta menyuruh menyembah berhala. Para kaki tangan Dajal, baik sadar atau tidak sadar, terbelenggu akal pikirannya. Buta mata hatinya untuk mendengarkan hati nuraninya. Ia terpesona terhadap kehebatan kekuasaan dan intelektualitas Dajal yang "mengangkangi" dunia tanpa saingan itu. Mereka mendatangi dan menyembah untuk meminta bantuan Dajal agar memperoleh curahan hujan dari langit dan tumbuh subur ternak dan tanamannya.

Begitulah yang dinubuwatkan hadits Rasulullah saw. Orang-orang yang lemah iman dan hilang rasa bangganya untuk berpihak kepada Allah dan Rasul-Nya --mereka malu dan merasa minder dengan menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul sebagai azas dan panduan hidupnya-- akan dengan mudah terperangkap oleh gemerlapnya kekuatan Dajal.

Abu Sa'id al-Khudri ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Pada waktu keluarnya Dajal, ada seseorang dari kaum mukminin yang pergi (menemui Dajal) kepadanya. Lalu ia disambut oleh polisi-polisi Dajal dan ditanyakan, 'Hendak ke mana engkau?' Ia menjawab, 'Saya ingin menemui orang (Dajal) yang baru keluar.' Lalu mereka bertanya, 'Apakah kamu belum percaya kepada Tuhan kami?' Ia menjawab, 'Tuhan kami tidak samar.' Maka berkatalah polisi Dajal, 'Bunuhlah dia.' Akan tetapi, polisi tersebut ditegur oleh sebagian dari mereka (polisi lain), 'Jangan.' Tuhan kami (Dajal) telah melarang tidak boleh membunuh seorang, selain dari perintahnya. Maka dibawalah mukmin tersebut menghadap kepada Dajal, maka ketika dilihat oleh si mukmin, ia segera berkata, 'Hai sekalian manusia, inilah Dajal yang telah disebut oleh Rasulullah saw'. Maka segera Dajal menyuruh merebahkan mukmin tersebut dan diperintahkan supaya dikupas kulit dan dipukuli punggung dan perutnya. Lalu Dajal bertanya, 'Apakah tetap engkau tidak percaya kepada kami?' Ia menjawab, 'Engkaulah alMasih pendusta.' Kemudian diperintahkan supaya (mukmin tersebut) digergaji dari atas kepalanya hingga ke kakinya menjadi dua bagian, dan berjalan Dajal di tengah dua bagian badan yang telah terbelah dua. Kemudian Dajal memerintahkannya, 'Bangunlah!' Maka bangunlah dan tegaklah ia. Kemudian Dajal kembali bertanya, 'Apakah kamu belum percaya kepadaku?' Ia menjawab, 'Tidak berkurang pengetahuanku tentang engkau, bahkan bertambah yakin.' Kemudian si mukmin berkata, 'Hai sekalian orang, ia (Dajal) tidak dapat berbuat demikian lagi kepada seorang pun'. Maka Dajal berusaha untuk membunuh kembali orang mukmin itu, tetapi Allah telah meletakkan diantara leher hingga belakang orang itu seolah-olah tembaga, hingga tidak dapat disembelihnya. Kemudian dipegang tangan dan kaki orang itu dan dilemparkan. Mereka menyangka ia dilempar ke dalam neraka, padahal ia dilempar ke surga. Kemudian Nabi melanjutkan sabdanya, 'Itulah manusia yang paling besar kesaksiannya (mati syahid) di sisi Tuhan Rabbul 'alamin'…" (HR Muslim)

Anas r a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Akan mengikuti Dajal dari Yahudi Asbahan, tujuh ribu yang memakai pakaian seragam." (HR Muslim)

3. Teror Terhadap Orang Beriman
Dajal akan melakukan teror dengan berbagai cara kepada orang-orang beriman. Mereka membuat isu dan menyebarkan berita bohong, baik melalui berbagai media massa maupun internet, agar orang-orang beriman terpojok dan dinistakan oleh kaumnya. Orang yang bertindak jujur, ikhlas, dan berpihak kepada Allah dan Rasul-Nya akan segera berhadapan dengan teror fitnah yang dilancarkan oleh para pengikut Dajal tersebut. Sehingga datanglah satu kondisi secara sangat nyata dan manusia pun buta mata hatinya melihat kebenaran. Nafsu amarah menjadi akidahnya. Caci maki, umpat, dan hujatan menjadi zikirnya. Lalu fitnah dan kebencian menjadi jubah kebesarannya. Maka menarilah kaum Dajal yang telah memecah belah suatu kaum yang dikawal oleh "mayat-mayat hidup" (zombie).

Kebenaran telah dibohongkan. Kejujuran telah dicemoohkan. Kesalehan telah dilecehkan. Dan para pengikut Dajal itu pun beramai-ramai menyanyikan kepalsuan, kemunafikan, dan kebohongan di atas penderitaan dan darah manusia. Akan tetapi, orang-orang beriman yang masih mempunyai hati nurani tetap waspada terhadap segala bentuk gerakan Dajal zionis yang menampakkan dirinya sebagai al-Masih ad-Dajal. Mereka sadar bahwa Dajal berupaya untuk melakukan cuci otak (brainwashed) kepada kaum mukminin --seperti yang disebutkan hadits Muslim tadi-- dengan cara mengupas kulit dan memukul punggung orang beriman.

Hanya saja, Allah memberikan perlindungannya dengan simbol perisai dari tembaga sehingga orang mukmin itu selamat dari pengaruh Dajal. Mereka (Dajal beserta kaumnya) menyangka bahwa orang mukmin itu telah dibuangnya ke neraka, padahal Allah menggantinya dengan surga (jannatun na'im). Bagi orang beriman, keberpihakan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Betapapun seluruh manusia, pada saat itu, secara sadar atau tidak sadar telah menjadi pengikut dan penyembah berhala yang dipropagandakan kaum Dajal.